Category Archives: life

Proses Pembuatan Keputusan – Decision Making

Jalan hidup kita adalah hasil dari keputusan-keputusan kita sebelumnya. Yes or yes?

Dari statement di atas aku berpikir untuk menghasilkan kehidupan yang baik, harus bisa membuat keputusan yang baik. Saat membuat keputusan, kita akan menggunakan seluruh data yang kita punya untuk mepertimbangkan pilihan-pilihan yang ada. Oleh karena itu aku berusaha banyak baca, banyak belajar, banyak cari tahu supaya bisa membuat keputusan-keputusan di dalam hidup dengan yang lebih baik.

Continue reading Proses Pembuatan Keputusan – Decision Making

Manfaat Menulis Jurnal atau Diary Lebih dari 15 Tahun

My Diaries

Tahun 2020 merupakan tanda kalau aku sudah 15 tahun lebih menulis keseharian di Diary. On-off tentu saja, karena ada masa-masa di mana aku sangat sibuk (pas kuliah) dan ada pula masa diary digantikan oleh blog dan media sosial. Tapi aku selalu punya diary, seperti sekarang walau diary-ku bukan dalam bentuk buku lagi melainkan tertulis di Ipad (lebih menjaga privacy).

Continue reading Manfaat Menulis Jurnal atau Diary Lebih dari 15 Tahun

LIFE: Serunya 2018!

2018 itu campur aduk. Kalau lihat teman-teman yang merekapitulasi tahun 2018 di social media, kelihatannya pada puas tentang tahun lalu. Di sisi lain, Indonesia lagi banyak bencana. Ya tidak perlu sawang sinawang.

Di sisiku, tahun 2018 merupakan tahun yang bisa kuingat dengan manis. Secara eksternal tidak ada progress yang signifikan. Aku lebih merasa berkembang secara internal, apa saja?

Continue reading LIFE: Serunya 2018!

LIFE: The Best Goal is One Goal

2019!

Alhamdulillah lagi-lagi bisa merasakan pergantian tahun dengan tradisi yang hampir sama. Gegap gempita acara tahunan, napak tilas apa saja yang terjadi di tahun 2018, lalu resolusi tahun baru.

Resolusi, kamu buat resolusi apa untuk tahun ini?

Aku dulunya termasuk orang yang semangat banget dengan tahun baru karena berarti semangat baru, harapan baru, agenda baru (aha!). Biar makin seru, buatlah resolusi tahun baru. Bayangannya di akhir tahun resolusi itu akan terwujud.

Semangat hadapi tahun baru itu lalu sirna menjadi momen yang menjengkelkan saat aku masih ko-as dulu, karena momen tahun baru jadi seperti pengingat betapa gagalnya aku di tahun itu. Tahun 2014 rasa jengkel itu mulai sirna lalu aku kembali buat resolusi tahun baru. Hasilnya apa? Mengecewakan juga. Haha! Tapi tidak kapok, sehingga pas 2015 masih berusaha semangat di awal tahun dan buat resolusi tahun baru lagi.

Di pergantian tahun 2016 merupakan salah satu masa tersuram. Buat resolusi sudah terbukti bukan hal yang manjur untuk buat semangat dan mengenyahkan kecemasan dan depresi.

Hei, tapi hidup itu harus punya tujuan kan? Dan untuk mencapai tujuan itu harus direncanakan?

Yes!

Oleh karena itu kita harus cerdas dalam milih tujuan. Dan akhirnya aku memilih satu target terbaik yang gak hanya menjadi target selama setahun saja, tapi untuk selamanya.

THE BEST GOAL IS ONE GOAL

Dan satu goal itu adalah untuk meraih ridha Allah.

Tujuannya itu dan cara mencapainya bisa macam-macam asal diniatkan untuk Allah! Bisa sekreatif mungkin, bisa senyaman mungkin, bisa sesuai dengan ritme hidup kita, dan bisa sesuai dengan kemampuan kita. Fleksibel.

Tujuannya terlihat sederhana? Tapi untuk mencapai itu kita harus selalu waspada, khususnya waspada terhadap waktu yang kita pergunakan. Tidak hanya dalam pergantian tahun saja, tapi juga tiap detik, menit, hari, minggu, bulan, dan seterusnya.

Setiap hari usahakan semuanya tercatat dengan baik. Setelah tercatat, secara periodik harus juga dievaluasi: mingguan, bulanan, dan tahunan. Setelah dievaluasi lalu pikir-pikir lagi rencana ke depannya akan apa? Ada yang time limit dalam waktu tertentu dan ada juga yang memang ingin dijadikan sebagai kebiasaan baik. Kapan rencana baik mulai dijalankan? Kapan aja, gak harus nunggu tahun baru.

