EAT&SIP: Beef Prosperity Burger McD

image

Gara-gara Tahun Baru Cina, setiap tahun antara bulan Desember-Februari, McD ngeluarin burger khusus yaitu Beef Prosperity Burger. Dari awal burger ini muncul sekitar saya SMA, saya belum pernah nyobain, jadinya obsesi banget pengen nyobain ini. Hampir setiap hari saya ngajakin temen makan di McD, tapi karena ini itu anu jadinya gagal mulu, hingga suatu hari Asha mau nemenin. 🙂

Continue reading EAT&SIP: Beef Prosperity Burger McD

REVIEW: The Body Shop Tea Tree Oil

image

Tahun lalu, muka saya sempet breakout parah, super stress deh untuk mengatasinya. Dari search-search di internet katanya tea tree oil manjur untuk ngobatin jerawat. Berhubung tea tree oil yang gampang diakses adalah yang dari The Body Shop ya sudah saya coba saja. Hasilnya….
Continue reading REVIEW: The Body Shop Tea Tree Oil

BOOK: The Little Prince

image

Sinopsis:

The Little Prince atau dalam edisi aslinya yang berbahasa Prancis berjudul Le Petit Prince, adalah kisah klasik yang memiliki pesona tak lekang oleh waktu dan daya tarik melampaui batas usia dan kebangsaan sehingga menjadikannya buku berbahasa Prancis yang paling banyak diterjemahkan. Tak ada cerita yang lebih dicintai anak-anak maupun orang dewasa selain fabel yang bijak dan menyentuh ini.

Continue reading BOOK: The Little Prince

EAT&SIP: Nge-Sushi di Sushi Miya8i

image

I know… I know.. Namanya menggelitik yah? Inilah yang bikin saya penasaran nyoba sushi di sana. Di suatu sore yang mendung, akhirnya saya dan Arum melipir ke Sushi Miya8i cabang Kalimalang padahal gak laper, padahal abis ngemil-ngemil banyak, padahal juga abis belanja-belanja, tapi tetep aja mupeng, huaaaa… Ya sudah, mampirlah kami dengan niat cuma ngemil-ngemil hemat, dan ternyata gagal.. ╯︿╰

Awalnya kami hanya pesan Green Spider Roll (28rb) dan 2 Ocha (@10rb bisa di-refill). Green Spider Roll-nya kurang memuaskan dan Ocha-nya terlalu translucent (kurang pekat, nyaris seperti air putih. Hhffft, mending celup-celup sendiri di rumah). Karena sushi yang pertama dipesan kurang memuaskan dan ternyata itu bukan chef recommendation, saya dan Arum pesen lagi yaitu Seulawah Roll (33rb). Seulawah roll ini baru memuaskan rasanya. 🙂

image

Kami gagal hemat karena mesen dua sushi, padahal targetnya gak akan lebih dari 50ribu untuk berdua dengan perkiraan Ocha-nya gak semahal itu, hehehe. Makan di sana sepertinya murni untuk menghilangkan rasa penasaran karena sampai sekarang saya belum tertarik makan di sana lagi. -___-

Review Sushi Miya8i (beneran) dari blogger lainnya:
• Anye
• foodescape
• msliong
• malesbanget.com
• filipus verdi

BOOK: Larasati

image

Siapa yang tidak kenal Pramoedya Ananta Toer? Telinga saya cukup akrab dengan ,namanya, bahkan salah satu quote-nya jadi paporit saya, ironisnya saya malah belum pernah membaca hasil karyanya. Larasati merupakan karya yang saya pilih untuk berkenalan dengan sang penulis. Alasannya sederhana, karena bukunya tipis. 🙂

Sinopsis:
Roman ini merekam dengan elegan golak revolusi Indonesia pascaproklamasi. Tapi bukan dari optik “orang-orang besar dan orang-orang tua”, melainkan seorang perempuan. Larasati namanya. Seorang aktris panggung dan bintang film yang cantik. Dari kisah perjalanan perempuan inilah melela sebuah potret keksatriaan kaum muda merebut hak merdeka dari tangan-tangan orang asing.

