LIFE: Serunya 2018!

2018 itu campur aduk. Kalau lihat teman-teman yang merekapitulasi tahun 2018 di social media, kelihatannya pada puas tentang tahun lalu. Di sisi lain, Indonesia lagi banyak bencana. Ya tidak perlu sawang sinawang.

Di sisiku, tahun 2018 merupakan tahun yang bisa kuingat dengan manis. Secara eksternal tidak ada progress yang signifikan. Aku lebih merasa berkembang secara internal, apa saja?

Continue reading LIFE: Serunya 2018!

LIFE: The Best Goal is One Goal

2019!

Alhamdulillah lagi-lagi bisa merasakan pergantian tahun dengan tradisi yang hampir sama. Gegap gempita acara tahunan, napak tilas apa saja yang terjadi di tahun 2018, lalu resolusi tahun baru.

Resolusi, kamu buat resolusi apa untuk tahun ini?

Aku dulunya termasuk orang yang semangat banget dengan tahun baru karena berarti semangat baru, harapan baru, agenda baru (aha!). Biar makin seru, buatlah resolusi tahun baru. Bayangannya di akhir tahun resolusi itu akan terwujud.

Semangat hadapi tahun baru itu lalu sirna menjadi momen yang menjengkelkan saat aku masih ko-as dulu, karena momen tahun baru jadi seperti pengingat betapa gagalnya aku di tahun itu. Tahun 2014 rasa jengkel itu mulai sirna lalu aku kembali buat resolusi tahun baru. Hasilnya apa? Mengecewakan juga. Haha! Tapi tidak kapok, sehingga pas 2015 masih berusaha semangat di awal tahun dan buat resolusi tahun baru lagi.

Di pergantian tahun 2016 merupakan salah satu masa tersuram. Buat resolusi sudah terbukti bukan hal yang manjur untuk buat semangat dan mengenyahkan kecemasan dan depresi.

Hei, tapi hidup itu harus punya tujuan kan? Dan untuk mencapai tujuan itu harus direncanakan?

Yes!

Oleh karena itu kita harus cerdas dalam milih tujuan. Dan akhirnya aku memilih satu target terbaik yang gak hanya menjadi target selama setahun saja, tapi untuk selamanya.

“THE BEST GOAL IS ONE GOAL”

Dan satu goal itu adalah untuk meraih ridha Allah.

Tujuannya itu dan cara mencapainya bisa macam-macam asal diniatkan untuk Allah! Bisa sekreatif mungkin, bisa senyaman mungkin, bisa sesuai dengan ritme hidup kita, dan bisa sesuai dengan kemampuan kita. Fleksibel.

Tujuannya terlihat sederhana? Tapi untuk mencapai itu kita harus selalu waspada, khususnya waspada terhadap waktu yang kita pergunakan. Tidak hanya dalam pergantian tahun saja, tapi juga tiap detik, menit, hari, minggu, bulan, dan seterusnya.

Setiap hari usahakan semuanya tercatat dengan baik. Setelah tercatat, secara periodik harus juga dievaluasi: mingguan, bulanan, dan tahunan. Setelah dievaluasi lalu pikir-pikir lagi rencana ke depannya akan apa? Ada yang time limit dalam waktu tertentu dan ada juga yang memang ingin dijadikan sebagai kebiasaan baik. Kapan rencana baik mulai dijalankan? Kapan aja, gak harus nunggu tahun baru.

Lalu apa aja yang mau dimulai di tahun 2019 ini? Yang pasti kelanjutan dari project di tahun sebelumnya.

