REVIEW: Cegah Jerawat dengan Sariayu Masker Jerawat

Jerawat udah jadi tamu langganan yang sudah saya usir-usir tapi tetep suka mampir juga, sigh. Macem-macem cara sudah saya coba untuk mengusirnya, tapi kadang saya khilaf mengundangnya kembali misalnya dengan males cuci muka atau pake produk muka yang gak cocok, grrr…

Kemarin, tanpa sadar saya mengundang kembali si jerawat karena pake foundation pas kondangan, padahal saya sudah tau kalau kulit saya pasti berontak kalau kena foundie. Ya sudah, nasi telah menjadi bubur, muka saya jadi penuh jerawat kecil-kecil dan merah. Oleh karena itu saya butuh membumbui buburnya eh jerawatnya dengan masker jerawat..

Ini dia masker jerawat andalan saya!!

image

Kata Sariayu:

Mengandung ekstrak daun sirih segar dan pegagan dalam ramuan khusus yang bermanfaat membantu membersihkan jerawat, mengurangi bekas-bekas jerawat dan mengurangi lemak pada wajah.

Kenapa saya pilih Masker Jerawat ini?

Awalnya karena desperado nyari obat jerawat!! Pake tea tree oil The Body Shop ternyata malah bikin jerawat makin banyak, pake Acnes Sealing Gel gak ngaruh-ngaruh amat, pake obat jerawat Sariayu bisa sukses ngeringin jerawatnya tapi berbekas, hhhm, kalau saya jembrengin semua pengalaman saya dengan obat jerawat bisa panjang banget deh!

Nah, ternyata maskeran pake Masker Jerawat ini bisa sukses mencegah & mengobati jerawat. Lebih oke dalam kategori mencegah sih. Jadi misalnya ada tanda-tanda akan muncul jerawat seperti gatel & merah, langsung maskeran dan jerawatnya jadi urung mau muncul. Dan kalau sudah terlanjur ada jerawatnya (seperti sekarang ini), setelah maskeran jerawatnya jadi kering. Muantabbb…

Selain saya cocok dengan produk ini, adik saya juga cocok. Aslinya adek saya itu gak pernah jerawatan, eh karena air di rumah saya lagi seret, dia jadi susah untuk cuci muka dan tumbuh deh jerawat. Sama seperti saya, jerawatnya setelah pake masker ini jadi kering.

Tekstur dan Aroma:

Teksturnya termasuk encer untuk ukuran masker, aromanya emang agak-agak berbau sirih tapi gak annoying. Kalau annoying pasti adek saya gak mau pake, dia rewel banget untuk masalah aroma. Maskernya lumayan cepet kering & bukan tipe yang gampang retak, jadi gak perlu takut maskernya berantakan.

Harga:

Kira-kira 20ribu untuk 100g, murah lah apalagi kalau dibandingin sama skincare Korea.

So far produk ini recommended, tapi cocok-cocokkan juga, namanya juga skincare. Untuk selanjutnya, kalau masih cocok saya mau beli lagi. Mudah-mudahan sih cocoknya tahan lama, stress saya kalau harus nyari obat jerawat lagi… ︶︿︶

image

REVIEW: GEO CK-105

image

Alasan beli contact lense ini adalah karena penasaran pengen punya mata yang lebih gelap, ceileh.. Ternyata pake CL warna hitam itu bikin mata kelihatan ‘soulless’, jadi males makenya karena kelihatan aneh menurut saya. CL ini kurang nyaman, karena ‘geser’ dikit pandangan langsung burem (karena warnanya hitam itu) dan walau belum sampai 1 tahun (kira-kira baru 5 bulan) CL-nya udah gak enak (mungkin karena jarang banget dipake kali yaaa)

Post Contact Lense lainnya ^^„
GEO Angel Grey
GEO BC-102

image

REVIEW: GEO Magic Circle BC-102

image
GEO Magic Circle BC-102 | 14mm | 38%

Gak jauh beda dari mata asli tanpa contact lense (bedanya diameternya lebih besar & warnanya sedikiiiit lebih muda). Komentar orang beda-beda, ada yang bilang gak seperti pake contact lense, aneh karena ukuran matanya lebih besar (tapi minimal ukuran contact lense setau saya ya 14mm), ada juga yang bilang matanya jadi gak kelihatan hidup.

