Journal, life

LIFE: Mau di Mana?

Pas kelas 1 SMA saya ulangan Fisika. Soalnya ada 5, jawaban saya salah semua, tapi masih dapat nilai 2 plus dipanggil ke depan kelas. Malunya. Saya lalu berusaha belajar fisika, di ulangan selanjutnya saya dapat nilai 7, lalu nilai ulangan selanjutnya menjadi 9 dan 10. Setelah dapat nilai bagus, saya tetap dipanggil ke depan kelas, kali ini supaya gak bisa ngasih contekan ke teman yang lain.

Yang bikin saya giat belajar saat itu karena apa? Malu? Bukaaan. Tapi karena kelas dua-nya sudah penjurusan, dan saya harus masuk IPA. Kalau gak masuk IPA saya gak tau harus bisa bertahan apa nggak? IPS itu hapalan semua! Btw, di pelajaran sejarah nilai saya juga jeblok dan bikin saya dipanggil ke depan kelas, tapi gak bikin saya mood belajar sejarah. :p

Saat masih ko-as, bawaannya pengen nyerah aja. Ko-as Kedokteran Gigi itu berat bro! Gak sedikit yang nyerah dan frustasi. Tapi kalau gak jadi dokter gigi, saya bisa kerja apa? Kerja kantoran dengan mengandalkan ijazah S1 gak tertarik. Berwiraswasta atau semacam jual-jualan juga gak ngerasa berbakat.

Selanjutnya tentang kehidupan setelah mati. Manusia yang masih hidup belum ada yang pernah melihat surga dan juga belum pernah ada yang melihat neraka.Β  Semua itu tercatat dalam kitab dan sunnah-Nya yang pasti benar. Cara-cara menuju surga sangat berat dan mahal harganya. Tapi kalau gak di surga, memangnya kuat di neraka? Huaaa… πŸ˜₯

Advertisements

13 Comments

  1. Pingback: LIFE: 5 in 5, Casa Elana for IHB Blog Post Challenge | JNYNITA

  2. Pilihan yang terakhir makjleb banget… Cuma ada 1 yang bisa dipilih, ga ada alternatif lain… Surgaaa surgaaa surgaaaa

    • Iya Makjleb.. *untuk pertama kalinya komentar di post ini aku balas.. Haha..

  3. postingannya sip banget Nit, bisa jadi salah satu cara untuk memotivasi diri sendiri πŸ˜€
    dan buat saya juga yang baca hehe

  4. Tekadnya kuat banget.
    betul jug atu ya, klau kita gak kuat dengan semangat untuk terus maju dalam bidang kuliah kita, mna mungkin kita bisa menjadi seperti yang kita inginkan…
    Jadi ingat diri-sendiri apa kuat dengan hal yang baru saya jalani dalam profesi saya sebagai ahli teknik…

Comments are closed.