Jika waktu leluasa, inginku selalu menuliskan apa yang terjadi sehari-hari dalam sebuah jurnal atau diary supaya bisa aku baca-baca ulang di kemudian hari. Idealnya nulis dengan tangan di kertas supaya sambil nulis sambil jadi terapi, tapi pakai diary jadi gak berasa aman apalagi di masa aku sudah tidak kuasa lagi dengan barang-barang yang aku punya. Aku juga ingin bisa akses apa yang pernah aku tulis kapan aja di mana aja, oleh karena itu aku juga pakai diary digital.
Continue reading Diary Digital – Journey vs Day OneRasanya Vaksin Covid-19

Vaksin Covid tiba.. Pas baru berupa isu-isu, aku (dan teman-teman) rasanya ragu untuk vaksin, salah satu alasannya karena vaksin jatuhnya jadi diwajibkan yang kalau gak mau vaksin akan didenda. Kalau judulnya begini, bawaannya udah bikin mikir negatif aja kalau bakal ada apa-apanya, akhirnya pas pendataan tenaga kesehatan aku sempet mangkir-mangkir gak mau didaftarin dari tempat praktek. Alasan kedua untuk mangkir adalah karena pengennya tahun ini ganti status. Salah satu kontraindikasi vaksin adalah ibu hamil dan menyusui, jika mau berencana hamil juga harus diberi jeda dulu.
Continue reading Rasanya Vaksin Covid-19Karena Data Adalah Mata Uang di Jaman Sekarang
Waktu mulai pada heboh tentang kebijakan privacy whatsapp, aku udah gak kaget. Justru mikinya dari awal hal ini adalah yang akan terjadi.
Inget gak diawal munculnya Whatsapp, Whatsapp bukan hal yang gratis, aplikasi gratis yang kita download ada masa kadaluarsanya, setelah lewat masa itu disuruh bayar. Hal ini yang sempat bikin penggunanya maju mundur untuk pakai Whatsapp seutuhnya (masin ada BBM dan Line juga saat itu).
Continue reading Karena Data Adalah Mata Uang di Jaman SekarangTimeline Hidup 2011-2020
Aku menandai waktu yang telah dijalani dengan timeline. Sebenarnya timeline ini adalah salah satu jenis terapi yang menggabungkan hipnosis dan NLP (Neurolinguistic Programme), ditemukan oleh Tad James, PhD pada tahun 1980. Fungsi dari terapi ini adalah untuk menghilangkan trauma, emosi negatif karena pengalaman dan memori di masa lampau, juga bisa untuk self-improvement.
Timeline therapy (TLT) ini aku pelajarinya di tahun 2007, sekarang catatannya sudah entah ke mana. Kalau sekarang google tentang TLT, aku gak menemukan artikel yang sejelas apa yang kubaca di jaman dulu. Sekarang informasi itu berubah menjadi jasa terapi atau pelatihan berbayar.
Continue reading Timeline Hidup 2011-2020Sweet Spot

Konversi Waktu
Setiap manusia Allah kasih modal waktu yang tercatat dalam rentang hidup manusia. Usia tiap orang akan berbeda-beda, namun memiliki rentang waktu dalam sehari yang sama, yaitu 24 jam. Bagaimana seseorang meluangkan waktunya akan diaudit dan diminta pertanggungjawabannya.
Continue reading Konversi WaktuMobil di Masa Depan, Realisasi Tarzan Car Di Dunia Nyata
Minggu lalu Drama Korea Start-Up berakhir. Liat IG, blog dan Youtube, masih pada hot ngebahas ini. Tadinya aku ingin bahas juga sebagai kelanjutan dari first impression yang aku lakukan dulu, tapi jadi malas karena yang lain udah pada keren-keren bahasnya. Di post ini aku mau fokus di sebagian kecilnya aja, yaitu tentang realisasi Tarzan Car.
Continue reading Mobil di Masa Depan, Realisasi Tarzan Car Di Dunia NyataCaffino, Kopi Sachet yang Gak Kalah Sama Kopi Kafe

Salah satu efek pandemi adalah penghasilan jadi berkurang, urusan ngupi-ngupi juga harus ditekan biayanya. Selama ini aku gampang banget nge-gofood untuk beli kopi atau melipir ke kafe untuk dapat kopi enak, tapi sekarang sudah tidak leluasa lagi. Mau ribet-ribet bikin kopi ‘beneran’ juga udah mager banget, akhirnya eksplorasi kopi sachetan.
Penemuan terbaikku adalah: Caffino!
Continue reading Caffino, Kopi Sachet yang Gak Kalah Sama Kopi KafeBahagia = Menerima Emodiversity
Ternyata mood-nya masih ingin lanjut bahas tentang bahagia. 🙂
Bagaimana supaya bisa bahagia? Ini pertanyaan banyak orang dan aku suka cari pembahasannya. Sumber yang paling utama tentu saja lewat buku-buku agama Islam dan mencari penjelasannya oleh Ustadz yang terpercaya. Yang paling oke menurutku adalah buku 23 Kiat Hidup Bahagia karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’adiy, rangkumannya ada di mind map bahagia. Lalu dari sisi keilmuan modernnya aku sempat ambil kursus di EdX judulnya “The Science of Happiness” dari Universitas Berkeley, dari kursus online ini aku jadi tau istilah emodiversity.
Continue reading Bahagia = Menerima Emodiversity