Health

HEALTH: Cara Untuk Selalu Sehat?

Jaman sekarang ini jamannya bingung, banyak banget cara dan tawaran untuk bisa sehat mulai dari cara yang ribet hingga yang instan. Berkembangnya arus informasi bukannya bikin makin jelas malah bikin makin membingungkan. Makanan yang tadinya dianggap sehat tiba-tiba bisa kena cap karsinogenik (penyebab kanker), penyebab kolesterol, asam urat, darah tinggi, dan sebagainya. Aarrgh..

Di kedokteran klasik, menjaga tubuh tetap sehat dan mencegah penyakit itu termasuk pengobatan. Oleh karena itu, setelah belajar organ, yang dipelajari adalah cara-cara untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Padahal pengennya setelah belajar organ tubuh langsung belajar tentang penyakit, diagnosis, dan pengobatan menggunakan bahan makanan dan obat (herbal). Hehehe.

Karena dasar pendidikanku dari kedokteran modern, aku sedikit banyak membandingkan cara-cara menjaga kesehatan dari yang klasik dan modern. Menurutku apa yang kupelajari di kedokteran klasik justru lebih sederhana dan masuk akal, walau penerapannya makin susah karena jaman sekarang hampir segalanya sudah tercemar dan rusak. 😥

Cara untuk menjaga kesehatan yang diajarkan bagaimana? Yang dibahas di kelas seperti ini…
– Mengikuti prinsip keseimbangan tubuh.
– Hidup harmonis dengan alam.
– Makan dan minum tidak berlebihan.
– Bekerja (siang hari) dan beristirahat secara teratur pada malam hari.
– Tidak pernah membiarkan dirinya terlalu tertekan (stress).

Lalu aku menyederhanakan poin-poin di atas menjadi 3 poin ini…
– Pola makan dan minum.
– Gaya hidup.
– Manajemen emosi dan pikiran.

Setiap hadir di kelas rasanya aku sering ‘kena tampar’ tentang pola makan, gaya hidup, dan manajemen emosi yang kujalani. Awalnya kudengar sambil lalu tapi setelah hampir 2 semester ikut kuliah mulai timbul perasaan bersalah kalau bandel, saran dari Shinse-nya sedikit-sedikit mulai kudengarkan dan kujalani. Ternyata walau baru sedikit yang diubah, efeknya lumayan. 🙂

Ada banyak hal yang kupelajari di kedokteran klasik dan menurutku sangat berguna jika aku sharing di blog ini. Tapi sebelum aku share, aku harus bisa jalani dulu jadi… Yeah.. Semangat!!

Semangat sehat jangan sampai sakit! Huha!

P.s. Memilih gaya hidup + Curhatan dokter gigi.

Advertisements

16 Comments

  1. Pingback: HEALTH: Periksa Kadar Antioksidan Tubuh dengan BioPhotonic Scanner | JNYNITA.com

  2. Sejak mengikuti pola makan food combining 7 tahun lalu, dan rutin OR (lari, renang sepedahan) bersyukur badan jadi semacam punya alarm. Kalo ada sesuatu yang ga sehat menurut si badan ini, langsung alarmnya nyala. Hidup seimbang aja intinya. Ga berlebihan, ga kekurangan, selalu berpikir positif dan bersyukur.

      • Hahaha ga bisa ditularin Nit. Kesadaran itu. Kebutuhan akan hidup sehat. Kalo sudah terbiasa, jadinya ga akan balik lagi ke masa2 kegelapan dulu *masa2 makan cuman nyenengin lidah, tanpa berpikir tubuh seneng juga apa nggak.

        • Hahaha.. Aku malah sebaliknya, masa skrg adalah masa yang kelam.. Gaya hidupku pas SMA & kuliah malah jauh lebih sehat…

  3. #biar hat trick kayak bal-balan, hahaha:

    Emang bener Nit. Semakin banyak info semakin pusyiang jadinya.

  4. Betul ya Mbak apa kata orang, kita adalah apa yang kita lakukan, kita adalah apa yang kita makan, kita adalah apa yang kita pikirkan. Makanan adalah obat, tapi obat bukanlah makanan :hihi. Terus, tawa adalah obat yang paling baik. Quote-quote yang dulu kita dengar sambil lalu tapi sebenarnya dampaknya besar banget.

    Terima kasih sudah mengingatkan! Saya juga kena tamparan setelah baca ini. Banyak aspek kesehatan yang belum saya perhatikan :hihi. Tapi ayo deh, sedikit demi sedikit diubah.

    • Yang mau diubah apa aja Gar? Bulan ini aku coba berhenti minum minuman manis dlm kemasan.. 😀

  5. Katanya seorang temen, kita itu diberi kebebasan memilih utk sakit atau sehat. Jadi sakit itu pilihan. Sehat juga pilihan. Kita diberi secuil ilmu ttg bagaimana menjaga kesehatan. Dari secuil itu byk sekali parameter yg bs diturunkan. Makanan sehat, olahraga teratur, rajin tahajud dan shaum, tidak berlebihan dlm mengejar dunia, dll. Tapi kebanyakan dr kita suka lupa atau terkalahkan oleh nafsu. Jadinya yaa begitu deh, penyakit yg datang. Padahal kalau mau sbnrnya sudah ada contohnya, Rasulullah. Beliau seumur hidup hanya pernah sakit 2x. Ketika diracun, dan ketika menjelang maut. Wallahualam..

    • Pilihannya gak bebas juga sih Mbah krn itu kan takdir., hehehe… Klo di Thibbun Nabawi yang digaungkan spt ini sesuatu yg bisa menyelamatkan kita di akhirat pasti akan lebih mudah utk menyelamatkan kita di dunia. 😀

Comments are closed.