Haha. Di minggu pertama bulan Januari ini aku malah ngedrop, baik secara fisik dan lalu berpengaruh ke mental. Etiologinya apa? Sayang sekali alasannya nonsense: period.
Ternyata sharing urusan budget di blog itu bantu banget untuk bikin aku lebih waspada dalam hal mengelola keuangan, jadi mikir agak panjang kalau mau mengeluarkan uang. Di bulan terakhir tahun 2018 ini kucoba lagi untuk sharing di sini dan bisa jadi berlanjut di tahun 2019.
Aku sebenarnya gak ada niat untuk mengkoleksi sesuatu karena menurutku mengkoleksi itu buang-buang uang aja, aku lebih memilih membeli sesuatu yang memang aku suka dan akan pakai. Kesukaanku dari aku SD adalah alat tulis atau stationery. Dalam sebulan aku pasti menyempatkan diri untuk ke Toko Buku, bukan untuk beli buku melainkan liat-liat bagian stationery-nya. Lalu tanpa sadar stationery-ku jadi begitu banyak.
Pulpen
Dari kumpulan stationery-ku yang paling banyak adalah pulpen karena aku banyak menulis! Kalau belajar atau ada hal yang menurutku menarik, aku lebih memilih dengan cara menulis. Pulpen ini walau terlihat remeh, menemukan pulpen yang bener-bener enak merupakan perjuangan. Sudah dapat yang enak lalu muncul tantangan baru: harganya. Hahaha..
Pulpen favoritku biasanya dalam bentuk pulpen gel, dengan pulpen gel tulisanku jadi jauh lebih rapi. Namun dengan pulpen gel (favoritku Zebra Sarasa), aku merasa boros banget. Ada satu masa aku menghabiskan dana sekitar 100 ribu hanya untuk beli refill pulpen. Yes, nulisku memang sebanyak itu!
Notebook
Temannya pulpen tentu saja notebook. Aku gak suka pakai buku tulis biasa, lebih suka pakai buku kotak-kotak, bahkan di jaman buku kotak-kotak belum mudah didapat seperti sekarang ini. Jadi solusinya adalah pakai buku matematika.
Notebook yang jadi favoritku sekarang ini adalah Maruman. Kalau melipir ke Paperclip pasti berusaha nyetok, misalnya beli beberapa lalu dapat voucher diskon untuk pembelian berikutnya. Maruman ini aku suka karena walau kertasnya tipis, tinta pulpenku gak gampang tembus, dan pada saat discan dengan ponsel hasilnya bagus. Selain Maruman dalam bentuk notebook aku juga suka versi loose leaf-nya.
Agenda
Aku juga lemah banget kalau nemu agenda yang bagus dan gemesin. Padahal dalam satu waktu aku cuma pakai satu agenda atau pakai binder. Akhirnya agendaku yang kupikir gak akan kupakai aku berikan sebagai hadiah deh.
Ring planner
Untuk urusan agenda apa yang dipakai, aku suka labil. Kadang pakai agenda yang konvensional kadang balik pakai ring planner. Aku sempat pakai beberapa ukuran dari versi A4, personal, dan yang sekarang kupakai adalah versi pocket.
Sticker
Ahahahaha. Dulu aku sempat lemah banget sama sticker, setiap liat sticker gemes pasti dibeli lalu pas mau pakai kok rasanya sayang. Ada rasa khawatir kalau stickernya udah dipakai bakal susah cari yang segemes itu lagi. Akhirnya agendaku polos-polos aja deh.
Selain stationery, tanpa sadar skincare dan makeupku juga banyak jadi berasa koleksi juga. Untuk urusan skincare dan makeup aku udah berusaha nahan diri sih soalnya ada masa kadaluarsanya kan, jadi sayang kalau mubazir.
Barang-barang ‘koleksi’ku yang kupajang ini mungkin akan berkurang beberapa waktu ke depan karena aku berusaha pakai dan habiskan. Untuk selanjutnya akan pakai barang-barang yang pasti akan kupakai aja dan versatile. Harapanku jadi tambah hemat dan minim barang. 🙂
Sehari-hari aku pakai dua tas. Yang satu tas selempang kecil dan yang satu lagi tas ransel. Alasan pakai dua tas karena aku harus bolak-balik antara Bekasi dan Cikarang, sehingga butuh banyak barang yang dibawa biar aman, tentram, dan damai. Barang-barang yang banyak itu aku masukkan ke dalam ransel. Tas yang selempang aku pakai untuk menyimpan hal yang penting.
Kalau ke suatu tempat untuk makan atau beli sesuatu, tas ranselnya biasanya kutinggal di mobil dan aku cukup pakai tas selempang saja. Jadi ini 5 hal yang harus ada di tas selempangku saja yaaa.
Walau suka review-review makanan, pas tau judulnya rasanya sulit untuk menyebutkan 5 tempat makan tersebut. Supaya gak mumet-mumet amat jadinya aku buka kategori eat & sip dan aku pilih 5 tempat makan terfavorit dari yang pernah aku review. 🙂
Aku mah orangnya gini-gini aja, yang pasti sih unik dan menarik, karena memang setiap orang itu unik dan keunikannya itu yang membuat menarik. Ya kan?Â
Serius mau tau tentang aku? Pernah aku tulis lho di post ini dan ini. Tapi masih kurang? Silahkan lanjut baca.. 🙂
Aku picky banget untuk urusan makanan. Kalau makanan yang ada gak bikin selera, aku lebih milih berlapar-lapar, makanya jadi susah banget gemuk. Ada beberapa makanan yang aku jadiin pegangan kalau lagi bingung mau makan apa, salah satunya bebek bakar. Yum!
Selama bawa mobil, beberapa kali aku mengalami mobil mogok, tapi mayoritas mogoknya dalam keadaan hoki yaitu masih di dalam rumah. Tadi pagi aku mengalami mogok yang paling horor yang pernah kualami. Huhu..
Hari ke-dua guys, rasanya bikin gemes. Moodnya ngedrop, jerawat nongol sana-sini, dan badan pegel semua. Hahaha, dari pagi aku udah jajan mulu, bolak-balik ke Indomaret yang lokasinya tepat di samping Klinik. Sore-sorenya lalu bingung mau makan apa, sepertinya aku butuh daging, lalu inget menu limited edition-nya McD kali ini: Spicy Bulgogi.