Kalau menurut saya sendiri sih, CL ini lumayan natural, tapi saya gak suka karena cuma 1 tone warnanya. Saya lebih suka yang warna ring luarnya lebih gelap (hitam atau cokelat tua) karena lebih mirip sama mata asli saya. ^^„

Post Contact Lense lainnya ^^„
GEO Angel Grey
GEO CK-105

image

BEAUTY: Bekas Jerawatku Kini…

image

Kiri atas: bare face (28/06/12)
Kiri bawah: concealer + foundie + bedak (03/07/12)
Kanan atas: bare face (07/09/12)
Kanan bawah: acnes uv tint + bedak (11/09/12)

Alhamdulillah bekas jerawat baru et causa breakout beberapa bulan lalu sudah mulai menipis.. Kalau ditanya make apa aja saya bingung, soalnya trial & error. Tapi yang pasti sih saya rajin scrub & maskeran. Hehehe…

Skincare regimen saat ini…
Facial wash: Sariayu Anti Jerawat (pas lagi jerawatan) atau Hada Labo Shirojyun
Toner/Lotion: Hada Labo Shirojyun 
Serum/Essence: Hada Labo Shirojyun
Moisturizer/Milk: Hada Labo Shirojyun
Sunscreen: Skin Aqua spf25/50 atau Acnes UV Tint spf30
Scrub: Nivea Whitening Scrub
Masker: Sariayu anti jerawat (pas lagi jerawatan) atau Mustika Ratu Bengkoang sebelum aplikasi masker pakai Trisia Soybean Whitening Serum dulu.
Obat jerawat: Vitacid 0,025%

Bekas jerawat barunya mulai reda tapi untuk bekas jerawat lamanya (khususnya yang bopeng-bopeng) gak ngaruh-ngaruh amat.. Huhuuu… ╮(╯_╰)╭

image

REVIEW: Trisia Soybean Whitening Serum

image

Untuk membasmi bekas-bekas jerawat bandel, saya jadi melirik serum dan berharap konsentrat bahan aktif didalamnya bisa bantu membasmi bekas jerawat dengan cepat. Rata-rata harga serum di atas 100 ribu, sehingga bikin mikir panjang untuk beli atau nggaknya, kan sayang kalo gak cocok. Finally, dari forum femaledaily saya jadi tau ada merek lokal yang punya serum bagus murah pula, saya pun sukses keracunan.

image

Untuk keterangan produk, bisa dilihat dari brosurnya ya. Ada 9 fungsi yang produk ini janjikan plus microemulsion formula technology yang katanya bisa bikin formula serum lebih mudah teresap.

image

Pas saya akhirnya menemukan serum ini, saya kecewa dengan cara mengemasnya. Kenapa oh kenapa botolnya bening dan gak seluruhnya tertutup oleh kemasan karton?? Bukannya biasanya serum dikemas dalam kemasan gelap supaya gak mudah teroksidasi??

image

My Opinion setelah pemakaian Trisia Soybean Whitening Serum selama 1 bulan:

  • Serum dikemas dalam keadaan pump yang kedap udara, tapi karena kemasannya bening makin lama serumnya jadi terlihat keruh.
  • Teksturnya seperti minyak dan setelah aplikasi jadi terasa tebal & lengket.
  • Gak enak kalau dipake pagi-pagi karena rasanya gerah.
  • Gak ada pewangi jadi serumnya baunya agak terasa apek, jadi setelah pake ini rasanya pengen cuci tangan.
  • Sukses mengatasi kulit kering
  • Gak bikin break out, justru sedikit bantu meredakan jerawat (karena ada anti inflamasi kali ya)
  • Gak terasa cerahnya & gak begitu ngaruh untuk nyamarin bekas jerawat.
  • Makin lama pas aplikasi terasa perih ⇨ karena itu sekarang hanya dipakai sebelum maskeran.
  • Susah di dapetnya (baru ada di toko kosmetik kecil), tapi ini bukan produk geje lho, karena terdaftar di BPOM dan ada house of Trisia.
  • Pada saat hampir abis, produk sudah tidak bisa keluar melalui pump, padahal di dalamnya masih ada. Untungnya bisa dibongkar walau susah.
  • Terasa murah padahal secara matematis mahal (49rb/8ml ~ 6125/ml)

Karena produk ini gak bisa saya pake setiap hari karena perih, akhirnya sekarang saya pake Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Essence, baru seminggu saya pakainya dan sukaa. Teksturnya ringan & gampang meresap, dan lebih ekonomis juga walau terlihat mahal (130rb/30gr ~ 4333/g)

