Tag Archives: yearly

LIFE: The Best Goal is One Goal

2019!

Alhamdulillah lagi-lagi bisa merasakan pergantian tahun dengan tradisi yang hampir sama. Gegap gempita acara tahunan, napak tilas apa saja yang terjadi di tahun 2018, lalu resolusi tahun baru.

Resolusi, kamu buat resolusi apa untuk tahun ini?

Aku dulunya termasuk orang yang semangat banget dengan tahun baru karena berarti semangat baru, harapan baru, agenda baru (aha!). Biar makin seru, buatlah resolusi tahun baru. Bayangannya di akhir tahun resolusi itu akan terwujud.

Semangat hadapi tahun baru itu lalu sirna menjadi momen yang menjengkelkan saat aku masih ko-as dulu, karena momen tahun baru jadi seperti pengingat betapa gagalnya aku di tahun itu. Tahun 2014 rasa jengkel itu mulai sirna lalu aku kembali buat resolusi tahun baru. Hasilnya apa? Mengecewakan juga. Haha! Tapi tidak kapok, sehingga pas 2015 masih berusaha semangat di awal tahun dan buat resolusi tahun baru lagi.

Di pergantian tahun 2016 merupakan salah satu masa tersuram. Buat resolusi sudah terbukti bukan hal yang manjur untuk buat semangat dan mengenyahkan kecemasan dan depresi.

Hei, tapi hidup itu harus punya tujuan kan? Dan untuk mencapai tujuan itu harus direncanakan?

Yes!

Oleh karena itu kita harus cerdas dalam milih tujuan. Dan akhirnya aku memilih satu target terbaik yang gak hanya menjadi target selama setahun saja, tapi untuk selamanya.

THE BEST GOAL IS ONE GOAL

Dan satu goal itu adalah untuk meraih ridha Allah.

Tujuannya itu dan cara mencapainya bisa macam-macam asal diniatkan untuk Allah! Bisa sekreatif mungkin, bisa senyaman mungkin, bisa sesuai dengan ritme hidup kita, dan bisa sesuai dengan kemampuan kita. Fleksibel.

Tujuannya terlihat sederhana? Tapi untuk mencapai itu kita harus selalu waspada, khususnya waspada terhadap waktu yang kita pergunakan. Tidak hanya dalam pergantian tahun saja, tapi juga tiap detik, menit, hari, minggu, bulan, dan seterusnya.

Setiap hari usahakan semuanya tercatat dengan baik. Setelah tercatat, secara periodik harus juga dievaluasi: mingguan, bulanan, dan tahunan. Setelah dievaluasi lalu pikir-pikir lagi rencana ke depannya akan apa? Ada yang time limit dalam waktu tertentu dan ada juga yang memang ingin dijadikan sebagai kebiasaan baik. Kapan rencana baik mulai dijalankan? Kapan aja, gak harus nunggu tahun baru.

Lalu apa aja yang mau dimulai di tahun 2019 ini? Yang pasti kelanjutan dari project di tahun sebelumnya.

  • Finansial: Tahun lalu berhasil konsisten mencatat keuangan dan berhasil hemat di beberapa poin. Tahun 2019 ini dimulai dengan budget planning baru hasil evaluasi tahun lalu, semoga bisa lebih hemat.
  • Beauty: Tahun lalu udah eksplorasi macam-macam dan akhirnya nemu yang bisa bikin kulitku lumayan stabil. Tahun ini setia sama yang dipunya aja, jadi mendukung poin finansial juga kan.
  • Kesehatan: Untuk olahraga aku masih malas sih (padahal tahun lalu sempet rajin latihan memanah). Fokus ke makanan aja kali ya. Tahun lalu aku juga eksplorasi makanan, tahun ini lebih banyak buat sendiri aja ah. Oh iya, mulai Februari 2019 aku ikutan workshop eating clean, semoga bisa diterapkan.
  • Outfit: Tahun lalu jadi banyak beli dan pakai baju berwarna, hahaha, responnya pada positif tapi aku mumet madu padaninnya. Tahun ini, upgrade pakai manset kali yaa (suka terlalu cuek sama lengan yang tersingkap, huhu).
  • Blog: Berhubung di awal tahun akan kerja rodi dulu prakteknya, urusan blog diurus dengan santai aja. Sempet nulis ya di-update, terlalu lelah dan sibuk ya gak apa-apa kalau gak update blog. Effortless.

