Month: April 2015

LIFE: 5 in 5, Casa Elana for IHB Blog Post Challenge

Entah sejak kapan kok aku jadi visioner seperti ini. Di awal tahun aku buat target personal dan resolusi blog, bulan ini aku buat 101 target dalam 1001 hari dan sekarang mau nambah lagi! Five in Five a.k.a. 5 impian dalam 5 tahun ke depan. Hhhm, jadi ada target untuk setahun, 3 tahun dan 5 tahun. Oke sip. ๐Ÿ˜€

BLOGZONE: Siap Hadapi Mobilegeddon?

Saat ini semakin banyak pengguna internet yang menggunakan ponselnya untuk berselancar di dunia maya. Hal ini membuat Google membuat pembaruan dalam algoritma-nya. Web yang tampilannya mobile friendly akan lebih mudah terdeteksi dalam mesin pencarian dan yang belum mobile-friendly akan ‘punah’ dari halaman pertama google.

LIFE: Ujian Terakhir dan Yang Paling Menegangkan

Apa ujian yang paling menegangkan yang pernah kamu jalani? 10 tahun yang lalu pasti jawabanku adalah UAN dan dilanjutkan dengan SPMB. Setelah itu walau setiap ujian itu pasti bikin nervous ya rasanya gitu-gitu aja sampai aku harus menjalani yang namanya UKDGI atau Ujian Kompetensi Dokter Gigi. UKDGI ini terdiri dari dua tipe ujian, teori dan praktek. Ujian teorinya biasa aja tapi ujian prakteknya, wuih, bikin keringet dingin.

Jetlag Moblogging

Beberapa bulan ini aku jarang moblogging, lebih sering pakai laptop. Asiknya bisa mainan layout, sesuatu yang agak susah kalau dilakukan di handphone. Oiya, kalau mau masukin foto atau video di post blog udah lebih mudah kalau via web, tinggal paste url gambarnya.

Jadwal Internet

Gadget itu mendistraksi. Sangat! Sudah 3 bulan terlewati di tahun 2015 ini dan pencapaianku? Minimalis sekali. Hasil itung-itungan waktu, ternyata banyak banget waktu yang menguap dan hal ini membuatku merasa sedih.

Merapikan Isi Otak pt.2

Menulis sudah menjadi kebutuhan bagiku. Medianya bisa di mana aja. Diary, planner, blog, Evernote, Simplenote, Onenote (haha ini jadul banget), Epistle, Draft, apa pun yang menurutku nyaman pada masanya.

Jangan Asal Co-Pas dong!!!

Originally posted on re-mark-a-blog:
Walau masih baru dlm dunia blog per-blog-an & belum ada yang meng-co-pas tulisan saya plek-plek, saya paling sebal sama yang namanya asal co-pas, yaitu meng-copy dan paste artikel dari blog atau website lainnya sama persis dan tanpa memberikan sumber aslinya!! Hal ini saya sadari saat mencari informasi tentang suatu hal di google, dan mbah google yang pintar pun merekomendasikan beberapa situs. Sayangnya situs-situs itu sering kali memunculkan isi yang sama dengan situs lainnya, dan tidak semua situs memberikan link sumber aslinya. Jadinya saya bingung deh mana sumber aslinya (padahal pengen baca dari tempat aslinya dan jd lebih enak kan kalau mau ‘mengutip’ ๐Ÿ˜€ ). Walau menulis sudah biasa kita lakukan sejak 1 SD, bagi saya, menulis sebuah artikel (atau apa pun) bukanlah suatu hal yang gampang. Untuk membuat tulisan yang bermutu, sering kali penulis membutuhkan riset dari yang kecil-kecilan maupun yang besar-besaran, butuh studi pustaka, butuh membuat outline, lalu menulis, setelah menulis butuh re-evaluasi lagi supaya pesannya tersampaikan dan tidak terjadi suatu kesalahpahaman dari tulisan tersebut. Apa rasanya kalau tulisan tersebut…

Aku Menulis (Lagi)

Originally posted on re-mark-a-blog:
Agendaku ๐Ÿ˜€ Dulu, saat masa-masa SMA merupakan masa-masa dimana aku sangat banyak menulis. Bukan menulis artikel, buku, novel, cerpen, dan sejenisnya namun ‘hanya’ menulis diary. Hal ini bermula dari kelas 1 SMA, entah kenapa tiba2 pengen nulis diary lalu aku pun membeli buku diary tinker bell. Dan seperti kebanyakan orang yang setiap memulai hal baru pasti akan mengalami fase-fase norak, aku pun merasa seperti itu (kalau baca diary pertama ku itu aku jadi malu dan tersipu-sipu :P). Dari norak & tidak terbiasa, akhirnya pun menjadi terbiasa (walau noraknya gak bener-bener hilang). Entah karena efek menulis yang luar biasa atau memang karena aku gak punya temen curhat, menulis menjadi sebuah kebutuhan pada akhirnya. Setiap aku galau, marah, sedih aku menulis, lalu aku merasa enak. Saat aku senang, aku juga menulis untuk mengabadikan kesenanganku itu yang bisa membuat aku senyum-senyum lagi saat membacanya kembali. Setiap aku kehilangan barang aku juga menulis, selain untuk menghilangkan sebal, entah kenapa setiap barang hilang yang kutulisย  hampir selalu berakhir dengan menemukan barang yang kucari tersebut. Sayangnya, kegiatan…