Category Archives: Journal

Mencoba Menanam Selada

Selada adalah salah satu sayutlr favoritku, sayangnya kalau di Indonesia agak tricky untuk beli selada, seringnya nemu yang kemahalan atau sudah layu.

Saat lihat teman-teman mulai menanam sayuran untuk menambah hobi saat pandemi, aku tidak tertarik. Baru pas nonton drama korea Do Do Sol Sol La La Sol aku lihat selada-selada yang ditanam dan nampak menggemaskan (jadi dekorasi juga), baru deh tertarik.

Continue reading Mencoba Menanam Selada

Bullet Journal Tertua Nita, sejak 2005

Bullet journal menjadi trend beberapa tahun ini walau bullet journal yang nge-trend itu lebih seperti DIY journal daripada bullet journal seperti yang dimaksud oleh Ryder Caroll di blog dan bukunya. Saat nostalgia dengan jurnal-jurnal lamaku, aku jadi sadar bahwa bullet journal yang nge-trend itu sudah kulakukan sejak dulu kala. Hohoho..

Continue reading Bullet Journal Tertua Nita, sejak 2005

Manfaat Menulis Jurnal atau Diary Lebih dari 15 Tahun

My Diaries

Tahun 2020 merupakan tanda kalau aku sudah 15 tahun lebih menulis keseharian di Diary. On-off tentu saja, karena ada masa-masa di mana aku sangat sibuk (pas kuliah) dan ada pula masa diary digantikan oleh blog dan media sosial. Tapi aku selalu punya diary, seperti sekarang walau diary-ku bukan dalam bentuk buku lagi melainkan tertulis di Ipad (lebih menjaga privacy).

Continue reading Manfaat Menulis Jurnal atau Diary Lebih dari 15 Tahun

Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember – Budikdamber

Hari ini mau makan apa?

Ah gampang, tinggal beli aja atau belanja ke Pasar dan Supermarket dulu lalu masak-masak deh. Tapi coba bayangkan bagi yang berada di daerah paska bencana, di area pertambangan, atau pinggir pantai pasti lebih kesulitan untuk dapat ikan tawar dan sayuran segar. Budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember bisa menjadi solusinya.

Continue reading Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember – Budikdamber

Eight AM to Eight PM

  • Video Suki pas masih bayik. So cute! Tapi gak nyambung sama isi post 😀

Hari Kamis adalah jadwalku paling sibuk. Paginya praktek dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang, lalu lanjut praktek sore dari jam 3 sore sampai jam 8 malam. Menjelang jam makan siang aku sempet jalan-jalan naik Ambulance untuk jenguk Bidan yang dirawat di Rumah Sakit, pulangnya ditraktir Bebek yang sambelnya puedesss mantab.. Gara-gara makan sampai kenyang pas kerja pasien aku nguantuk banget, pas dateng pasien terakhir aku nyerah, untung asistennya beneran perawat gigi jadi bisa oper kerjaan yang memang kompetensi dia. 😀

Continue reading Eight AM to Eight PM