All posts filed under: Journal

I Love Rain â˜”

Hujan itu berkah! Saat hujan turun, kita gak boleh mengeluh. Justru harus bersyukur dan berdoa. Salah satu berkah hujan adalah bisa mengkamuflase mobil yang dekil. Tapi sekalinya kering, nista banget tampilan mobilnya dan bikin malu bawanya.. Hhhm, itu pertanda mobil harus segera dicuci. 😀

FEATURED: Pagi-Pagi Net TV

Hari Jumat lalu kunjungan blog ini lumayan melonjak dan memecahkan rekor site stats tertinggi. Kunjungan yang melonjak itu ternyata karena acara Pagi-Pagi Net TV yang telewicara sama aku tayang di pagi harinya. Sayang banget aku taunya telat, waktu itu aku gak di rumah. Untung Suci Utami nonton dan aku dikirimin fotonya. Yeay!

LIFE: Terjebak dalam Labirin

Aku memvisualisasikan waktu dengan timeline sejak tahun 2010. Kenapa 2010? Karena di tahun tersebut aku mengalami perubahan hidup yang besar-besaran. Bukan perubahan yang menyenangkan pastinya. Dari tahun ini 2010 hingga sekarang aku merasa berada di sebuah labirin. Berkali-kali berusaha keluar tapi masih saja terjebak di dalamnya. Hal ini banyak mempengaruhi kepribadian dan gaya hidup. Nita berubah dari yang excited akan banyak hal (hingga akhirnya pas kuliah aku ikut beberapa organisasi sekaligus), suka olahraga (selain untuk beli buku, uang beasiswa-ku habisnya untuk beli perlengkapan gym di rumah), suka jalan-jalan, jadi Nita yang mager untuk ngapa-ngapain.

LIFE: Someone To Talk To…

Akhir-akhir ini aku lagi kangen Mbah Kung. Mbah Kung ini kakek dari keluarga Papa. Aku tinggal dengan Mbah Kung dari usia 17 bulan hingga Mbah Kung meninggal di bulan April 2006. Sedihnya pas Mbah Kung meninggal aku gak di Jakarta, malah lagi di Jogja. Mbah Kung bisa dibilang orang yang banyak ngasih pengaruh untuk aku. Kami bisa saja berkutat seharian baca buku dan merangkumnya, catatan kami sama-sama banyak. Bedanya catetanku penuh warna dan catatan Mbah Kung mayoritas pakai tinta hitam dengan tulisan sambung.

EVENT: Pentas Pendopo pt. 2

Ngelanjutin post dari Gelar Seni Budaya Yogyakarta 2015, hohoho. Udah lama aku gak bikin post serial seperti ini. Bagi yang berkunjung mungkin kurang menarik karena kok postnya begini mulu, tapi aku enjoy buat postnya. Kalau mau jujur aku dateng ke Gelar Seni Budaya tahun ini dengan setengah hati karena takut mati gaya, seringnya pas acara seperti ini Ortu asik bersosialisasi dan akunya jadi geje sendiri. Kemarin aku ngebolang, misah dari Ortu dan nonton dari dekat (sampai nekat duduk di pinggir pendopo) sehingga bisa lumayan menikmati acaranya. 😉

EVENT: Kirab Budaya Gelar Seni Budaya Yogyakarta 2015

Hari Minggu, 1 Nopember 2015 lalu aku berkesempatan untuk hadir di acara Gelar Seni Budaya Yogyakarta di Anjungan Yogyakarta Taman Mini Indonesia Indah dalam rangka memperingati Hadeging Nagari Ngayogyakarta ke–268. Gelar Seni Budaya Yogyakarta 2015 bertujuan untuk membangkitkan nilai-nilai budaya lokal atau tradisional, mendorong kreativitas para seniman, media hiburan sehingga bisa menjadi ajang promosi potensi daerah. Hadeging Nagari Ngayogyakarta sebenarnya berdiri pada tanggal 20 Maret 1755M (berdasarkan perjanjian Giyanti), tapi entah kenapa pagelaran seni yang di TMII ini baru dilaksanakan di bulan Nopember. 🙂