Journal

BLOGZONE: Blogwalking, Kenapa Harus Komentar?

Salah satu kekurangan blogwalking secara offline yaitu gak bisa langsung kasih komentar a.k.a. jadi silent reader dulu, bisa komentarnya ya tetep pas udah terhubung dengan internet. Hehehe. Kalau kata Mas Dani baca sebuah post tanpa ngasih komentar itu seperti makan gak pakai nasi, kurang terus. Kalau untuk saya, sah-sah aja blogwalking tanpa komentar.

Saya jadi pembaca blog dari tahun 2009, saat jadwal gak sepadat pas S1 dan selalu jadi silent reader hingga Agustus 2012. Setelah itu kalau saya lagi aktif ngeblog ya banyak komentar, pas lagi hiatus ngeblog ya jadi silent reader lagi.

Berkomentar di blog punya banyak fungsi, bisa untuk dapat kunjungan atau follow balik, bisa nambahin link yang masuk ke blog kita, bisa menambah engagement antara kita dan yang punya blog yang akhirnya dapat timbal balik yang sama. Dari semua itu, tujuan terakhir lah yang ingin saya capai, supaya dapat chemistry-nya. Soalnya kalau silent reading aja, saya jadi merasa kenal sama yang punya blog, tapi yang punya blog merasa saya asing. Hiks. 😥

Walau saya lagi mood berkomentar tapi tetap aja mayoritas post yang saya baca tidak saya komentari. Soalnya berat bok!

Saya itu kalau nemu link sebuah Blog yang ‘followable‘ langsung di-follow via Feedly, jadi bisa dibilang Feedly saya itu isinya ‘bank data’ blog yang pernah bikin saya terjebak. Gara-gara itu dalam sekali refresh bisa ada ratusan post baru yang bisa dibaca dan saya gak rela kalau post-post yang udah masuk ke Feedly itu gak saya baca beneran! Feedly nyaris ‘kosong’ adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. 🙂

Btw, apa sih alasan kamu untuk berkomentar?
kepo
😀

image

PS: FYI yang udah masuk ke Feedly tetep bisa dibaca walau di blog aslinya udah dihapus. Hal ini bikin saya seneng karena jadi bisa baca yang orang lain gak bisa baca dan jadi nebak-nebak apa alasannya sampai post itu dihapus. Haha.. :p

follow us in feedly

Advertisements

82 Comments

  1. klo menurut saya sih komentar itu perlu gak perlu sih…
    tapi klo blognya wordpress ane selalu sempetin komen.
    klo blogspot ane biasanya jadi silent reader, abisnya klo komentar agak sedikit ribet. ketemu capcai dan lainya

  2. Kalo saya komentar karena tertarik dengan postingannnya, kalau ga mau komentar tapi isinya bagus, paling saya hanya like..

  3. Pingback: BLOGZONE: Blogroll IHB, Sumber Link Untuk Blogwalking Hijab Blogger | Justisia Nafsi Yunita

  4. Jujur, alasan utama komen ya biar dikomenin balik. 😀
    Yg paling sering blogwalking tanpa ninggalin komen sih kalau jalan-jalannya ke blogger luar negeri.

  5. Mba kalo aku sebenernya pengen komentar tapi kalo buka via feedly entah kenapa ngga bisa ngetik komentar. Keyboardnya ga muncul. Jadi ya gitu deh seringnya jadi silent reader. Oh ya ini bisa komen karena buka pake wordpress.. 🙂

  6. Dengan berkomentar, artinya memberikan aspirasi kepada penulis mengenai karyanya. Setiap orang pasti pengen diberi sanjungan, manusiawi.

