Journal, Myzoo

MYZOO: Hitung-hitungan

Silly lagi galau! Akhir-akhir ini dia lebih susah diatur, rewel, dipanggil lama nyautnya. Kalau lagi galau gini biasanya dia sigap banget kalau ada yang buka pintu rumah, pengen kabur, padahal pas lagi normal dia sudah lumayan apatis kalau ada yang buka-tutup pintu.

Tanggal 28 Desember ini saya sudah jadwalin Silly untuk sterilisasi, fungsinya supaya gak galau, gak rentan kabur, dan makin genduuuuut. Tapi tiba-tiba saya yang galau gara-gara hasil komen-komenan di blog ini. 😦
image
image
image

Awalnya cuma bahas tentang kura-kura yang bikin saya sedih karena merasa telah menzhalimi dia. Tapi akhirnya bahas tentang kucing juga, saya jadi takut menzhalimi Silly. Niat saya memelihara mereka kan karena sayang, masa rasa sayang saya itu malah bikin mereka tersiksa, padahal seharusnya bikin kualitas hidup mereka lebih baik.

Selain itu saya juga takut tentang hitung-hitungan di akhirat kelak yang bikin gak enak makan, gak enak tidur, pokoknya bikin semua hal yang harusnya enak jadi gak enak. Hal yang paling saya takutkan memang kematian, takut akan hasil timbangannya, hasil hitung-hitungannya. Saya sendiri takut mati, masa saya menggiring peliharaan saya untuk mati?

Dari keadaan yang sudah menjadi bubur ini, saya ambil kesimpulannya.
1) Sebelum memelihara binatang, pastikan dulu kesanggupannya. Dengan saya yang mondar-mandir Cikarang-Bekasi Barat sebenarnya saya gak cocok melihara kura-kura, karena bikin serba salah, dibawa perjalanan dia stress, ditinggal jd ada waktu 3 hari gak kuras air. Alhamdulillah untuk kucing, walau sendirian di rumah mereka bisa makan dan minum sendiri, serta pee dan pup pada tempatnya.
2) Dari kura-kura saya belajar sesuatu dari mereka (mungkin ini sebabnya Allah menskenariokan saya untuk sempat melihara kura-kura). Dari beberapa kura-kura yang saya pelihara cuma satu ini yang survive karena apa pun kondisinya kura-kura ini tetap semangat makan!! Beda sama saya yang kalau ada masalah dikit bikin hilang nafsu makan, menzhalimi diri sendiri, padahal tubuh ini cuma pinjaman. Sekarang saya udah mulai buat-buat makanan dan semangat makan.
3) Tentang sterilisasi kucing, ternyata beda hukumnya sama sterilisasi manusia. Kalau untuk manusia sudah jelas keharamannya! Kecuali kalau ada penyakit yang bikin harus steril ya. Untuk hewan sterilisasi dibolehkan asal manfaatnya lebih banyak daripada mudharatnya. Bahkan sterilisasi kucing merupakan hal yang dianjurkan karena populasi kucing sudah sangat banyak dan kucing liar itu mayoritas penyakitan, jadi insyaAllah manfaatnya lebih banyak. Tapi ada perhitungan lainnya juga apakah tindakan steril itu membahayakan kucing apa tidak, ini yang perlu saya cari tau.

Memelihara hewan kelihatannya sangat sepele ya? Tapi di akhirat kelak hal sebiji atom pun akan dipertimbangkan. Semoga Allah mengampuni kekhilafan saya selama ini. Amiin..

follow us in feedly

Advertisements

30 Comments

  1. kucingku yg cewek disteril semua mbak nita. yg 1 karena dia udah pincang tapi kerjaannya beranak terus. suka kasian liatnya. yg satu krn galau ga berujung. giliran dikawinin sm kucing jantan, dianya malah ganas bgt. sampe kucing jantannya takut. yg satu lagi, ikut2an doang sih. karena sekalian dua mau steril.sekarang mereka jadi endut2 bgt. kerjanya makan tidur doang. hehe..

  2. kucingku yg cewek disteril semua mbak nita. yg 1 karena dia udah pincang tapi kerjaannya beranak terus. suka kasian liatnya. yg satu krn galau ga berujung. giliran dikawinin sm kucing jantan, dianya malah ganas bgt. sampe kucing jantannya takut. yg satu lagi, ikut2an doang sih. karena sekalian dua mau steril.sekarang mereka jadi endut2 bgt. kerjanya makan tidur doang

  3. Hewan yg berhubungan dengan air memang paling rentan dengan yg namanya kaporit dan jamur. Sekali kena mungkin tinggal menunggu waktu. Tapi sukanya memelihara kura-kura, ikan, dkk itu ter-locate dengan baik. Relatif lebih mudah ngurusnya. Karena ga kemana-mana kyk jodoh. **ga nyambung dot com 😀

