LIFE: 5 in 5, Casa Elana for IHB Blog Post Challenge

Entah sejak kapan kok aku jadi visioner seperti ini. Di awal tahun aku buat target personal dan resolusi blog, bulan ini aku buat 101 target dalam 1001 hari dan sekarang mau nambah lagi! Five in Five a.k.a. 5 impian dalam 5 tahun ke depan. Hhhm, jadi ada target untuk setahun, 3 tahun dan 5 tahun. Oke sip. πŸ˜€

wpid-img_20150424_15004701.jpg.jpeg

Continue reading LIFE: 5 in 5, Casa Elana for IHB Blog Post Challenge

BLOGZONE: Siap Hadapi Mobilegeddon?

wpid-mobilegeddon-jnynita.jpg

Saat ini semakin banyak pengguna internet yang menggunakan ponselnya untuk berselancar di dunia maya. Hal ini membuat Google membuat pembaruan dalam algoritma-nya. Web yang tampilannya mobile friendly akan lebih mudah terdeteksi dalam mesin pencarian dan yang belum mobile-friendly akan ‘punah’ dari halaman pertama google.

Continue reading BLOGZONE: Siap Hadapi Mobilegeddon?

LIFE: Ujian Terakhir dan Yang Paling Menegangkan

Apa ujian yang paling menegangkan yang pernah kamu jalani?

10 tahun yang lalu pasti jawabanku adalah UAN dan dilanjutkan dengan SPMB. Setelah itu walau setiap ujian itu pasti bikin nervous ya rasanya gitu-gitu aja sampai aku harus menjalani yang namanya UKDGI atau Ujian Kompetensi Dokter Gigi. UKDGI ini terdiri dari dua tipe ujian, teori dan praktek. Ujian teorinya biasa aja tapi ujian prakteknya, wuih, bikin keringet dingin.

Continue reading LIFE: Ujian Terakhir dan Yang Paling Menegangkan

Aku Menulis (Lagi)

re-mark-a-blog

Agendaku πŸ˜€

Dulu, saat masa-masa SMA merupakan masa-masa dimana aku sangat banyak menulis. Bukan menulis artikel, buku, novel, cerpen, dan sejenisnya namun β€˜hanya’ menulis diary. Hal ini bermula dari kelas 1 SMA, entah kenapa tiba2 pengen nulis diary lalu aku pun membeli buku diary tinker bell. Dan seperti kebanyakan orang yang setiap memulai hal baru pasti akan mengalami fase-fase norak, aku pun merasa seperti itu (kalau baca diary pertama ku itu aku jadi malu dan tersipu-sipu :P). Dari norak & tidak terbiasa, akhirnya pun menjadi terbiasa (walau noraknya gak bener-bener hilang). Entah karena efek menulis yang luar biasa atau memang karena aku gak punya temen curhat, menulis menjadi sebuah kebutuhan pada akhirnya.

View original post 878 more words