Tahun ini walau gak punya resolusi, tapi tetap merencanakan apa yang akan dilakukan di tahun 2019. Bedanya apa? Kalau resolusi biasanya pada punya target besar yang harus dicapai dalam setahun, sedangkan yang kulakukan langsung actionable plan-nya. Yang aku tulis di atas itu nggak saklek, karena nantinya tergantung kondisiku aja.

Jika memungkinkan untuk dicapai ya dimasukkan dalam to do list yang harus dicapai dalam satu bulan, satu minggu, atau satu hari. Dengan seperti ini jadinya lebih ringan, lebih fleksibel, dan berdasarkan pengalaman lebih konkrit dan mudah tercapai.

Mau targetmu besar atau sederhana seperti targetku, inget selalu satu tujuan yang utama ini. Jika targetmu besar insyaa Allah akan dapat jalan terbaik dari Allah, jika targetmu sederhana insyaa Allah gak akan sia-sia. Mau besar atau kecil kalau tujuannya diniatkan untuk Allah hidup pasti akan tenang.

Dan tenang adalah tanda kebahagiaan. 🙂

BEAUTY: Best Skincare 2017 Versi JNYnita

Skincare selalu jadi petualangan yang menarik! Walau kadang hasilnya gak menarik, hahahaha, mengingat betapa sensitifnya kulitku ini. Kulit yang sensitif itu yaa, kalau produknya cocok ya langsung berasa efeknya, tapi kalau gak cocok juga langsung berasa juga nistanya. Tahun ini aku belajar tentang yang namanya skin barrier, sepertinya yang bikin kulitku super sensitif karena skin barrier-ku gak kuat karena lagi pakai Retin A juga (akan bahas ini di post berikutnya ya), makanya mulai deh cari produk yang bisa menguatkan skin barrier.

Oil-based cleanser: Heimish & Hada Labo

Dari tahun 2016 aku setia pakai micellar water, namun di pertengahan tahun 2017 aku kembali pengen pakai oil-based cleanser karena males banget pakai kapas dan kok rasanya jadi sayang muka diusrek-usrek pakai kapas, haha. Aku lalu balik pakai oil-cleanser kesayangan yaitu Biore Cleansing Oil, lalu sempat pakai Laneige Fresh Brightening Cleansing Oil dan Klairs Gentle Black Deep Cleansing Oil, dan akhirnya bener-bener suka sama Heimish All Clean Balm.

sam_2604

Heimish All Clean Balm adalah cleansing balm pertama yang aku coba dan langsung jatuh cinta! Aromanya enak sekali, cukup pakai sedikit banget dan dioles di muka langsung meleleh dan menghapuskan segala dosa! Sayangnya belinya harus online, huhuhu. Untuk alternatif aku malah suka Hada Labo Ultimate Moisturizing Cleansing Oil. Dulu pas pertama kali nyoba, aku kurang begitu suka tapi entah kenapa ya, malah jadi suka. Hada Labo gak ada aromanya, teksturnya agak kental sehingga pas diusap dimuka gak bikin kulit tergesek-gesek dan rasanya cepet bersih aja, pas dibilas masih ada rasa lembapnya.

Sumber Gambar: Heimish All Clean Balm Review Untuk Kulit Berjerawat.

Water-based cleanser: Khalisa Essential Lightening Facial Foam & Sensatia Botanicals Acne Clarifying Facial Cleanser.

Kesukaanku pada Khalisa Essential Lightening Facial Foam sudah dituangkan dalam post khusus. Hal yang menyenangkan dari Khalisa adalah begitu lembut, murah, dan mudah didapat (kata-kata murah akan banyak terdapat dalam post ini!). Selain Khalisa, aku juga suka Sensatia Botanicals Acne Clarifying Facial Cleanser karena gak berbusa (terasa keren aja kalau pakai yang soap free), rasanya dingin di muka, aromanya lucu, dan sekali beli langsung isinya banyak! Penasaran deh varian Sensatia Botanicals lainnya.

Khalisa
Facial Foam-nya paling sering kubeli di tahun 2017!

