Buku

BOOK: To Kill a Mockingbird

image

Sudah sering saya berkoar-koar lagi baca buku ini, sudah beberapa kali pula saya mengumbar janji untuk review buku ini. Dan sekarang saatnya!! Siap-siap dizzy, ini kayaknya post terpanjang yang pernah saya buat. Y(^_^)Y

To Kill a Mockingbird
Buku ini bercerita tentang keluarga kecil Finch di kota Maycomb, Alabama, dengan setting tahun 1930-an. Keluarga Finch ini terdiri dari Atticus Finch sang ayah, Jem Finch anak pertama, dan Scout Finch anak kedua. Ibu mereka sudah meninggal sejak Jem dan Scout masih kecil. Selain mereka, dalam satu rumah juga ada Calpurnia seorang wanita kulit hitam yang bekerja sebagai pelayan dan pendidik bagi kedua anak Atticus Finch.

Atticus Finch adalah seorang pengacara, pada saat terdapat kasus seorang kulit hitam yang dituduh melakukan tindakan asusila, dia yang dipilih untuk menjadi pengacara dari orang kulit hitam tersebut. Pada saat itu rasisme masih sangat kental, sehingga Atticus Finch mendapatkan banyak cercaan dan teror dari banyak pihak, begitu juga Jem dan Scout. Sudah terbayang inti kisah ini? Hhhm, tapi saya tidak mau fokus ke sana, karena karakter dan hikmah dari buku ini sangat menarik!

Jean Louise Finch (Scout)
Cerita dalam buku ini dikisahkan melalui sudut pandang Scout pada saat usianya 8 tahun. Awalnya saya terkecoh menganggap Scout ini laki-laki, karena nama dan tingkahnya. Scout juga tidak suka dianggap seperti anak perempuan. Untuk anak berumur 8 tahun, dia sangat pintar dan serius! Di umur tersebut selain sudah bisa membaca, bacaannya juga berat, dan senang mendiskusikannya. Hal inilah yang membuat dia terkekang di Sekolah, saat itu Sekolah malah melarangnya membaca karena tidak sesuai kurikulum. Scout termasuk anak yang gampang tersulut amarah, jika penyebabnya jelas. Dia keras kepala, namun jika berada dalam posisi harus menjadi fleksibel, dia bisa fleksibel.

Jeremy Atticus Finch (Jem)
Berbeda dengan Scout, Jem ini lebih kalem. Atticus tidak merasa khawatir akan sikap Jem. Dalam cerita ini, Jem yang berusia 12 tahun digambarkan sedang dalam masa transisi, puber gitu deh. Jem merupakan kakak yang baik, dia sangat melindungi adiknya. Namun di masa transisi, dia jadi lebih suka menyendiri, dan lebih sok bijak dengan banyak menasehati Scout. Walau terlihat ‘bermain aman’, Jem pernah juga out of control yang membuat dia mendapatkan hukuman sebulan penuh.

Atticus Finch
Menurut saya Atticus ini orang tua yang super keren! Walau sering dicap gagal mendidik anak oleh keluarga dan orang di sekitarnya. Atticus merupakan orang tua yang idealis, dia memposisikan dirinya sebagai contoh untuk anak-anaknya. Hal yang membuat dia berusaha dalam jalur yang benar adalah supaya dia punya ‘muka’ untuk menghadapi anak-anaknya, karena hanya mereka yang dia punya.

Atticus bisa memperlakukan anaknya selayaknya anak-anak (memeluk, memangku, membiarkan mereka bermain, dll), juga bisa jadi tempat mereka bertanya dan berdiskusi, Atticus juga idealis, saat anaknya bersalah dia tidak akan membiarkan anaknya lepas dari tanggung jawab.

