LIFE: Berani Mengambil Resiko?

#4 Are you comfortable with taking risk?

Sepertinya tidak, saya sukanya main aman. ^_^

Saya tau dalam poin ini saya gak kece. Tapi saya suka lingkungan yang stabil, yang gak banyak gonjang-ganjing, dan gak mempertaruhkan sesuatu. Selama ini hidup saya sudah penuh drama, saya capek. Tsaaah, dipake curcol. 😀

Continue reading LIFE: Berani Mengambil Resiko?

DRGNITA: Cabut Gigi Yuk!! :)

image

Horor gak sih judulnya? Hahahaha!!

Ini post cuma iseng-iseng, kemarin saya abis kena mandat untuk ngajarin asisten baru macam-macam tang untuk mencabut, sembari nunggu asisten saya mikir setelah dikasih soal, saya foto-foto aja tang-nya. Kok bagus. Trus dikasih judul, siapa tau bisa jadi post di blog. Tapi kalau judulnya gitu, gak cuma pasien atau calon pasien aja yang ngerasa horor, dokternya juga!

Setiap baca judul itu, saya jadi geli sendiri seperti apa isi post-nya? Seakan-akan cabut gigi adalah hal yang lumrah. Padahal nggak, cabut gigi adalah opsi terakhir kalau gigi sudah gak bisa dirawat lagi, rawan menimbulkan sakit atau kalau ada perawatan lain yang butuh pencabutan gigi supaya hasilnya optimal. Sebisa mungkin gigi harus dipertahankan di dalam mulut, soalnya semahal-mahalnya gigi palsu, gak akan sebaik gigi asli. Jadii, dirawat terus ya giginya, jangan sampai dicabut!

Mau konsultasi?
Baca syarat dan ketentuannya dan ikuti format di bawah ini ya.. 🙂

image

BEAUTY: Setia Pada Satu Produk

image

Selain masih menggunakan hp jaman SMA, teman saya juga masih menggunakan varian produk yang sama dari 10 tahun yang lalu. Seperti sabun harus lifebuoy warna biru, lip balm-nya lip ice yang lemon (walau udah repackage, tetep aja dia beli yang kemasan lama), pelembab-nya pond’s yang pink, tetep pakai minyak angin jadul walau sekarang jamannya minyak angin aromatherapy, shampoo sunsilk, kayaknya yang berubah cuma body lotion, cologne, dan pasta giginya aja. Haha, saya kok bisa apal ya? Karena dari SMA dia udah begitu, setia pada satu produk, beda banget sama saya.
Continue reading BEAUTY: Setia Pada Satu Produk

LIFE: About Disorganized Environment

#3 Are you comfortable or uncomfortable in disorganized environment?

Ini pertanyaan yang bikin bingung menjawabnya. Bagi yang kenal saya dan sering ke rumah saya (khususnya ke kamar), pasti tau kalau kamar saya itu susah rapi. Setelah diberesin, disapu, dan dipel memang menjadi rapi tapi nggak lama karena saya suka ngutak-atik pernak-pernik, baca ini-itu, belum selesai yang satu lalu mulai yang lainnya, yang sebelumnya belum diberesin udah nambah berantakan lagi. Makanya saya berpikir kalau nikah nanti saya butuh satu ruangan khusus untuk hobi, seperti pas masih tinggal di Pondok Kelapa, saya menguasai dua kamar. 😀

Continue reading LIFE: About Disorganized Environment

LIFE: Mau di Mana?

Pas kelas 1 SMA saya ulangan Fisika. Soalnya ada 5, jawaban saya salah semua, tapi masih dapat nilai 2 plus dipanggil ke depan kelas. Malunya. Saya lalu berusaha belajar fisika, di ulangan selanjutnya saya dapat nilai 7, lalu nilai ulangan selanjutnya menjadi 9 dan 10. Setelah dapat nilai bagus, saya tetap dipanggil ke depan kelas, kali ini supaya gak bisa ngasih contekan ke teman yang lain.
Continue reading LIFE: Mau di Mana?