Exfoliating Toner: n/a

Tahun 2017 aku coba Pixi Glow Tonic yang lumayan aku suka tapi harganya gak aku suka, jadi masih nyari-nyari yang lain, Benton Aloe BHA Skin Toner hasilnya so-so, dan Hada Labo Mild Peeling Lotion yang juga so-so. Tahun ini pengen coba Wishtrend 5% Mandelic Acid deh.

Hydrating Toner: Pyunkang Yul Essence Toner & Klairs Supple Preparation Toner

Pyunkang Yul Essence Toner aku suka karena kandungannya minimalis banget, lumayan soothing, tapi hidrasinya gak secespleng si Klairs. Klairs Supple Preparation Toner aku suka AROMANYA, hidrasi banget, dingin, dan bisa puk-pukin kulitku yang lagi sensitif. Pantesan deh Klairs toner ini jadi kesayangan banyak orang, aku pun akhirnya beli untuk persediaan.

First Treatment Essence: Missha Time Revolution FTE.

Aku pakai Missha Time Revolution FTE cuma sampai pertengahan tahun awal, teksturnya ringan banget, gak ada aroma yang mengganggu, dipakai berlapis-lapis tetap nyaman, ah untuk aplikasinya nyenengin lah. Efek yang paling cepet berasa adalah hidrasi dan efek pas udah dipakai lama adalah tiba-tiba diskolorasi yang bandel banget akhirnya bisa hilang! Jadi kangen pakai Missha lagi kan, tapi mau abisin FTE-nya Wardah dulu. Oiya, tahun lalu aku juga cobain Sulwhasoo First Activating Serum yang juga enak! Tapi sayang harganya lebih gak enak.

Essence/Serum: Cosrx Advanced Snail 96 Mucin Power Essence

Katanya essence dan serum itu berbeda, tapi aku gak punya serum favorit di tahun ini dan Cosrx Advanced Snail 96 Mucin Power Essence ini lumayan kental sehingga pantaslah berfungsi sebagai serum. Seperti yang lainnya, awalnya aku juga skeptis, apaan nih essence-nya siput, menggelikan. Tapi karena review-reviewnya begitu oke, aku lalu beli sample-nya. Hhhhhm, waw, di saat yang sama aku lagi pakai Cosrx yang Whitening Power Essence, tapi bekas jerawat malah lebih cepet ilang pakai Cosrx Snail Essence ini. Ajaib! Lalu juga efektif banget mencegah dan mengatasi iritasi setelah pakai skincare yang agak harsh (Retin A misalnya).

Face Oil: The Body Shop Oil of Life

Pas mau coba ini selalu maju mundur karena HARGA! Tapi setiap main ke counter-nya TBS, Oil of Life ini selalu manggil-manggil untuk dibeli. Nit, Nit, aku aromanya enak lhooo, walau minyak tapi cepet banget diserapnya lhoooo. Begitu katanya. Alhamdulillah saya cerdas, dinamis, dan tangguh sehingga beli sample-nya aja. Lumayan banget deh, dengan seharga 30 ribuan saja bisa dapat sample The Body Shop Oil of Life 7 ml dengan kemasan pipet yang tjantiq. Aku langsung beli 3 dan gak habis-habis juga karena memang jarang dipakai, hahaha, karena aku pakainya kalau kulit lagi kering aja.

Dari setiap aplikasinya, ooooh, menenangkan sekali aromanya. Hanya butuh dikit banget bisa dipakai semuka. Tapi sayangnya kadang bikin kulit tambah berminyak. Dilihat-lihat dari kandungannya memang jenis minyak yang di dalamnya adalah tipe minyak yang hangat, sehingga merangsang kulit lebih berminyak kali ya? Hahaha, di sini saya sotoy.

Moisturizer: Etude House Soon Jung 2x Barrier Intensive Cream

Aku sempet ilfeel sama Etude House karena apa aja yang kubeli dari Etude House hasilnya adalah break out! Skincare-nya Etude House juga sering dikenalnya cuma sekedar gimmick aja. Pas Liah Yoo mention line Soon Jung ini di videonya aku jadi terkejut, really? Etude House bisa bagus? Hahaha. Setelah beli sample dalam bentuk sachet yang berisi toner, emulsion, cream, dan cream lagi, aku pun sepakat memang beneran bagus. Dari 4 produk yang kucoba itu yang bener-bener bikin aku suka cuma Etude House Soon Jung 2x Barrier Intensive Cream sehingga beli sample size-nya 3 buah, karena (lagi-lagi) jadi jauh lebih ekonomis daripada beli full-sizenya.

