Tag Archives: haruki murakami

BOOK: Sputnik Sweetheart

image

Huha.. Review buku lagi.. ^^„
Kali ini bukunya Haruki Murakami yang Sputnik Sweetheart. Sejak baca Norwegian Wood saya jatuh hati dengan tulisannya Haruki Murakami. Bahasanya sederhana, flow-nya enak, karakternya unik dan mayoritas aloner, gue banget deh.

Continue reading BOOK: Sputnik Sweetheart

LIFE: Memutar Sekrup

Salah satu hal yang berkesan dari Norwegian Wood adalah istilah memutar sekrup. Di novel tersebut tidak dijelaskan secara gamblang apa yang dimaksud dengan memutar sekrup. Jadi pembaca pasti punya interpretasinya sendiri-sendiri. Dan beginilah interpretasi saya…

Saya bayangkan hidup seperti sebuah rangkaian yang bagian-bagiannya disatukan dan dikencangkan dengan sekrup. Seiring berjalannya waktu, sekrup-sekrup itu akan longgar, sehingga rangkaian kehidupan tidak berjalan dengan efektif. Seperti jam dinding tanpa batre yang ada di rumah Mbah Kung saya, supaya jam bisa berdetak dengan ritme yang sesuai dan selalu menunjukkan waktu yang pas, Mbah Kung harus rutin memutar kunci-kunci di jam tersebut terkadang meminyakinya. Suka atau tidak suka, untuk dapat penunjuk waktu yang mumpuni, Mbah Kung harus melakukan rutinitas itu.

Continue reading LIFE: Memutar Sekrup

BOOK: Norwegian Wood

image

Akhir-akhir ini saya memang terobsesi untuk baca buku yang masuk list “1001 books you must read before you die”, pas ke Perpusdiknas untuk balikin buku To Kill a Mockingbird pun awalnya mau minjem buku yang masuk list ini lagi. Tapi akhirnya saya minjem buku Norwegian Wood karya Haruki Murakami. Alasannya adalah karena ada 4 buku Haruki Murakami yang masuk list 1001 buku yaitu Kafka on the Shore, After the Quake, Sputnik Sweetheart, dan The Wind-Up Bird Chronicle.  Sayangnya di Perpusdiknas adanya yang bahasa inggris (entah udah ada terjemahannya atau belum), ya sudah saya pinjem buku yang ini untuk ‘kenalan’ dengan Haruki Murakami.

Sinopsis

image

Ehem, bisa disimpulkan kan kalau ini novel DEWASA!! Sooo, bagi anak sekolah, sebelum baca ini ijin dulu ke ortu atau guru, OK? Hehehe..
Continue reading BOOK: Norwegian Wood