Uang di ATM raib dan hanya menyisakan 62 ribu rupiah plus kehilangan handphone. Dua hal itu terjadi siang tadi. Kok bisa-bisanyaaaaaa?
Kronologis kejadiannya seperti ini…
Uang di ATM raib dan hanya menyisakan 62 ribu rupiah plus kehilangan handphone. Dua hal itu terjadi siang tadi. Kok bisa-bisanyaaaaaa?
Kronologis kejadiannya seperti ini…
Seumur-umur saya belum pernah beli handphone yang masuk kategori high-end, rata-rata handphone saya yang untuk internetan masuknya kategori mid-range, dan untuk handphone sehari-hari saya pakai handphone yang low-end atau handphone internetan yang udah ‘turun tahta’. Saya gak pernah ngerasain suatu handphone yang nge-hits pada jamannya.
Saat saya dan teman saya yang-sering-saya-sebut nonton ini, rasanya itu nyessss banget, gara-gara episode ini isinya tentang doktrin untuk cinta produk Malaysia tapi kami nontonnya di stasiun TV Indonesia di saat kami merasa produk Indonesia kurang berkembang dan kurang diminati oleh rakyatnya sendiri.
Apakah teman-teman masih bangga menggunakan produk asing dan gengsi pakai produk Indonesia? Ayo dibalik… Mari kita malu pakai produk asing dan bangga pakai produk Indonesia. Merdeka!!!
Bagi saya menulis itu entah di jurnal pribadi atau di blog, merupakan proses untuk merapikan isi otak. Apabila apa yang saya pikirkan sudah tertuang dalam sebuah kertas atau post, saya pun lega, menandakan ‘pencernaan’ di otak saya lancar.
Continue reading LIFE: Inside My Head Right Now pt.2
Silly lagi galau! Akhir-akhir ini dia lebih susah diatur, rewel, dipanggil lama nyautnya. Kalau lagi galau gini biasanya dia sigap banget kalau ada yang buka pintu rumah, pengen kabur, padahal pas lagi normal dia sudah lumayan apatis kalau ada yang buka-tutup pintu.
Ide nulis poin-poin ini muncul pas nulis post Blogwalking, kenapa harus komentar? Daripada saya paksain masuk ke post itu dan bikin gak fokus, jadi saya buat post baru aja. Apa yang tercantum di sini adalah rahasia (yang gak terlalu rahasia), uneg-uneg dan apa yang saya pikirkan tentang dunia blog. 😀
Continue reading BLOGZONE: Buka Kartu Tentang Blog
Salah satu kekurangan blogwalking secara offline yaitu gak bisa langsung kasih komentar a.k.a. jadi silent reader dulu, bisa komentarnya ya tetep pas udah terhubung dengan internet. Hehehe. Kalau kata Mas Dani baca sebuah post tanpa ngasih komentar itu seperti makan gak pakai nasi, kurang terus. Kalau untuk saya, sah-sah aja blogwalking tanpa komentar.
Continue reading BLOGZONE: Blogwalking, Kenapa Harus Komentar?
Kalau ngobrol sama teman Kampus, kami suka bersyukur pakai banget karena jaman kami SMA internet dan media sosial belum se-booming sekarang. Sekarang ini kalau mau belajar distraksinya banyak, pas lagi nyusun skripsi saya kena racun ‘bentar-bentar ngecek Facebook’, lalu berganti menjadi ‘bentar-bentar ngecek Twitter’, dan pas saya lagi ngejar yudisium saya malah jadi aktif banget di Instagram. Alibinya sih supaya refresh, tapi bukannya refresh malah jadi terdistraksi. Hadeuuuh.
Continue reading LIFE: Distraksi Et Causa Gadget
Akhir-akhir ini gaya hidup atau lifestyle lagi jadi trending topic di pikiran saya. Diawali dengan pilihan saya untuk gak nyari pekerjaan yang prognosisnya lebih menguntungkan dan naiknya harga BBM yang membuat saya sadar kalau untuk masyarakat menengah ke atas subsidi BBM sama saja mensubsidi gaya hidup orang Indonesia.
Continue reading LIFE: Memilih Gaya Hidup