Aku suka Cream ini karena seperti Cosrx snail essence, krim ini bisa membantu menenangkan iritasi tapi juga bisa dipakai sehari-hari. biasanya pas lagi iritasi aku pakai Avene skin repairing cream, tapi ini terlalu rich untuk pelembap sehari-hari dan aku pun malas beli produk yang hanya dipakai saat iritasi, kan berharapnya kulit selalu dalam keadaaan tenang, tentram, dan damai. poin lebih dari Etude House ini adalah kadang kulitku kalau pakai foundation langsung muncul jerawat setelahnya, dan pakai moisturizer ini kulitku adem ayem. Hohoho.

Sunscreen: Etude House Mild Watery Light

Etude House lagiiiiiii!!!! Tahun 2017 aku eksplorasi sunscreen banyak banget, mayoritas berakhir dengan biasa aja atau gak cocok. Yang outstanding cuma Etude House Mild Watery Light SPF 50 PA+++ karena ringan banget, gak white cast,  gak bikin perih pas dipakai di kulit yang iritasi, dan aku bisa skip pakai pelembap karena teksturnya bener-bener seperti pelembap.

Sheet Mask: Vivelle Collagen Vitamin C

Aku termasuk gak gak memfavoritkan pakai sheet mask karena seperti buang-buang duit aja, pedih rasanya sekali pakai masker minimal mengeluarkan uang sekitar belasan ribu udah gitu belum tentu kelihatan efeknya. Satu-satunya masker yang pernah kucoba (dan tentunya jumlahnya belum sebanyak beauty blogger aselik) dan beneran ngasih efek brightening cuma Vivelle ini, khususnya yang varian Vivelle Collagen Vitamin C yaa. Di supermarket kesayangan harganya cuma 11 ribuan, pernah ketemu pas lagi diskon jadi 8000an aku langsung borong!

Mud Mask: Himalaya Purifying Neem Mask

Tahun ini Mud Mask lagi naik daun yaaa. Aku udah coba Glamglow (Alhamdulillah langsung gak cocok), TBS Himalayan Charcoal (mirip-mirip Glamglow, tapi kulitku masih bisa nerima ini), Lush Magmaminty (asik dinginnya tapi gak ngaruh untuk cegah dan mengeringkan jerawat) dan Innisfree Jeju Volcanic Color Clay Mask Cica (gak ngaruh apa-apa rasanya, hehehe). Alhamdulillah lagi, aku cocoknya sama Himalaya Purifying Neem Mask yang murah meriah horee!! Apalagi pas bulan Desember lagi diskon kan ya, nyetok deh.

Himalayan Purifying Neem Mask saat dipakai di kulit yang berjerawat bisa bikin jerawatnya kering dan pas kulit udah menunjukkan tanda-tanda jerawatan bisa mencegah juga, dipakai sering-sering gak pernah ngasih masalah. Yang jadi masalah adalah kadang susah ditemuin aja (untungnya udah punya back-up, hehehe).

Lip Balm: Laneige Lip Sleeping Mask

Salah satu bagian muka yang paling kusuka adalah bibir karena jarang bermasalah sehingga gak begitu rewel untuk urusan lip balm. Ah, awalnya aku bingung kenapa orang-orang pada rela beli Lip Sleeping Mask-nya Laneige karena mahal kan ya? Tapi aku iseng beli karena sepaket dengan Laneige Water Sleeping Mask, iseng juga akhirnya kupakai, dan ternyata suka. Suka karena apa? Entah lah, suka aja. Untuk selanjutnya aku bakal beli sample aja sih, sayang ah beli full-sizenya.

Demikian skincare-skincare favorit akuh di 2017. Pengalaman skincare di tahun lalu begitu menyenangkan karena akhirnya bisa nemuin banyak produk yang cocok di kulit dan menyenangkan. Tahun ini juga diuntungkan dengan banyak online shop yang menjual sharing produk atau sample sehingga bisa coba dulu baru beli yang ukuran aslinya kalau cocok.

