Buku

BOOK: Larasati

image

Siapa yang tidak kenal Pramoedya Ananta Toer? Telinga saya cukup akrab dengan ,namanya, bahkan salah satu quote-nya jadi paporit saya, ironisnya saya malah belum pernah membaca hasil karyanya. Larasati merupakan karya yang saya pilih untuk berkenalan dengan sang penulis. Alasannya sederhana, karena bukunya tipis. πŸ™‚

Sinopsis:
Roman ini merekam dengan elegan golak revolusi Indonesia pascaproklamasi. Tapi bukan dari optik “orang-orang besar dan orang-orang tua”, melainkan seorang perempuan. Larasati namanya. Seorang aktris panggung dan bintang film yang cantik. Dari kisah perjalanan perempuan inilah melela sebuah potret keksatriaan kaum muda merebut hak merdeka dari tangan-tangan orang asing.

Tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Apakah setelah itu Indonesia sudah 100% merdeka? BELUM! Seperti yang kita ketahui dari buku sejarah, setelah Perang Dunia ke-2 Belanda datang lagi ke Indonesia dengan bantuan tentara sekutu dari negeri-negeri Barat, Belanda membuat NICA (Netherlands-Indies Civil Administration) atau Pemerintahan Hindia-Belanda. Ternyata, banyak orang Indonesia yang membelot bergabung dalam NICA demi sesuap nasi, pakaian, dan jabatan. Apakah kaum pemuda tinggal diam? Tentu tidak!

Novel ini merekam perjuangan kaum pemuda melawan NICA untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Dengan sudut pandang seorang aktris film yang dielu-elukan baik oleh Belanda maupun rakyat Indonesia sendiri, Larasati atau Ara. Bagi Ara sebenarnya bisa saja menclok sana menclok sini demi kepentingan karirnya, namun Ara lebih memilih bergabung dengan para pemuda yang esok belum tentu masih bisa bernapas. Yang tidak saya sangka-sangka, Ara, seorang perempuan terjun ke medan perang!

Novel ini singkat, walau novel roman, tapi tidak ada kisah cinta mengharu-biru. Saya kurang terbiasa dengan kata-kata di novel ini seperti golak, matari, wagon, dan sebagainya. Mungkin nantinya akan terbiasa saat membaca novel Pramoedya yang lainnya. Buku Pramoedya belum menjadi ‘my cup of tea’ tapi ini buku yang bagus untuk menggambarkan keadaan di masa itu, setelah saya merasa dikhianati oleh buku paporit pas SD ’30 Tahun Indonesia Merdeka’ yang katanya merupakan propaganda Orba.

Data Buku:
Judul: Larasati
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
Cetakan: IV, Juni 2007
Halaman: 180 hlm
My rating: β˜…β˜…β˜…β˜†β˜† (Well, I like it)
Buku dipinjam dari Perpusdiknas

Advertisements

14 Comments

  1. Pingback: JNYnita Ikutan Blogiveaway-nya Tom Kuu | JNYnita

  2. saya juga belum pernah baca novelnya pramoedya. malah yang saya baca duluan biografinya “Pramoedya Ananta Toer Dari Dekat Sekali” yang ditulis sama adiknya.

  3. Saya juga belum pernah baca karya nya, tapi tau beberapa referensi yang bagus dan beberapa quotes nya yang cukup terkenal. Selamat membaca..

  4. Aku baca yang Calon Arang, itu tipis juga Nit tentang legenda calon arang pernah dengar kan? Pengen baca lagi yang lain, cuma belum sempet hehe

  5. Novel Pram yang tipis dengan cerita bagus, saya rekomendasikan Gadis Pantai. Sayang ceritanya nggak selesai karena kabarnya termasuk karya Pram yang dulu dimusnahkan…

  6. Udah lama pengen ngoleksi sastra lama Indonesia… tapi belum kesampean-kesampean, duitnya selalu kepake buat beli buku-buku baru terbit. Padahal kayaknya bagusan sastra lama daripada yang sekarang….

    Fotonya ditunggu Kak πŸ™‚

  7. gue terlalu sering lihat karya karyanya pramoednya tapi entah kenapa ga penah tertarik

Comments are closed.