  • Finansial: Tahun lalu berhasil konsisten mencatat keuangan dan berhasil hemat di beberapa poin. Tahun 2019 ini dimulai dengan budget planning baru hasil evaluasi tahun lalu, semoga bisa lebih hemat.
  • Beauty: Tahun lalu udah eksplorasi macam-macam dan akhirnya nemu yang bisa bikin kulitku lumayan stabil. Tahun ini setia sama yang dipunya aja, jadi mendukung poin finansial juga kan.
  • Kesehatan: Untuk olahraga aku masih malas sih (padahal tahun lalu sempet rajin latihan memanah). Fokus ke makanan aja kali ya. Tahun lalu aku juga eksplorasi makanan, tahun ini lebih banyak buat sendiri aja ah. Oh iya, mulai Februari 2019 aku ikutan workshop eating clean, semoga bisa diterapkan.
  • Outfit: Tahun lalu jadi banyak beli dan pakai baju berwarna, hahaha, responnya pada positif tapi aku mumet madu padaninnya. Tahun ini, upgrade pakai manset kali yaa (suka terlalu cuek sama lengan yang tersingkap, huhu).
  • Blog: Berhubung di awal tahun akan kerja rodi dulu prakteknya, urusan blog diurus dengan santai aja. Sempet nulis ya di-update, terlalu lelah dan sibuk ya gak apa-apa kalau gak update blog. Effortless.

Tahun ini walau gak punya resolusi, tapi tetap merencanakan apa yang akan dilakukan di tahun 2019. Bedanya apa? Kalau resolusi biasanya pada punya target besar yang harus dicapai dalam setahun, sedangkan yang kulakukan langsung actionable plan-nya. Yang aku tulis di atas itu nggak saklek, karena nantinya tergantung kondisiku aja.

Jika memungkinkan untuk dicapai ya dimasukkan dalam to do list yang harus dicapai dalam satu bulan, satu minggu, atau satu hari. Dengan seperti ini jadinya lebih ringan, lebih fleksibel, dan berdasarkan pengalaman lebih konkrit dan mudah tercapai.

Mau targetmu besar atau sederhana seperti targetku, inget selalu satu tujuan yang utama ini. Jika targetmu besar insyaa Allah akan dapat jalan terbaik dari Allah, jika targetmu sederhana insyaa Allah gak akan sia-sia. Mau besar atau kecil kalau tujuannya diniatkan untuk Allah hidup pasti akan tenang.

Dan tenang adalah tanda kebahagiaan. 🙂

Meresapi Bandung Lagi

Untuk tempat liburan, aku suka tempat yang tenang dan bisa berlama-lama berada di sana. Tujuanku ke suatu tempat bukan sekedar dateng ke suatu tempat yang ngehits lalu foto-foto yang banyak, aku ingin bisa meresapi tempatnya sehingga lebih terasa berkesan. Untuk dapat momen seperti itu susah sekali, makanya jadi jarang jalan-jalan yang berkualitas seperti itu.

Continue reading Meresapi Bandung Lagi

Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember – Budikdamber

Hari ini mau makan apa?

Ah gampang, tinggal beli aja atau belanja ke Pasar dan Supermarket dulu lalu masak-masak deh. Tapi coba bayangkan bagi yang berada di daerah paska bencana, di area pertambangan, atau pinggir pantai pasti lebih kesulitan untuk dapat ikan tawar dan sayuran segar. Budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember bisa menjadi solusinya.

Continue reading Budidaya Ikan dan Sayuran dalam Ember – Budikdamber

BPN13 – Tempat Liburan Impian

Sebenarnya gak ada sih negara/kota/tempat wisata yang aku pengen banget ke sana, sampai kemimpi-mimpi karena aku selow banget untuk hal ini. Jika hari-hariku berjalan dengan baik dan seimbang antara waktu kerja dan istirahat, aku gak ‘ngidam’ liburan banget. Misalnya pun jalan-jalan, aku gak begitu mikirin ke mananya, tapi yang lebih penting sama siapanya.

Continue reading BPN13 – Tempat Liburan Impian

BPN12 – 5 Tips Hidup Sehat JNYnita

Sebagai dokter gigi dan praktisi Thibbun Nabawi (aku punya sertifikatnya lhooo, walau sampai sekarang belum aku ambil, haha) seharusnya aku punya banyak tips kesehatan. Tapi sekarang ini gaya hidupku lagi kacau banget dan jauh dari gaya hidup sehat. Padahal syarat untuk membagi ilmu adalah menerapkannya pada diri sendiri dulu. 