Harapanku di 2018 semoga banyak produk skincare yang cocok di kulit khususnya produk lokal dong, jadi kan gak susah-susah amat nyari produknya, dan jangan mahal-mahal yaaa.. Hohoho..

Aku udah semangat nulis tapi masih malas foto-foto. Tadinya mau minjem-minjem foto, tapi akhirnya malas juga. Hahahaha.. Yaaaa, pengennya masing-masing produk yang aku mention di sini akan ada review khususnya yang berarti akan ada foto-foto (alakadarnya), yang penting sekarang post ini tayang dulu keburu basi. Hahahaha.. Kalau udah ada fotonya, insyaa Allah aku update.. 😀

BLOGZONE: Evaluasi Resolusi Blog 2015

Januari tahun lalu, Indonesian Hijab Blogger membuat sebuah challenge blog yang topiknya RESOLUSI BLOG 2015 dan aku ikut menyemarakkan dengan buat post-nya. Nah, setahun berselang saatnya resolusinya dievaluasi. Huks, scary but embrace it. Karena urusan resolusi bukan sekedar berhasil atau gagalnya namun sebuah proses mengenal diri sendiri untuk mengetahui apa yang paling pas buat kita. #sokbijak.
Continue reading BLOGZONE: Evaluasi Resolusi Blog 2015

MILESTONE: Remarkably 2015

A life worth living is a life worth recording

  • Jim Rohn

Aku ingat memulai awal tahun 2015 dengan penuh semangat yaitu di bulan Januari, Februari sebagai puncaknya, dan Maret. Di bulan April aku mendapat kabar beberapa orang yang kukenal berpulang dan kabar sebuah musibah juga, bikin aku memikirkan tentang waktu dan kehidupan. Bulan Mei, Silly juga berpulang.

Continue reading MILESTONE: Remarkably 2015

BLOGZONE: Reportase Tahunan JNYNITA.COM dari WordPress

Hal yang paling ditunggu di akhir tahun akhirnya terbit juga yaitu annual report dari WordPress!! Di awal tahun ini aku semangat banget untuk ngeblog, rencana awalnya blog ini aku seriusin sehingga kontennya yang layak baca bagi pengunjung dan gak ada galau-galau. Yang galau-galau pindah ke blog letupankecil.com aja.

Sayangnya dunia nyata lagi menguras energi sehingga susah untuk berkonsentrasi untuk buat post yang berkualitas, blog letupankecil.com pun down dan aku males utak-atiknya (hhhm, bagi yang ogah ribet kayak aku, pikir berkali-kali deh untuk bikin blog wordpress.org). Post galau-galau jadi masuk ke blog ini lagi dan blog ini pun kembali bertugas sebagai media katarsis namun juga menyediakan info-info yang semoga saja bermanfaat. 🙂

Penasaran annual report-nya seperti apa?

Continue reading BLOGZONE: Reportase Tahunan JNYNITA.COM dari WordPress

LIFE: Target Personal Nita

Menjelang akhir bulan Januari dan saya baru sharing tentang personal goals karena memang baru ditetapkannya sekarang. Biasanya saya buat target menjelang pergantian tahun dan muluk-muluk sehingga kebanyakan gak achievable dan mudah dilupakan. Baca artikel di Zenhabits juga bikin saya maju mundur untuk buat target karena katanya “The best goal is no goal“, tapi dari yang saya baca si Leo Babauta itu juga buat goal yaitu menjalani hidup dengan passion.

Continue reading LIFE: Target Personal Nita

BLOGZONE: Perencanaan Blog JNYnita 2015

Tahun yang baru, semangat baru, termasuk di dunia blog. Biasanya saya gak pernah buat resolusi atau target atau perencanaan untuk blog  karena targetnya sederhana aja yang penting ngeblog dengan passion dan Nita senang. Tapi berhubung sekarang udah pakai domain baru *ehem*, saya pengen lebih menyeriuskan blog JNYnita ini. 🙂

Continue reading BLOGZONE: Perencanaan Blog JNYnita 2015