Kembali Jadi Penikmat Drama Korea di Tahun 2020

Pas tahun 2013, aku pernah mengucapkan janji untuk tidak nonton drama korea lagi. Alasannya karena menonton Drama Korea itu mencuri waktu dan saat itu aku udah mulai jenuh sama plotnya Drama Korea yang itu-itu aja. Ada 2 pemeran utama, 2 pemeran pendamping utama, jadian dan mumu-mumu di episode 10, lalu muncul konflik, dan akhirnya baikan lagi.

Tapi janjiku luntur saat pandemi menyerang….

Continue reading Kembali Jadi Penikmat Drama Korea di Tahun 2020

Audiobook, Solusi Atasi Malasnya Membaca Buku?

Bagi penyuka buku, untuk bisa membaca 1 buku sampai tuntas di masa ini sudah menjadi perjuangan. Distraksi di mana-mana. Nonton dan membuka media sosial langsung bisa memunculkan kepuasan dalam sekejap. Walau begitu, masih tidak bisa dipungkiri kalau dengan membaca buku kita akan dapat lebih banyak manfaat dan pengetahuan dan akhirnya membuat kita jadi menargetkan harus membaca buku dalam rentang waktu tertentu.

Continue reading Audiobook, Solusi Atasi Malasnya Membaca Buku?

Bullet Journal Tertua Nita, sejak 2005

Bullet journal menjadi trend beberapa tahun ini walau bullet journal yang nge-trend itu lebih seperti DIY journal daripada bullet journal seperti yang dimaksud oleh Ryder Caroll di blog dan bukunya. Saat nostalgia dengan jurnal-jurnal lamaku, aku jadi sadar bahwa bullet journal yang nge-trend itu sudah kulakukan sejak dulu kala. Hohoho..

Continue reading Bullet Journal Tertua Nita, sejak 2005

Pengalaman Belajar di Rumah Qur’an Bunda Aisyah – Saatnya Pendaftaran Periode 18!

Belajar membaca Al-Qur’an itu wajib!! Aku tau itu! Namun mencari tempat yang tepat untuk belajar Al-Quran bukan hal yang mudah. Beberapa kali aku mendaftar dan belajar di lembaga atau memilih guru ngaji, entah kenapa kurang sreg dan akhirnya malah putus asa. Faktor yang kedua yang membuat sulit untuk mencari tempat mengaji adalah kredibilitasnya, takut kalau ternyata tempat itu tergabung dalam pengajian yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Continue reading Pengalaman Belajar di Rumah Qur’an Bunda Aisyah – Saatnya Pendaftaran Periode 18!

0

Sudah berapa hari kamu di rumah aja?

Masih ingat hari ini hari apa dan tanggal berapa?

Semua hari jadi berasa sama, mungkin pas masa karantina ini berakhir, kita gak sadar kalau waktunya sudah berakhir. Hehehe.

Dari pada masa karantina ini menjadi waktu yang hilang dalam sejarah. Bagaimana kalau kita menorehkan sejarah?

Mari kita tuliskan.

Social Distancing

Selama social distancing, ada beberapa perubahan dalam rutinitas, tapi juga gak banyak berubah.

Belajar Al-Qur’an yang aslinya dua kali dalam seminggu bertatap muka, sekarang jadi lewat whatsapp, membacanya lewat voice message lalu dikoreksi oleh Ustadzahnya. Ternyata dengan cara begini ada keuntungannya, jadi lebih kebayang kesalahan baca kita di mana, tapi jadi gak banyak ayat yang dibaca dan dikoreksi (dan gak tau apa koreksian untuk teman yang lain).

Untuk praktek dokter gigi, aku masih tetap praktek. Untuk keamanan banyak prosedur baru yang harus dilakukan dan dibatasi. Awalnya kupikir dengan pembatasan ini, aku hanya periksa dan meresepkan obat saja. Ternyata kasus yang datang kebanyakan pasien dengan radang di pulpa (syaraf) giginya, akhirnya gak tega dan tetap bersihkan gigi secara manual, kasih obat, dan tutup tambalan sementara.

Kerempongan lainnya, sekarang kalau praktek selain pas praktek harus pakai APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, juga harus bawa baju ganti yang diganti sebelum perjalanan pulang ke rumah. Sampai rumah pun harus segera mandi dan ganti baju lagi.

Untuk salah satu klinik, Alhamdulillah kemarin bisa ijin dan bisa ngerasain WFH (Work From Home) karena selama akhir bulan Maret ada kerjaan untuk mengecek dokumentasi akreditasi klinik. Untuk hal ini aku senang, karena untuk kerjaan liat laptop lebih enak dan lebih fokus kalau dikerjakan di rumah.

Aku gak full di rumah terus, masih tetap harus kerja di klinik. Tapi ternyata social distancing bukan issue yang sulit aku jalani. Tanpa ada keharusan untuk social distancing, emang udah distance dari kegiatan bersosialisasi, kecuali saat menangani pasien.

Semoga situasi di Indonesia selalu aman terkendali…