Apa Asiknya ke Ashta District 8?

Lagi-lagi ada pusat perbelanjaan baru di Jakarta, begitu pikirku pada saat sampai ke Ashta District 8 ini. Banyak anak muda yang bela-belain datang ke sini dengan persiapan photoshoot yaitu dengan baju bagus dan make-up yang paripurna. Bingung sih apa objek yang membuat tempat ini sebegitu menarik dedek-dedek yang ingin foto-foto.

Continue reading Apa Asiknya ke Ashta District 8?

Good Day Freeze Rasa Baru…

Weekend ini walau lagi pandemi, aku ada keperluan yang bikin harus roadtrip. Yang namanya melakukan perjalanan panjang, butuh banget kopi atau minuman yang bisa bikin selalu melek.

Gara-gara roadtrip kali ini aku jadi sadar manfaat adanya kopi yang bisa diseduh dengan air dingin, soalnya di perjalanan lumayan repot kalau harus punya air panas. Dengan ada kopi jenis seperti ini setiap mau minum kopi, bisa dengan mudah dibuatnya, cukup ditambah air mineral aja..

Continue reading Good Day Freeze Rasa Baru…

Hari Terakhir Praktek di Polres Bekasi

Setelah 6 tahun praktek di Polres Metro Bekasi akhirnya jadi alumni juga.. Mantebnya di hari terakhir ini diisi dengan perhelatan akbar setahun sekali Pemeriksaan Kesehatan Berkala. Mantebnya karena yang diperiksa banyak orangnya, yang harus dicatat juga banyak (karena satu-persatu giginya harus dicatat), dan dengan posisi yang kurang ergonomis.

Setiap habis Rikkes biasanya badan terasa pegel banget. Pas ngetik ini lagi ngerasain pegel-pegelnya. Berhubung ini terakhir, ya jadi ada sisi nostalgik dibalik pegel-pegel ini.

Bye- bye Kacamata Kece (2018-2021) TT

Punya muka yang panjang bikin aku lumayan rempong kalau milih kacamata. Entah rasanya kurang cocok atau kurang nyaman (seringnya karena terlalu lebar atau pijakan hidungnya kurang pas).

Suatu hari aku ke AEON, melipir ke optik Ooppa (atau Oppa?), nyoba- nyoba kacamata yang ada lalu nemuin kaca mata ini yang sukses bikin berasa cakep dan cekal banget di muka.Tanpa pikir panjang langsung deh beli kacamata dan isi lensanya.

Continue reading Bye- bye Kacamata Kece (2018-2021) TT

Diary Digital – Journey vs Day One

Jika waktu leluasa, inginku selalu menuliskan apa yang terjadi sehari-hari dalam sebuah jurnal atau diary supaya bisa aku baca-baca ulang di kemudian hari. Idealnya nulis dengan tangan di kertas supaya sambil nulis sambil jadi terapi, tapi pakai diary jadi gak berasa aman apalagi di masa aku sudah tidak kuasa lagi dengan barang-barang yang aku punya. Aku juga ingin bisa akses apa yang pernah aku tulis kapan aja di mana aja, oleh karena itu aku juga pakai diary digital.

Continue reading Diary Digital – Journey vs Day One

Rasanya Vaksin Covid-19

Vaksin Covid tiba.. Pas baru berupa isu-isu, aku (dan teman-teman) rasanya ragu untuk vaksin, salah satu alasannya karena vaksin jatuhnya jadi diwajibkan yang kalau gak mau vaksin akan didenda. Kalau judulnya begini, bawaannya udah bikin mikir negatif aja kalau bakal ada apa-apanya, akhirnya pas pendataan tenaga kesehatan aku sempet mangkir-mangkir gak mau didaftarin dari tempat praktek. Alasan kedua untuk mangkir adalah karena pengennya tahun ini ganti status. Salah satu kontraindikasi vaksin adalah ibu hamil dan menyusui, jika mau berencana hamil juga harus diberi jeda dulu.

Continue reading Rasanya Vaksin Covid-19

Karena Data Adalah Mata Uang di Jaman Sekarang

Waktu mulai pada heboh tentang kebijakan privacy whatsapp, aku udah gak kaget. Justru mikinya dari awal hal ini adalah yang akan terjadi.

Inget gak diawal munculnya Whatsapp, Whatsapp bukan hal yang gratis, aplikasi gratis yang kita download ada masa kadaluarsanya, setelah lewat masa itu disuruh bayar. Hal ini yang sempat bikin penggunanya maju mundur untuk pakai Whatsapp seutuhnya (masin ada BBM dan Line juga saat itu).

Continue reading Karena Data Adalah Mata Uang di Jaman Sekarang