Author: Justisia Nita

DAILY: Letupan Kecil

Dahulu kala, blog ini punya kategori khusus untuk menampung letupan-letupan kecil. Suatu perasaan excited dan happy yang muncul di hari-hari biasa hanya karena hal-hal yang sederhana. Letupan-letupan itu sempat aku buatkan blog sendiri, supaya punya ruang sendiri. Tapi ternyata letupan-letupan itu makin jarang muncul. Lalu hilang. Lalu aku lupa rasanya. Blognya pun ikutan hilang. Sekarang ini letupan-letupan itu kembali hadir. Ah. Senang! 🙂 Advertisements

BEAUTY: Khalisa Skincare – Basic Skincare That I Trust

Menjelang usia kepala 3 aku mulai serius mikirin skincare sehingga dari bulan Juni lalu aku coba-coba skincare baru dan mayoritas bikin kulitku iritasi! Kulitku ini memang sensitif, sehingga kalau ada yang gak cocok langsung ketauan hasilnya seperti kemerahan dan timbul jerawat kecil-kecil (pustul dengan ukuran sekitar 1 mm) yang menyebar di area dagu dan pipi (kalau parah). Misalnya iritasi, aku pakai skincare untuk meredakan iritasi, lalu kembali ke basic skincare, abis itu coba produk baru lagi, hehehe.

LIFE: Keluar dari Labirin

Setelah post yang lalu terbit, jadinya ada temen-temen yang open juga pernah mengalami depresi atau sedang mengalami depresi. Sebelumnya yang tau cerita di post itu hanya beberapa orang, baru kemarin aja aku coba tuangkan di blog karena momennya pas dan saat ini aku gak sedang dalam keadaan itu, jadi insyaa Allah bisa lebih objektif. Dari temen-temen yang kasih tau kisah itu, sebagiannya jadi cerita apa yang dia rasain dan nanya-nanya. Yang paling sering ditanyakan adalah kapan butuh ke dokter Sp.KJ atau psikolog dan bagaimana mengatasi depresinya? Aku berusaha menuliskan jawabannya di post ini.

LIFE: Depresi dan Kematian

Depresi dan kematian adalah dua kata yang lagi eksis di media sosial belakangan ini. Yang satu di ranah nasional dan yang satu internasional. Yang satu sudah pasti bunuh diri dan yang satunya karena sakit (aku berharapnya beneran karena sakit). Aku ini aslinya lagi males banget nulis, tapi topik ini rasanya butuh dituangkan. Oooh, seandainya blog itu bisa ditulis hanya mengandalkan pikiran, gak usah pakai senam mata dan jari. Kenapa butuh dituliskan? Karena aku sempat alami masa-masa depresi, sempet juga bosen hidup, dan akhirnya bisa keluar dari situasi itu (setelah bertahun-tahun).

BLOG: Effortless Blog Post? 

Sebelum menyentuh blog ini lagi, aku blogwalking dan lihat-lihat blog baru. Biasanya ya lama gak buka blog bakal kelihatan ada trend-nya, tapi kali ini nggak ada yang signifikan. Good point-nya kualitas blog post di jaman sekarang jadi manteb-manteb. Fotonya tajam, cerah, latar belakang mayoritas putih, dan minimalis. Pemilihan judul blog post juga pada gak asal-asalan, lebih SEO friendly, tsaaah.