  7. Aku selalu usahain komen Mbak, kalok bw. Karena memang sukak ngerusuh aja sih intinya. Bahahah.. 😀

    Tapi ada jugak silent reader, kalok kira-kira aku ngerasa ngga bisa menjangkau si bloggernya. Entah karena akunya minder mungkin 😛

  8. Pingback: Buka Kartu Tentang Blog | JNYnita

  9. niniksetyarini says

    kalo saya BW dengan komen kalo pas lagi pengen komen aja, jadi komennya tulus gak dibuat2, cieee

  10. Saya juga makai feedly, lebih sering SR juga. Kecuali kalau saya bw pakai lapto *kayak sekarang*. lebih mudah kasih komen 😀
    Saya juga komennya kalau lagi pengin aja, jadi berasa agak gimana gitu kalau ada yang protes kok udah komen di blog saya tapi saya ga komen di blognya. Kadang banyak alasan kan kalau kita ga komen, bisa ga tau mau ngomen apa. atau alasan lain. Jaringan lelet, dll.

    • Iya Mbak sama.. Krn aku moblogging, utk urusan komen mengkomen memang jadi kendala.. Krn merasa kesulitan komen, jadi aku pun tidak berharap banyak yang komentar di postku, jadi kalau ada yg komentar aku happy.. Terimakasih yaa udah komentar di sini.. 🙂

  11. Buat saya komeng itu klo mw komeng ya komeng, nda ya nda
    Tergantung moodnya
    Ada blog yg saya cumn liat aja tapi nda tergerak buat komeng
    Lagi2 itu soal rasa, tapi biasanya klo yg udh kenal dr Multiply biasanya lbh enak interaksinya

  12. Salah satunya dapat kunjungan balik dari… hehehe
    Selain itu, secara tidak langsung mengajak orang lain utk membaca tulisan saya di blog… 🙂

  13. Saya kalau baca blog kawan-kawan, hampir dipastikan akan komentar. Selain mengakrabkan diri kepada blogger lain, ya seru banget gitu kalau dikomentari balik. Hahaha..Tapi gak masalah juga walau tak dikunjungi balik, sepanjang saya punya waktu baca dan linknya nongol di feed saya, akan saya komentari berkali-kali..:)

  14. Kalau pakai fasilitas “reader” itu masuk bw gak mba, soalnya kayaknya lebih enak dan cepet, tapi ya itu susah untuk baca lengkap postingan yang sedang kita kunjungi

  15. iya blog walking simpan jejak menyenangkan, hanya sayang akhir2 ini waktu untuk blog walking sangat kurang 🙂

    • Pantas akhir2 ini jd jarang lihat Nurme.. 🙂
      Semoga aktivitasnya selalu lancar yaaa.. 🙂

  16. prinsip dasar saya sama mbak. Ada beberapa tulisan yang saya gak nyambung, gak nyampai, ketinggian, gak ngerti. Makanya tidak harus ada komentar.
    Siapapun akan senang kalau blognya dikomentari, tapi ya harus tahu diri komen nya. Masak iya saya harus komen seperti ini “postingan bagus gan/sis, sangat bermanfaat. Kunjungi balik ya.”

    • Biasanya yang komen spt yang dibawah itu, klo lg iseng aku edit komentarnya, kata2 minta kunjungan baliknya aku hapus.. Haha.. Atau aku balas langsung ‘gak mau :p’
      Haha.. Kejam ya?

  17. Teteh jg banyak “diem” nya, kalau suka sama tulisannya tp ngga tau mau kasih komentar apa, ya teteh kasih bintang saja, nandain kalau sudah mampir 🙂

  18. saya ini mungkin termasuk yang antimainstream… kalau banyak yg komentar, saya tidak.. kalau tidak ada yg ngasih komentar, biasanya saya kasih…makanya untuk posting yg ini saya tidak ngasih komentar… 😀

  19. Aku kadang komen, kadang juga gak. Alasan komen, klo tulisannya menarik dan mungkin lagi ada yang mau ditanyain terkait sama artikel. 🙂 Lagian sekalian memperluas networking. 😀

    • Asik.. Berarti kalau ada comment dari ranselijo dan gak ada yang ditanyain berarti post-nya menarik.. 😀 *terhura*

  20. sama dengan komen2 diatas, ngasih tau kalau kita ‘ada’ pada yg punya blog 🙂

    *postingan seharusnya jangan dihapus? mungkin dibuat private barangkali.

