All posts tagged: letupan kecil

Hari Pertama

Aku terbiasa pakai dua ponsel. Yang satu untuk hal-hal yang inti seperti telpon, whatsapp, e-mail, dan aplikasi-aplikasi sederhana lainnya. Yang satu berisi lebih hal yang lebih beraneka ragam. Hhhm, awalnya aku pakai tablet untuk fungsi ini, namun kurang praktis, akhirnya aku pilih pakai ponsel dengan layar besar. Dengan layar yang besar jadi leluasa untuk main games, edit foto, baca buku, buka video, dll. Kemarin saat aku lagi main The Sims Freeplay, ponselku yang ukurannya lebih besar tiba-tiba mati dan tidak mau di-charge. Sudah ditunggu lama dan ganti charger belum bisa membangkitkannya (charger yang biasa kupakai juga eror! Asem). Insyaa Allah baru besok bisa dibawa ke tempat service. Aku terbiasa pakai dua ponsel. Hahaha. Dilihat dari sisi serunya, uhm, jadi bisa mikirin mana yang benar-benar kuperlukan dan mana yang tidak. Di ponsel itu karena kapasitasnya luas, aku memang jadi asal install aja, akhirnya malah jadi ditraksi. Aku juga jadi lebih milih untuk nonton-nonton dari pada baca atau menulis. Padahal aftertaste-nya lebih memuaskan kalau kita membaca atau menulis sesuatu. Hhhhm, hari ini baru beberapa jam bertahan pakai …

Nyetir Ambulance!

Salah satu obsesiku adalah nyetir Ambulance! Hari ini kesampaian.. Hohoho.. Nyetir Ambulance untuk apaa?? Cuma muter-muter daerah Jababeka sih, untuk fotokopi, ke Bank dan ‘isi bensin’. Rasanya gimana? Awalnya kagok soalnya lokasi persnelling-nya di depan tapi untuk yang lain sama-sama aja. Gas, kopling, dan remnya oke, AC jalan, tapi kagok juga pas mundur tanpa kamera belakang. Udah telanjur manja! Klinik Polres ada 3 Ambulance, yang tadi kubawa yang ukuran standar. Sekarang jadi penasaran bawa Ambulance yang paling gedenya. Haha!

Demam

Beberapa hari lalu postnya bolong, hahaha… Hari Rabu karena ke Dufan, hari kamis karena tepar dari Dufan, hari Jumat karena siap-siap untuk ujian, hari Sabtu karena ujian, hari ini demam.. Semangat aja lah.. 🙂

Manusia Panutan

Setiap individu pasti terpengaruh satu sama lain dan ada beberapa orang yang jadi panutan. Sayangnya saat ini posisi orang yang menjadi panutan ditempati oleh para influencer. Masalahnya sang influencer kebanyakan hanya memikirkan berapa materi yang dia dapat dari kemampuannya menggiring orang lain, semakin banyak followers rate card mereka akan semakin mahal. Influencer merupakan pekerjaan yang menarik kan? Bagiku gak begitu. Influencer merupakan pekerjaan yang menyeramkan. Hahaha. Dulu sebelum ada influencer aku kenalnya sama role model. Sama-sama menjadi manusia panutan, tapi adakah yang berniat untuk menjadi role model? Menjaring masa namun bukan demi materi tapi untuk membentuk cara berpikir dan gaya hidup yang lebih baik. Ini yang kupikirkan hari ini. Saat wawancara-wawancara masih suka ditanyain gak sih tentang role model? Aku penasaran dengan jawabannya. Apakah akan muncul nama para influencer jaman now atau orang yang beneran layak jadi role model? Dunno.  

Oh Bright Blue Sky

Rekaman langit beberapa hari yang lalu. Cantiknya. Hal yang sudah jarang ditemukan, apalagi di daerah yang banyak pabrik seperti Cikarang ini. 🙂 Oh langitnya.. Masyaa Allah.. A post shared by Justisia Nafsi Yunita (@jnynita) on Jan 11, 2018 at 6:34pm PST