All posts filed under: life

Belanja Seru, Praktis, dan Hemat untuk Lebaran di Hijabenka

Bulan Ramadhan tahun ini merupakan bulan Ramadhan penuh tantangan untukku. Sakit dari sebelum puasa, harus bedrest sekitar 2 minggu, dan mobil yang masih betah di Bengkel. Sedih banget deh, karena walau udah sumpek di rumah tetep aja susah ke mana-mana, untuk beli kebutuhan pokok aja susah apalagi untuk ke luar rumah untuk shopping-shopping bin jalan-jalan.  Advertisements

LIFE: Hari Pertama Tanpa Suki

Hari pertama tanpa Suki, rasanya beda banget. Suki itu kucing yang cerewet, kalau aku pulang ke rumah disambut dengan ocehannya yang tidak kumengerti. Suki juga tipe yang ngaduan, tetangga rumah ada yang melihara kucing ras yang gede dan suka mem-bully Suki, aku namakan dia Bombom. Kalau Suki abis digangguin sama Bombom, dia masuk rumah sambil nangis “auwuwowuowoooow”. Ah, sayang gak ada videonya.

LIFE: You Could Have It So Much Better

Sekitar tahun 2004-2005 ada band yang jadi favoritku yaitu Franz Ferdinand. Yang aku suka dari band ini adalah liriknya bisa menggambarkan apa yang kupikirkan dan bisa jadi soundtrack banget. Salah satu lirik yang kusuka ada di lagu ini yaitu “You could have it so much better, if you try!!” Wew, pas banget jadi lecutan untuk belajar saat berjuang masuk FKG UI dan melewati awal kuliah yang lumayan bikin bete gara-gara ospek, kuliah padat, dan sebagainya. Akhir-akhir ini aku kembali butuh spirit di lagu ini lagi.. Yeah! I could have it so much better! If I try..

LIFE: Terjebak dalam Labirin

Aku memvisualisasikan waktu dengan timeline sejak tahun 2010. Kenapa 2010? Karena di tahun tersebut aku mengalami perubahan hidup yang besar-besaran. Bukan perubahan yang menyenangkan pastinya. Dari tahun ini 2010 hingga sekarang aku merasa berada di sebuah labirin. Berkali-kali berusaha keluar tapi masih saja terjebak di dalamnya. Hal ini banyak mempengaruhi kepribadian dan gaya hidup. Nita berubah dari yang excited akan banyak hal (hingga akhirnya pas kuliah aku ikut beberapa organisasi sekaligus), suka olahraga (selain untuk beli buku, uang beasiswa-ku habisnya untuk beli perlengkapan gym di rumah), suka jalan-jalan, jadi Nita yang mager untuk ngapa-ngapain.

LIFE: Someone To Talk To…

Akhir-akhir ini aku lagi kangen Mbah Kung. Mbah Kung ini kakek dari keluarga Papa. Aku tinggal dengan Mbah Kung dari usia 17 bulan hingga Mbah Kung meninggal di bulan April 2006. Sedihnya pas Mbah Kung meninggal aku gak di Jakarta, malah lagi di Jogja. Mbah Kung bisa dibilang orang yang banyak ngasih pengaruh untuk aku. Kami bisa saja berkutat seharian baca buku dan merangkumnya, catatan kami sama-sama banyak. Bedanya catetanku penuh warna dan catatan Mbah Kung mayoritas pakai tinta hitam dengan tulisan sambung.