Continue reading BPN12 – 5 Tips Hidup Sehat JNYnita

BPN11 – Koleksi Stationery

Aku sebenarnya gak ada niat untuk mengkoleksi sesuatu karena menurutku mengkoleksi itu buang-buang uang aja, aku lebih memilih membeli sesuatu yang memang aku suka dan akan pakai. Kesukaanku dari aku SD adalah alat tulis atau stationery. Dalam sebulan aku pasti menyempatkan diri untuk ke Toko Buku, bukan untuk beli buku melainkan liat-liat bagian stationery-nya. Lalu tanpa sadar stationery-ku jadi begitu banyak.

Pulpen

Dari kumpulan stationery-ku yang paling banyak adalah pulpen karena aku banyak menulis! Kalau belajar atau ada hal yang menurutku menarik, aku lebih memilih dengan cara menulis. Pulpen ini walau terlihat remeh, menemukan pulpen yang bener-bener enak merupakan perjuangan. Sudah dapat yang enak lalu muncul tantangan baru: harganya. Hahaha..

Pulpen favoritku biasanya dalam bentuk pulpen gel, dengan pulpen gel tulisanku jadi jauh lebih rapi. Namun dengan pulpen gel (favoritku Zebra Sarasa), aku merasa boros banget. Ada satu masa aku menghabiskan dana sekitar 100 ribu hanya untuk beli refill pulpen. Yes, nulisku memang sebanyak itu!

Notebook

Temannya pulpen tentu saja notebook. Aku gak suka pakai buku tulis biasa, lebih suka pakai buku kotak-kotak, bahkan di jaman buku kotak-kotak belum mudah didapat seperti sekarang ini. Jadi solusinya adalah pakai buku matematika.

Notebook yang jadi favoritku sekarang ini adalah Maruman. Kalau melipir ke Paperclip pasti berusaha nyetok, misalnya beli beberapa lalu dapat voucher diskon untuk pembelian berikutnya. Maruman ini aku suka karena walau kertasnya tipis, tinta pulpenku gak gampang tembus, dan pada saat discan dengan ponsel hasilnya bagus. Selain Maruman dalam bentuk notebook aku juga suka versi loose leaf-nya.

Agenda

Aku juga lemah banget kalau nemu agenda yang bagus dan gemesin. Padahal dalam satu waktu aku cuma pakai satu agenda atau pakai binder. Akhirnya agendaku yang kupikir gak akan kupakai aku berikan sebagai hadiah deh.

Ring planner

Untuk urusan agenda apa yang dipakai, aku suka labil. Kadang pakai agenda yang konvensional kadang balik pakai ring planner. Aku sempat pakai beberapa ukuran dari versi A4, personal, dan yang sekarang kupakai adalah versi pocket.

Sticker

Ahahahaha. Dulu aku sempat lemah banget sama sticker, setiap liat sticker gemes pasti dibeli lalu pas mau pakai kok rasanya sayang. Ada rasa khawatir kalau stickernya udah dipakai bakal susah cari yang segemes itu lagi. Akhirnya agendaku polos-polos aja deh.

Selain stationery, tanpa sadar skincare dan makeupku juga banyak jadi berasa koleksi juga. Untuk urusan skincare dan makeup aku udah berusaha nahan diri sih soalnya ada masa kadaluarsanya kan, jadi sayang kalau mubazir.

Barang-barang ‘koleksi’ku yang kupajang ini mungkin akan berkurang beberapa waktu ke depan karena aku berusaha pakai dan habiskan. Untuk selanjutnya akan pakai barang-barang yang pasti akan kupakai aja dan versatile. Harapanku jadi tambah hemat dan minim barang. 🙂