  4. pada asalnya setiap makhluq hidup mandiri, hanya karena keperluan manusianya saja hewan-hewan dikurung di dalam rumah atau dibilang dipelihara.. ndak apa-apa juga c kalau dipenuhi haknya.
    menurutku, lebih baik tidak memelihara, biarkan burung di alam bebas, kucing di alam bebas..kalau ada yang mampir ya dikasih makan, tidak disakiti..kecuali hewan2 yang memang diijikan untuk dibunuh karena berbahaya (mendatangkan penyakit atau melukai)

  5. cerita punya hewan peliharaan komitemen besar, ibuku skrg nggak bisa kemana2 dengan ayamnya yg jumlahnya puluhan dan 15 ekor kucing. Ya mau gimana , kata ibuku itu kelangenannya, yg menghibur juga. Kalo diitung2 memang besar danan yg keluar tapi kalau dibuang kasihan, siapa yg ngurus. Memang sih cuma kuncing kampung tapi kalau sakit parah dibawa ke dokter hewan…

  6. Pingback: Hitung-hitungan

  7. aku juga suk kucing nit,tp suamiku gk suka, jadi gak bisa pelihara deh,eh tp emang bener,di italy sini juga harga melihara kucing atau anjing sama kayak kita punya anak aja,mahaal,mendingan punya anak aja skalian 🙂

  8. Temen aku di Portugal pernah bilang kalo biaya memelihara anjing sudah sprti biaya pengeluaran jk pnya anak, mb. Wuiiiihh wuiiihhh

    • Untungnya kucingku belum seboros itu.. Tp mungkin rasanya mirip spt punya anak ya.. Toilet training, weaning, sampai klo ketemu mainan kucing atau nemu makanan kucing yang kelihatannya enak, rasanya pengen beliin.. Hehehe..

  9. adejhr says

    mungkin karena malam ini malem minggu x ya. kalau udah hari senin lagi sembuh x ya. haha . kucingnya di lepas aja nantikan dia bisa pulang lagi.

  10. wah, kalau saya geli banget dengan kucing. Ga suka dekat-dekat. Hahahaha, lebih suka pelihara ikan. Tapi, awalnya aja rajin ganti air. Sekarang akuraiumnya tampak seperti mimpi buruk bagi ikan-ikan. (_ _”)

      • Iya nih. Jadi merasa tidak bertanggung jawab (_ _”) untungnya walau udah jarang ganti air ikannya masih pada hidup. hahaha. Nanti deh saya ganti airnya ikannya lebih betah 🙂

  11. Kucing teteh semua di steril Nit, jahat ya sepertinya, tp dokter/pemerintah disini menganjurkan tuh, di Jerman mah alhamdulillah umumnya perhatian sama binatang, kalau ada yg nemu kucing biasanya dikasihkan ke Rumah Hewan milik pemerintah yg bisa menjamin hidup mereka nyaman, ngga kelaparan dan hidup bersih.

    Di Indonesia tuh, teteh sering sedih non lihat populasi kucing liar banyak sekali, krn tdk di steril dan banyaknya orang tidak perduli dgn kucing2 liar dan sering diperlakukan kejam 😦
    Teteh ikut grup pencinta kucing kampung di Indonesia, banyak cerita perlakuan orang2 yg kejam sama mereka…Ya Allah.. ya dipukullah, disiram ditendang, blm juga yg ketabrak 😥
    Teteh mah nangis bombay kalau lihat kucing sakit/disakiti.

    Kalau memang tidak sanggup, bisa cari adopter Nit, tp yg benar2 cinta kucing, ada baiknya jg di steril.
    Kucing itu paling suka dielus, disayang, diajak main, kasian kalau dia ditinggal sendirian berhari-hari.

    Maaf ya komentarnya kepanjangan dan kalau ndak berkenan..

    • Gpp teh, aku senang melihat dr sudut pandang lain.. Hhm, sptnya aku hrs segera nyariin temen utk Silly, supaya kalau ditinggal mrk bs saling mengelus spt pas ada happy dulu.. 😀

  12. Ckckck
    Jadi postingan gini
    Yaa,, klo udh ada payung hukumnya silahkan aja mba Nita pelihara,,
    Atau pelihara kucing jantan trus yg jantan disteril,, buat solusi biar Si Silly nda galau
    Btw, kucingnya galau gara2 gak punya pasangan?? Yang punya blm ada pasangan ga galau tuh??
    Wkwkwk

    • Hrsnya ijin dulu ya sebelum posting?
      Iya.. Mungkin menyantuni lagi kalau nemu kucing liar yg sehat..
      Alhamdulillah yang punya gak galau.. Galaunya nanti aja kalau udah ada yang mau lamar, hahaha… 😀

  13. di sekitar rumah emang tambah banyak kucing akhir2 ini.

    biar sama-sama enak, silly dijodohin aja sama jantan yang sehat. siapa tahu jodohnya bawa rezeki juga pemiliknya 😀

    • Mengingat keterbatasan rumah dan dana, untuk nambah kucing yang disantuni aku belum bisa.. Itulah knp menurutku Allah menskenariokan Happy gak pulang, krn aku sanggupnya melihara satu ini. Jika udah mampu nambah peliharaan, pengennya menyantuni kucing liar yang masih bayi aja.. 🙂

Comments are closed.