Continue reading BOOK: Larasati

BOOK: Norwegian Wood

image

Akhir-akhir ini saya memang terobsesi untuk baca buku yang masuk list “1001 books you must read before you die”, pas ke Perpusdiknas untuk balikin buku To Kill a Mockingbird pun awalnya mau minjem buku yang masuk list ini lagi. Tapi akhirnya saya minjem buku Norwegian Wood karya Haruki Murakami. Alasannya adalah karena ada 4 buku Haruki Murakami yang masuk list 1001 buku yaitu Kafka on the Shore, After the Quake, Sputnik Sweetheart, dan The Wind-Up Bird Chronicle.  Sayangnya di Perpusdiknas adanya yang bahasa inggris (entah udah ada terjemahannya atau belum), ya sudah saya pinjem buku yang ini untuk ‘kenalan’ dengan Haruki Murakami.

Sinopsis

image

Ehem, bisa disimpulkan kan kalau ini novel DEWASA!! Sooo, bagi anak sekolah, sebelum baca ini ijin dulu ke ortu atau guru, OK? Hehehe..
Continue reading BOOK: Norwegian Wood

BOOK: To Kill a Mockingbird

image

Sudah sering saya berkoar-koar lagi baca buku ini, sudah beberapa kali pula saya mengumbar janji untuk review buku ini. Dan sekarang saatnya!! Siap-siap dizzy, ini kayaknya post terpanjang yang pernah saya buat. Y(^_^)Y

To Kill a Mockingbird
Buku ini bercerita tentang keluarga kecil Finch di kota Maycomb, Alabama, dengan setting tahun 1930-an. Keluarga Finch ini terdiri dari Atticus Finch sang ayah, Jem Finch anak pertama, dan Scout Finch anak kedua. Ibu mereka sudah meninggal sejak Jem dan Scout masih kecil. Selain mereka, dalam satu rumah juga ada Calpurnia seorang wanita kulit hitam yang bekerja sebagai pelayan dan pendidik bagi kedua anak Atticus Finch.

Atticus Finch adalah seorang pengacara, pada saat terdapat kasus seorang kulit hitam yang dituduh melakukan tindakan asusila, dia yang dipilih untuk menjadi pengacara dari orang kulit hitam tersebut. Pada saat itu rasisme masih sangat kental, sehingga Atticus Finch mendapatkan banyak cercaan dan teror dari banyak pihak, begitu juga Jem dan Scout. Sudah terbayang inti kisah ini? Hhhm, tapi saya tidak mau fokus ke sana, karena karakter dan hikmah dari buku ini sangat menarik!

Continue reading BOOK: To Kill a Mockingbird

EAT: Bubur Ayam Ceker Sukabumi

Hari pertama di tahun 2013 saya awali dengan berkuliner!! Saya butuh bertemu dengan seseorang dan awalnya mau makan di Bubur Ayam Pemuda, tapi hosip-hosipnya tutup. Kata nenek saya, daripada bubur ayam Pemuda, lebih enak bubur ayam ceker Sukabumi. Lokasinya sama-sama di Pondok Kelapa dan ya sudah ngebuburnya di Bubur Ayam Ceker Sukabumi saja.. Y(^_^)Y

Bubur ayam ini lumayan eksis, beberapa kali masuk TV. Waktu saya lihat di TV tempat makannya masih sederhana, sekarang udah bagusan. Menunya ada macam-macam aneka bubur ayam, dari yang polos hingga bisa nambah jumlah ceker. Awalnya saya gak kebayang makan ceker. Terakhir makan kayaknya udah lama buanget, tapi makan di tempat spesial ceker masa gak makan ceker? Ya sudah saya pesan bubur ayam ceker telur (14ribu)

image

Rasa buburnya lumayan lah, tapi saya lebih suka rasa bubur ayam pemuda yang spesial. Daging ayamnya gede-gede potongannya, untuk saya yang kurang suka ayam bagian dagingnya, ini masih tolerable soalnya empuk dan gurih. Taburannya pas. Telornya gak mateng, tapi ya sudahlah, gak bikin eneg untungnya. Dan cekernyaaa? Tersembunyi di bawah bubur. Cekernya cuma dapet satu, kulitnya empuk dan gampang terlepas dari tulangnya! Saya penyuka kulit, jadi suka lah sama si ceker ini. Yummy.. :9

Untuk rasa bubur, bubur ayam pemuda masih menang. Tapi kalau untuk ceker, ini ueeenak lah!! Sukses bikin saya yang underestimate ceker jadi suka ceker.. Graukk!! 😀