Journal, life

LIFE: Visualisasi Waktu dengan Timeline

Aku memvisualisasikan waktu dengan menggunakan timeline. Waktu diawali dengan 0 usia yaitu saat aku lahir di dunia ini, hidup di dunia selama n usia (semoga aku diberkahi umur yang panjang), dan akan melanjutkan kehidupanku di akhirat hingga waktu yang tak terhingga. Oh iya, nanti perhitungan waktu akan berubah, satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun di dunia.

Untuk mempermudah teman-teman membayangkannya, aku buat gambar di bawah ini:

image

Dengan gambar tersebut bisa terlihat dengan jelas pula bagaimana pembagian waktu. Ada masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Masa lalu adalah untuk dipelajari, jangan disesali. Apa pun yang terjadi merupakan takdir dan takdir Allah adalah yang terbaik. Masa depan belum kita ketahui, jangan dicemaskan namun harus kita persiapkan. Masa sekarang harus diisi semaksimal mungkin karena satu-satunya waktu yang kita masih punya kendali atasnya adalah saat ini, ya SAAT INI!

image

Kembali ke topik timeline. Garis timeline-ku tidak benar-benar linear karena beberapa saat sekali akan terjadi chaos. Tenang saja, hal ini adalah hal yang wajar karena dunia adalah tempatnya ujian dan cobaan. Dengan ujian dan cobaan kita bisa belajar dan bertambah kuat (untuk menghadapi ujian yang selanjutnya, hhft).

image

Setelah melalui berbagai ujian kecil, kita akan menghadapi ujian akhir yang paling mendebarkan yang akan menentukan bagaimana kehidupan kita di akhirat. Bahagia atau sengsara?

image

Waktu di dunia yang terbatas dan waktu di akhirat yang tak terhingga harusnya membuat kita berpikir untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Jadilah orang yang paling kikir dengan waktu, jangan dihambur-hamburkan, jangan disia-siakan. Selalu waspada! Khususnya terhadap pencuri waktu.

Bagaimana caranya untuk selalu waspada?

Salah satu caranya adalah dengan mendokumentasikannya dan rutin evaluasi, jika keluar jalur harus kembali ke jalur yang benar.

Kadang evaluasi apa yang sudah terjadi di masa lalu menimbulkan luka namun aku sudah menetapkan suatu titik di mana aku gak boleh lagi meratapi apa yang terjadi di masa lalu. Justru aku harus menghargai masa lalu karena tanpa melewatinya tidak akan sampai aku ke titik ini. Titik yang banyak kusyukuri.

image

 

Post ini diikutsertakan dalam Giveaway-nya Gara. Topiknya super menarik,ย  bikin berpikir keras dan kalang-kabut menjelang deadline!! Good job!

image

P.s. Gak cukup 24 jam.

Advertisements

30 Comments

  1. Pingback: Dua Buku, Satu Tas, dan Satu Botol – Jejak-jejak yang Terserak

  2. Pingback: Weekly Photo Challenge: Enveloped | mencari jejak

  3. Gara says

    Dan… postingan ini terpilih sebagai salah satu pemenang, selamat! Mohon alamat lengkapnya ya Mbak, supaya saya bisa segera kirim hadiahnya :hehe. Terima kasih! Saya setuju, kita mesti punya panduan ya untuk melalui hidup, agar waktu yang kita habiskan di dunia ini tidak sia-sia :)).

  4. Pingback: Pengumuman Pemenang Give Away #1: Untuk Apa Kau Menandai Waktu? | mencari jejak

  5. Diberikan kenikmatan kadang bisa melenakan bahwa hal tersebut gak bakalan bisa dibawa ke dalam kehidupan yang kekal nanti. Kecuali kenikmatan itu dimanfaatkan untuk hal-hal yang benar-benar membawa manfaat baginya dan lingkungannya.

    Keep focus with strong time management.

  6. good job,nit.. gambarny berasa lagi lihat rumus theorema phitagoras :D.. persamaan linear,hehehehe

  7. Pe-er dr gara ini emang bikin mumet semua orang kyknya… kupikir tdnya postingan tentang timeline nya fb.. eh, pakabar fb ya?? ๐Ÿ˜€

Comments are closed.