    • Sip-sip.. 🙂
      Mungkin memang dibuat private sama penulisnya, cuma apa yang tercantum di web, post itu udah dihapus.. Entahlah.. Hehe..

  21. adejhr says

    alasan kenapa komentar? hmmm apa ya. susah sekai ya pertanyaanya. bisa diganti ngak? 😀

  22. Alasan berkomentar karena lagi iseng aja hahaha.. atau ada sesuatu yang mau ditanyain.
    Kalau lg mood, ninggalin komentar.. tergantung tulisannya juga 😀

  23. Berkomentar saat blogwalking itu semacam ujian manajemen ikhlas atas dua waktu, yaitu: [1] membaca keseluruhan hingga paham esensinya, [2] menyampaikan pandangan yang bersifat menguatkan pendapat penulis atau justru melemahkan pandangan penulis (maksudnya meluruskan).
    Di luar dua hal itu hanya bersifat menyapa, atau OOT, …tidak bisa disebut komentar. Tapi semuanya positif.

    Yang perlu dihindari karena tidak etis adalah nyepam, seperti minta kunjungan balik, numpang promosi jualan tanpa ijin.

    • Naah, yang terakhir itu yang gak aku suka Mas.. Minta kunjungan balik atau minta difollow, tdnya mw aku cantumkan jg di post ini, tp lbh baik dipisah aja biar dpt intinya.
      Kalau mrk begitu, scr otomatis blognya ku blacklist, walau kontennya bagus.. Soalnya aku pengen nambah temen, sharing curcol atau informasi, tapi mereka cm anggep aku angka utk nambahin jml visit & followers.. 😦

  24. Kalau saya sih mengusahakan untuk selalu komentar selain yaitu tadi biar kenal sama si empunya blog *salaman*

  25. Mba Nita, saya biasanya komentar karena ingin komentar. Mungkin karena saat itu saya juga merasakan hal yang sama dengan yang dituliskan orang tersebut atau bisa jadi, topik-topik yang sedang dibicarakan ditulisan itu sedang melayang-layang dalam memori otak saya dalam kurun waktu seminggu ini, maksudnya belum lama.
    Begitulah mba, kenapa saya biasanya komentar.

    Atau jika itu sebuah karya (gambar, puisi, fotografi) yang bagus, saya akan kasih komentar bagus.

    Tapi memang sih, jujur, ada saja beberapa blog yang selalu saya tunggu-tunggu postingannya, entah kenapa kata-katanya seperti sihir, dan sepertinya saya juga sudah kena sihir. hihihi

    Happy blogging mba niit 😀

    • Kalau ada post yang bahas apa yang lagi ada di pikiran itu melegakan ya, jadi ada temen mikir walau tanpa diobrolin, semacam telepati gitu.. 😀

      Menulis blog itu semacam merapikan isi otak ya Moly? Kalau udah ditulis, rasanya pencernaan (di otak) menjadi lancar.. 🙂

      Happy blogging juga!! 🙂

  26. kalo saya berkomentar biasanya untuk mengucapkan terima kasih. LOL!
    trus jadi ketagihan deh, karena kalo tiap abis baca kan pasti sebenernya ada kesan yg melintas di pikiran ttg postingan itu, jadi ya daripada dipemdem jadi jerawat mending ditulis kan 😛

  27. mungkin kalau diibaratkan bertamu di dunia nyata seperti ini menurut saya.

    blogwalking = bertamu/datang ke rumah seseorang
    komentar = bertemu dengan si tuan rumah

    jadi kalau blogwalking tanpa komentar ibarat datang ke rumah orang, udah di depan rumahnya… di teras… tapi nggak ketemu sama tuan rumahnya.

    😀

Comments are closed.