Interaksi Orang Tua dan Anak
Awalnya saya shock karena sang anak memanggil ayahnya dengan Atticus atau Sir, di novel sempat ada yang mempermasalahkan, tapi ya sudahlah. Dalam hal parenting, ada yang saya petik dari kisah di novel ini:
• Jika terdapat perselisihan di antara dua anak, jangan langsung memutuskan siapa yang bersalah dan apa hukumannya sebelum mendengarkan dari dua sisi.
• Jika anak bertanya, jawablah, jangan menghindar. Mereka akan tahu saat yang ditanya menghindar dan malah menjadi bingung.
• Menerima anak apa adanya asal tidak merugikan orang lain. Jika merugikan, Atticus sangat tegas!
• Tetap memperlakukan anak-anak sesuai dengan usianya.
• Percaya dan pahami anak, sehingga anak percaya balik dan berusaha menghargai kepercayaan orang tua.
• Yang menarik, saat berbicara dengan orang lain, Atticus sering membiarkan Scout menguping. Setelah hal yang ingin didengar oleh Scout sudah tersampaikan, Atticus lalu mempersilahkan Scout keluar dari persembunyiannya.

Alur
Alurnya smooth, natural. Walau cerita besarnya adalah pembelaan Atticus terhadap orang negro, tapi tidak terfokus pada cerita itu, karena ada kisah-kisah kecil di dalamnya. Setiap kisah, ada hikmahnya masing-masing, tsah.

Quote!! Quote!! Quote!!
“Kau tak akan pernah mengenal seseorang sampai kau berada dalam posisinya” (Atticus Finch, hlm 530)

“Kalau kau bisa mempelajari satu ketrampilan sederhana, Scout, kau bisa bergaul lebih baik dengan berbagai jenis orang. Kau baru bisa memahami seseorang kalau kau sudah memandang suatu situasi dari sudut pandangnya, kalau kau sudah memasuki kulitnya dan berjalan-jalan di dalamnya” (Atticus Finch, 66)

“Mockingbird menyanyikan musik untuk kita nikmati. Hanya itulah yang mereka lakukan. Mereka tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung. Mereka juga tidak melakukan apa pun kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena itulah, membunuh mockingbird itu dosa” (Atticus Finch)

Data buku:
Judul : To Kill a Mockingbird
Penulis : Harper Lee
Penerjemah : Femmy Syahrani
Penyunting : Berliani Mantili Nugrahani
Penerbit : Qanita
Cetakan : IV, 2008
Tebal : 533 hlm
Book award: Pulitzer Award, 1961
My ratting: ★★★★★ (Must read items!!!)

Buku pinjam di Perpusdiknas.

Advertisements
This entry was posted in: Buku
Tagged with:

40 Comments

  1. Pingback: The Secret Life of Bees | JNYnita

  2. Pingback: JNYnita Ikutan Blogiveaway-nya Tom Kuu | JNYnita

  3. Pingback: 1001 Buku part 1 « JNYnita's Treasures

  4. Pingback: Book Review: Norwegian Wood « JNYnita's Treasures

  5. “Kau tak akan pernah mengenal seseorang sampai kau berada dalam posisinya” . ini keren banget. makanya memang nggak bole menjastis sebelum membayangkan kita dalam posisi dia

  6. Makin pengen baca Nit, reviewnya oke kok, mampu menggambarkan isinya. Dan nggak kepanjangan hehe.
    Lha trus aku pinjem siapa ya? :mrgreen:

  7. Waktu bacabuku ini dulu rasanya nyantai dan ngalirnya enteng banget. Kirain dulu buku ini buku yang ga terlalu dikenal gitu. Cerita tentang prasangka terhadap orang dan gimana menyikapinya enak banget dibaca.Eh ternyata masuk Oprah reading list juga.Hihihi.
    pertama baca yang terjemahannya dan setelah nikah baru tahu ternyata istri punya bahasa aslinya.. syenaanngg.. 😀

    • Ini buku minjem perpus… klo menurutku ‘must read’ aku akan nyari bukunya dan pengennya beli versi inggrisnya.. 🙂

  8. Udah baca tapi entah kenapa gak bisa kelar2, bosen gitu hehe. Bosen apa gak nyampe kali yaaa otaknya 😊

    • haha, emang serius novelnya, gak cocok utk jadi bahan pikiran anak berumur 8 tahun..

  9. antondewantoro says

    Saya inget banget waktu baca buku ini pas lagi sakit dirawat di RS Premier. Makannya “To Kill a Mockingbird” jadi salah satu buku paling berkesan buat saya

Comments are closed.