Lalu apa aja yang mau dimulai di tahun 2019 ini? Yang pasti kelanjutan dari project di tahun sebelumnya.

  • Finansial: Tahun lalu berhasil konsisten mencatat keuangan dan berhasil hemat di beberapa poin. Tahun 2019 ini dimulai dengan budget planning baru hasil evaluasi tahun lalu, semoga bisa lebih hemat.
  • Beauty: Tahun lalu udah eksplorasi macam-macam dan akhirnya nemu yang bisa bikin kulitku lumayan stabil. Tahun ini setia sama yang dipunya aja, jadi mendukung poin finansial juga kan.
  • Kesehatan: Untuk olahraga aku masih malas sih (padahal tahun lalu sempet rajin latihan memanah). Fokus ke makanan aja kali ya. Tahun lalu aku juga eksplorasi makanan, tahun ini lebih banyak buat sendiri aja ah. Oh iya, mulai Februari 2019 aku ikutan workshop eating clean, semoga bisa diterapkan.
  • Outfit: Tahun lalu jadi banyak beli dan pakai baju berwarna, hahaha, responnya pada positif tapi aku mumet madu padaninnya. Tahun ini, upgrade pakai manset kali yaa (suka terlalu cuek sama lengan yang tersingkap, huhu).
  • Blog: Berhubung di awal tahun akan kerja rodi dulu prakteknya, urusan blog diurus dengan santai aja. Sempet nulis ya di-update, terlalu lelah dan sibuk ya gak apa-apa kalau gak update blog. Effortless.

Tahun ini walau gak punya resolusi, tapi tetap merencanakan apa yang akan dilakukan di tahun 2019. Bedanya apa? Kalau resolusi biasanya pada punya target besar yang harus dicapai dalam setahun, sedangkan yang kulakukan langsung actionable plan-nya. Yang aku tulis di atas itu nggak saklek, karena nantinya tergantung kondisiku aja.

Jika memungkinkan untuk dicapai ya dimasukkan dalam to do list yang harus dicapai dalam satu bulan, satu minggu, atau satu hari. Dengan seperti ini jadinya lebih ringan, lebih fleksibel, dan berdasarkan pengalaman lebih konkrit dan mudah tercapai.

Mau targetmu besar atau sederhana seperti targetku, inget selalu satu tujuan yang utama ini. Jika targetmu besar insyaa Allah akan dapat jalan terbaik dari Allah, jika targetmu sederhana insyaa Allah gak akan sia-sia. Mau besar atau kecil kalau tujuannya diniatkan untuk Allah hidup pasti akan tenang.

Dan tenang adalah tanda kebahagiaan. 🙂

LIFE: Saat Suasana Hati Meredup

wp-1541693703269..jpg

Dalam course The Science of Happiness yang ada di EdX diterangkan bahwa mayoritas manusia itu salah kaprah dalam memahami kebahagiaan. Kebahagiaan sering diartikan sebagai suasana hati yang senang terus, tanpa rasa sedih, sehingga saat rasa sedih muncul kita menjadi merasa bersalah. Dari hasil penelitian, justru orang yang berusaha untuk selalu senang malah jauh dari kebahagiaan.

Continue reading LIFE: Saat Suasana Hati Meredup

LIFE: Memori

IMG_20180621_171441-EFFECTS.jpg
Ini di Jakarta lhooo.. Editan fotonya dieditin sama Google Photo. Ahey!

Di hari-hari terakhir Ramadhan aku malah berkutat dengan laptop. Untuk apa? Untuk organisir data-data dan melakukan sinkronisasi dengan penyimpanan awan. File-file disusun berdasarkan abjad dan foto-foto disusun berdasarkan tahun. Apa yang bikin panik? Ternyata koleksi foto2ku lagi mentok cuma sampai tahun 2014!

Continue reading LIFE: Memori

LIFE: Vitalitas Hidup

Suatu kata yang paling sering untuk menggambarkan depresi adalah sedih dengan lawan katanya adalah bahagia, sehingga logikanya adalah untuk menghilangkan depresi caranya adalah dengan cara bersenang-senang untuk menghilangkan sedih. Tapi menurutku kata yang paling pas untuk menggambarkan depresi adalah kehilangan vitalitas hidup.  Oleh karena itu bersenang-senang bukan solusi untuk menghilangkan depresi, karena percuma dong bersenang-senang kalau kita tidak bisa merasakannya?

Continue reading LIFE: Vitalitas Hidup