#EMPTIES Hada Labo, Laneige, Ovale, dan Klairs

20180117090651_IMG_0378~01.jpg

Ada produk skincare wajah yang akhirnya bisa habis adalah suatu PRESTASI! Karena seringnya produk-produk yang kucoba berakhir dengan kadaluarsa atau dihibahkan ke teman karena langsung bikin iritasi atau awalnya cocok tapi makin lama malah bikin kesel. Mumpung ada 4 produk yang berhasil kuhabiskan, kubuat post empties-nya saja.. Hoho..

Hada Labo Perfect 3D Gel

Produk ini nyenengin karena teksturnya yang gel bening dan seperti slime, gampang kembali ke bentuk semula. Kandungannya lumayan menjanjikan ada hyaluronic acid, arbutin, dan bahan pencerah lain tapi sayangnya gak berhasil bikin kulitku cerah setelah pakai ini, haha. Efek yang lumayan signifikan cuma sukses ngasih hidrasi aja, tapi tricky juga. Kadang setelah pemakaian kulit jadi terasa plump tapi kadang juga bikin jerawatan karena saking lembapnya. Karena tricky, aku gak akan beli lagi. Hehehe.

Klairs Supple Preparation Facial Toner

Toner paling oke yang pernah kucoba! Seger, melembapkan, menenangkan kulit, dan aromanya enak. Sekarang udah botol ke-dua, mungkin akan beli lagi-beli lagi. Suka!

Ovale Micellar Cleansing Water

Daya bersihnya lumayan oke, murah meriah banget, tapi kadang bikin perih. Aku lebih milih Garnier atau The Saem.

Laneige Fresh Brightening Cleansing Oil

Tekstur cleansing oil-nya lumayan cair dan aromanya enak banget. Sayangnya kalau pakai cleansing oil yang cair gini bawaannya pengen usrek-usrek muka lebih lama sambil ngeluarin whitehead, lalu kulitnya berakhir dengan merah-merah iritasi deh. Untuk menghindari hal itu, aku jadi lebih suka cleansing oil yang kental, Hada Labo misalnya.

Tahun 2017 lalu aku boros banget untuk belanja skincare, pengennya tahun ini bisa hemat-hemat. Makanya jadi banyak review skincare (yang kebanyakan malah gak cocoknya, haha) supaya pengalaman coba skincare-nya terabadikan. Review skincare itu juga lumayan lho untuk ngedatengin pembaca (lalu banyak yang liat iklan, wordads-nya lumayan dan siapa tau bisa balik modal). Haha!

Ps. Udah agak lumayan keder untuk post a day nih. Hehehe. Tapi tetep semangat lah!

 

Kaca Muka 2018

Mukaku ini lonjong banget, jadi butuh kaca mata untuk ‘motong’ muka jadi lebih ideal, hehehe. Alasan lain kenapa butuh banget kaca mata adalah supaya gak repot nutupin kantung mata, soalnya aku nocturnal bok! Fungsi lain kaca mata adalah mata jadi lebih terlindungi. Saat pakai komputer atau lihat handphone ada filter untuk menyaring sinar biru, pas lagi nyetir bisa pakai kaca mata yang berubah warna saat terkena matahari sehingga gak perlu lagi deh micing-micing kesilauan. Continue reading Kaca Muka 2018

Lucy dan John

A Cup of Jo adalah salah satu blog yang sudah ku-subscribe sejak lama, topik yang paling kusuka adalah My Beauty Uniform, cerita tentang keluarganya juga menarik. Joanna sang pemilik blog punya kembaran namanya Lucy yang ditinggal oleh suaminya sejak 2 tahun yang lalu karena kanker paru-paru. Hari ini aku baca blog post di A Cup of Jo yang tayang sejak tanggal 3 Januari 2018 tentang Lucy yang kembali bisa merasakan percik-percik lagi. Yang menarik dari kisah Lucy dan John adalah tentang awal mereka berinteraksi hingga akhirnya bertemu.

Aku malas menceritakan secara rincinya, baca aja di post An Update of My Twin Sister dan Two dying memoirists wrote bestsellers about their final days. Then their spouses fell in love. (judul post Washington Post ini sudah cukup eksplisit ya?)

bw-krug-breath_093

Ah, love is in the air..

 

Bye B187JUS dan Hilangnya Tiket Parkir Paling Epik

 

Karena gak rela mengeluarkan 7,5 juta untuk perpanjang plat nomer mobil yang agak cantik itu, B 187 JUS pun harus direlakan dan berganti dengan B ***7 KBB. Tanggal ganti nomernya itu hari ini, tapi udah diurus dari hari Kamis lalu. Nomer polisi di STNK & BPKB udah berubah, tapi plat nomernya masih belum dilepas, dieman-eman hahahaha.

Continue reading Bye B187JUS dan Hilangnya Tiket Parkir Paling Epik

Demi Udara Segar, Pergi ke Pantai

[Post udah ditulis dua hari lalu (Minggu), tapi karena yang punya blog abis itu tepar, hehehe, baru lanjut hari ini]

Sudah hampir dua minggu ini aku kan batuk-batuk terus yang penyebabnya adalah alergi, tapi entah alergi apa. Tahun 2010 aku pernah juga mengalami seperti ini, batuk reda jika makan obat dokter, efek obat hilang ya batuk lagi. Karena itu aku hampir gak jadi ikut jalan-jalan ke Ternate untuk Baksos. Untungnya sih tetep berangkat, karena di Ternate dan Tidore batukku hilang, tanpa harus minum obat! Terinspirasi oleh kasus di 2010 itu, akhirnya tadi pagi jalan-jalan ke Pantai Ancol. 😀

Continue reading Demi Udara Segar, Pergi ke Pantai