Journal, life

LIFE: Ujian Terakhir dan Yang Paling Menegangkan

Apa ujian yang paling menegangkan yang pernah kamu jalani?

10 tahun yang lalu pasti jawabanku adalah UAN dan dilanjutkan dengan SPMB. Setelah itu walau setiap ujian itu pasti bikin nervous ya rasanya gitu-gitu aja sampai aku harus menjalani yang namanya UKDGI atau Ujian Kompetensi Dokter Gigi. UKDGI ini terdiri dari dua tipe ujian, teori dan praktek. Ujian teorinya biasa aja tapi ujian prakteknya, wuih, bikin keringet dingin.

Ujian praktek UKDGI ini terdiri dari 8 pos yang setiap 2 pos adalah pos istirahat. Logikanya karena ujian ini dilakukan setelah dinyatakan lulus oleh kampus harusnya gampang aja dilalui, kenyataannya.. Susyeh!! Soalnya bener-bener unpredictable dan muncul juga soal yang saat ko-as belum pernah aku alami. Bagi yang kepo tentang UKDGI bisa dilihat gambar di samping dan intip pos yang telah dibuat oleh adek kelasku ini. πŸ™‚

Untuk menghadapi ujian yang paling menegangkan, apa yang harus kita lakukan? Tentu saja BELAJAR. Tapi rasanya pasti gak cukup. Padahal kuliah nyaris gak pernah absen, lumayan rajin merangkum, fotokopi diktat dan materi lumayan lengkap, textbook dan e-book ada. Rasanya pengen bisa mengulur waktu ujian untuk bisa mempersiapkan lebih baik. Tapi semakin belajar, semakin sadar kalau ternyata banyak yang belum dimengerti dan harus dipelajari.

wpid-snapbook-picture-8.jpg.jpeg

Itu baru persiapan menghadapi ujian di dunia.

Bagaimana persiapan untuk menghadapi ujian di akhirat?

Saat sakaratul maut.

Saat di dalam kubur.

Saat di Padang Mahsyar.

Sudahkah persiapan kita se-RAJIN dan se-NIAT untuk menghadapi ujian di dunia?

wpid-snapbook-picture-8.jpg.jpeg

Ngebayangin hal di atas bikin sedih..

Padahal ujian di dunia kalau gagal bisa coba lagi sampai berhasil, ujian di akhirat cuma sekali dan gak bisa diulang lagi.

Ujian di dunia jika gagal sedihnya hanya beberapa saat, ujian di akhirat kalau gagal. Aku gak berani membayangkannya.

Untuk menghadapi ujian di dunia gak bisa tenang sebelum persiapannya matang dengan kuliah yang mahal, baca textbook dan jurnal, belajar bersama, privat, kursus intensif.

Untuk menghadapi ujian di akhirat cukup dengan mendengarkan kajian sambil lalu atau via pesan-pesan yang dibagikan via broadcast BBM atau grup Whatsapp?

Ujian di dunia dengan susah payah kita cari kisi-kisi ujian, sedangkan untuk ujian di akhirat yang sudah ada kisi-kisinya tetap gak bikin tergerak untuk mempelajarinya?

Untuk hal di dunia kenapa kita bisa fokus dan konsisten, kenapa untuk urusan akhirat taat dan istiqamah sedemikian susahnya?

Ini yang ada di pikiranku akhir-akhir ini.

Sudahkah kita mempersiapkan dengan baik untuk menghadapi ujian terakhir yang paling menegangkan?

Ujian menuju kehidupan yang abadi.

wpid-snapbook-picture-8.jpg.jpeg

P.s. Adek kelasku yang membuat gambar dan post yang aku link di atas sudah lebih dulu menghadap Allah Yang Maha Kuasa.

EVERY SOUL SHALL TASTE DEATH

Advertisements

21 Comments

  1. Pingback: LIFE: Visualisasi waktu dengan timeline | JNYNITA

  2. Jleb! Langsung merinding.. 😦

    Makasih uda ngingetin yah, Mbak Niiit..

  3. Ira says

    ketampar banget baca tulisan ini Nita…
    terima kasih sudah mengingatkan πŸ™‚

  4. Gara says

    Hm… iya ya. Tulisan ini membuka mata banget. Terima kasih sudah diingatkan. Mari terus memupuk amal baik, tak ada amalan yang tak sia-sia :)).

  5. Thanks Nit for reminding. Sejak aku pindah, kadang aku merasa kok kualitasku ngejar Akhirat jadi semakin menurun. Sedih tapi musti semangat lagi meskipun yang muslim disini sedikit πŸ™‚

  6. This is why death always thrills me. Great post, Mbak Nit. Kadang kita lupa dan terlena, bahwa hidup di dunia hanya canda belaka, yg lebih harus disiapkan adalah untuk kehidupan abadi kelak.

  7. Bertambahnya usia, bukannya merasa panjang umur, tapi merasa waktunya semakin pendek memasuki kehidupan yang sebenarnya (abadi).

    • tadi belum kelar komen, dah ketekan post

      Intinya… mari menyiapkan bekal untuk hari yg sudah pasti.
      Sebab kita gak tahu kapan ujian itu akan berakhir, krn maut adalah misteri, yg sewaktu-waktu bisa menjemput kita.

  8. Saya waktu mau ujian lsp migas kemaren sempat sakit gusi gara-gara stress mikirin ujian.
    Kenapa ya untuk urusan akhirat kadang kita malah menyepelekan. Ampuni aku ya robb.

  9. Deg. Semoga efek tamparannya nggak cuma sesaat. Semangat semangat!

  10. Thanks for sharing Mba. Benar kata Mas Dani, jadi tamparan pipi kanan kiri πŸ™‚

  11. Kena tampar kanan kiri gw Nit. Makasih ya diingetin. UKDGI nya hasilnya dah keluar belum?

Comments are closed.