Repurchase? Maybe, soalnya masih berfungsi kalau mau maskeran siapa tau walau makenya jarang-jarang tetep bisa dapet 9 manfaatnya. ^^„

Update: Serum ini tidak saya beli lagi karena susah dicarinya dan setelah coba serum lainnya, yang lainnya itu ada yang lebih saya suka. 🙂

Ciao ^^„

image

REVIEW: Lip Balm Stories pt.2

Tanggal 18 November kemarin, saya melakukan Sumpah Balsem Bibir yang akhirnya saya langgar abis gak tahan.. Hahaha… Yang Nivea masih saya simpen, tapi yang Lip on Lip udah saya depot ke jar (dan gak dipake juga).

Selanjutnya saya beli-beli lip balm lagi, yang pertama dibeli tentunya lip gloss wardah yang dapet award lipbalm terbaik dari saya :).

jny

Continue reading REVIEW: Lip Balm Stories pt.2

BEAUTY: Pentingkah Kosmetik Halal???

jny

Akhir-akhir ini lumayan sering saya lihat beauty blogger yang ikut lomba blog dari BLOGdetik tentang kosmetika halal, lomba ini juga menggaet merek Wardah yang merupakan pelopor kosmetik yang mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Contoh beauty blogger yang ikut lomba ini diantaranya Nisa, Carryn, dan Rani.

Awalnya saya cuek-cuek aja dan menganggap kalau ini trik dagang. Tapi setelah membayangkan kalau lipbalm yang kita oles di bibir bisa tanpa sengaja terjilat dan tertelan, pelembab yang kita oles di wajah akan terserap ke kulit dan masuk ke peredaran darah, serta dalam Islam juga ada hal-hal yang memang gak boleh kita sentuh (najis) dan kita tidak boleh menggunakan produk yang membahayakan tubuh, saya jadi sadar kalau kehalalan suatu produk merupakan hal yang penting.

Setelah saya aware tentang pentingnya kehalalan suatu kosmetik, lalu saya browsing-browsing deh. Menurut saya yang ngasih info cukup lengkap tentang kosmetika halal adalah link berikut ini: fashionesedaily dan halalmui.com. Silahkan dibaca Y(^_^)Y

Laluuu, bagaimana cara untuk memilih produk kosmetik yang halal dan aman????
1) Produk itu harus terdaftar di BPOM, sehingga kalau terjadi efek samping ada yang bisa diminta pertanggung jawaban.
2) Terdapat logo halal (ini cara yang mudah).
3) Cermati komposisi bahan (ini cara yang susah).
4) Terdapat nama & alamat produsen.

Untuk di Indonesia, beberapa brand kosmetik udah memiliki sertifikat halal dari MUI, selain wardah, brand tersebut adalah La Tulipe dan LT Pro (sejak tahun 2009), Ristra (2010), Inez (2011), Sariayu dan Caring Colours (2012), Marcks Venus (belum semua produknya), dan klinik LBC (London Beauty Center). Sumber: Mizha’s beauty blog.

Laluuuuu, bagaimana tentang kehalalan produk dari luar negeri???
Selain di Indonesia, negara lain juga sudah punya lembaga yang mengeluarkan sertifikat halal, salah satunya di Malaysia. Selain itu di US juga ada Muslim Consumer Group yang menyimpulkan halal, haram, atau syubhatnya suatu produk yang terkenal dari luar negeri (tapi produk yang tercantum masih sedikiiit banget).

Saya jadi dilema, sekarang kan lagi trendnya kosmetik Korea, dan gak banyak kosmetik Korea yang naruh daftar komposisinya dalam bahasa Inggris. Apalagi di Korea kayaknya mereka bisa menghalalkan segala cara untuk mempercantik penampilannya. Dan saya lihat, kosmetik Korea belum ada di daftar yang ada di CSG. Huaaaa, bagaimana ini.

Kalau dalam Islam, ada hal yang jelas halalnya dan juga yang jelas haramnya, yang gak jelas?? Itu syubhat dan anjurannya seorang muslim itu meninggalkan yang syubhat. Lumayan juga sih kalau saya berkomitmen untuk meninggalkan yang syubhat, saya jadi punya “kacamata kuda”, jadi lebih mudah menahan diri dari mupeng (mengamankan isi tabungan), dan juga jadi lebih aman bagi tubuh & jiwa pun tenang.

 

jny