Journal, life

LIFE: Terjebak dalam Labirin

Aku memvisualisasikan waktu dengan timeline sejak tahun 2010. Kenapa 2010? Karena di tahun tersebut aku mengalami perubahan hidup yang besar-besaran. Bukan perubahan yang menyenangkan pastinya.

Dari tahun ini 2010 hingga sekarang aku merasa berada di sebuah labirin. Berkali-kali berusaha keluar tapi masih saja terjebak di dalamnya. Hal ini banyak mempengaruhi kepribadian dan gaya hidup. Nita berubah dari yang excited akan banyak hal (hingga akhirnya pas kuliah aku ikut beberapa organisasi sekaligus), suka olahraga (selain untuk beli buku, uang beasiswa-ku habisnya untuk beli perlengkapan gym di rumah), suka jalan-jalan, jadi Nita yang mager untuk ngapa-ngapain.

Perubahannya gak langsung drastis tapi sedikit-sedikit sifat yang ceria memudar berubah jadi pemurung. Ada yang kenal dekat denganku yang bilang salah satu perubahanku adalah di pancaran mata. Mulut bisa tersenyum dan tertawa, tapi mata gak bisa bohong.

Aku tipe yang suka bikin plan atau target ke depannya dan yang kualami bikin plan-ku babak belur. Bisa lulus dan jadi dokter gigi itu termasuk keajaiban. Tapi setelah lulus aku belum punya plan baru untuk menggantikan plan lamaku itu. Sudah memikirkan beberapa opsi, tapi kok rasanya bukan itu yang benar-benar kuinginkan.

Terlalu lama di dalam labirin bikin energiku menipis dan semakin gak ada semangat untuk ngelakuin berbagai macam hal. Yang menarik, saat aku belajar Thibbun Nabawi ada penjelasan kalau sedih dan murung dampaknya menguras energi. Bagi yang komentar aku terlalu kurus, ini juga dampak karena nafsu makanku hilang. Aku dulu gemuk lho..

Keadaan gak bisa diubah. Tinggal gimana menghadapinya. Aku bener-bener pengen keluar dari labirin ini dan rasanya semakin lama semakin banyak yang numpuk di dada. I need someone to talk to..

Hanya pada Allah tempat meminta. Tinggal minta pakai doa. Dan hasilnya menarik. Saat aku merasa gak ada orang yang kurasa tepat untuk bicara, tiba-tiba muncul seseorang yang bikin mikir. Pertanyaan-pertanyaannya simple dan juga sering ditanyakan orang yang lainnya, tapi dia ini kritis. Kalau yang lain bisa tuntas dengan jawaban seadanya, yang ini bikin harus mikir lagi.

Yang paling stuck pas bahas plan ke depan. Haha, ini menyedihkan jawabannya karena aku masih masa trial-and-error untuk cari yang bener-bener bikin aku suka, sejalan dengan yang kulakuin sekarang, dan konsekuensinya bisa diterima. Hhhmmm, untuk pertanyaan yang ini sekarang udah dapet jawabannya. Hohoho.. Jadi pengen bahas hal lagi supaya bisa kembali dikritisi dan bahas yang lainnya juga termasuk tentang keluar dari labirin ini. But it’s too demanding.

Karena prognosis untuk bisa lanjut bahas ini meragukan. Aku sempet suuuuuuuper sedih sampai akhirnya nangis juga. Anehnya setelah bisa nangis aku justru merasa lega. Plong rasanya.

Sudah menjelang akhir 2015. Semoga Allah memudahkan jalan untuk segera keluar dari labirin ini. Aamiin

Advertisements

21 Comments

  1. Moga segera menemukan jalan keluar dari labirinnya Nit. Well, life is like that right? Planning for something, but then… gives us other things.

    Btw yakin nih lulus jadi dokter gigi itu keajaiban?

  2. tetap semagat ya Nita..kalau kata Mas Ryan, this too shall pass πŸ™‚
    InsyaAllah setiap kesulitan ada kemudahan Nit

  3. Labirin diciptakan oleh-Nya supaya kita selalu mengingat-Nya dan menyandarkan hidup kita pada-Nya. Semangaaat Kak Nita, pasti bisa keluar dari labirin ini jika waktunya sudah tiba πŸ™‚

  4. itulah hidup, nit. ada masa didalam hidup kita yang bener-bener bikin kita capek, tapi masih harus dijalankan. lelah, tapi mau bagaimana lagi? saya terlalu sayang dengan diri sendiri dan masih penasaran akan hidupku yang akan datang sehingga mengurungkan niat untuk mengakhiri hidup.

    sabar ya. masa-masa ini akan berlalu.. semangat!

  5. aminn.. mungkin fase hidup aja mba? habis ini mungkin lngsung happy2 lagii. hehee.. semangat mba!

  6. Hmm… semoga cepat menemukan jalan keluar dari semua masalah-masalah ya Mbak. Tuhan menjawab semua doa dengan caranya yang kadang tak kita mengerti, namun itulah yang terbaik :hehe. Petunjuk Tuhan pasti ada maksud, yang akan membawa pada sesuatu yang jauh lebih baik. Semangat terus Mbak… :hehe.

Comments are closed.