Rasanya Vaksin Covid-19

Vaksin Covid tiba.. Pas baru berupa isu-isu, aku (dan teman-teman) rasanya ragu untuk vaksin, salah satu alasannya karena vaksin jatuhnya jadi diwajibkan yang kalau gak mau vaksin akan didenda. Kalau judulnya begini, bawaannya udah bikin mikir negatif aja kalau bakal ada apa-apanya, akhirnya pas pendataan tenaga kesehatan aku sempet mangkir-mangkir gak mau didaftarin dari tempat praktek. Alasan kedua untuk mangkir adalah karena pengennya tahun ini ganti status. Salah satu kontraindikasi vaksin adalah ibu hamil dan menyusui, jika mau berencana hamil juga harus diberi jeda dulu.

Lalu kenapa akhirnya mau vaksin?

Hhhm, untuk akhirnya berubah pikiran jadi mau vaksin juga karena beberapa alasan.

Alasan pertama. Di sekitarku udah banyak banget yang positif covid, di bulan Januari kemarin, asistenku sempat kena. Jadi covid bener-bener udah dekat di sekitar kita. Setiap abis berinteraksi dengan yang positif covid, selalu deh rasa-rasanya punya ‘gejala’ entah berasa demam (padahal suhu normal), tenggorokan gak enak (padahal paling cuma karena makan kebanyakan micin), dada rasanya penuh, dan sebagainya. Untungnya selama ini penciuman masih selalu oke, jadi yakin aja kalau masih tetep negatif (secara periodik pun aku cek swab).

Aku mikirnya kalau udah vaksin, berarti udah ada ‘bangkai’ si covid-19 ini di dalam tubuh, jadi udah berkurang kekhawatiran untuk terpapar lha wong sudah terpapar. Harapannya jadi mengurangi psikosomatis (atau nocebo) yang dirasain di atas.

Alasan kedua. Ternyata cuma harus ngasih jeda 1 bulan dari waktu vaksin kalau mau hamil. Jika vaksinnya beneran ampuh, kalau terpapar virus covid-19 entah bergejala atau tanpa gejala, tubuhku akan lebih imun dari virus tersebut. Misalnya insyaa Allah beneran hamil akan lebih aman daripada hamil tanpa imunitas ini (alamat deg-degan terus).

Alasan ketiga. Karena teman-teman sejawat yang lain pada vaksin, karyawan di klinik pada vaksin, dan aku juga nyuntikin vaksin ke orang lain, hahaha, masa akunya gak divaksin? Intinya kena risikonya dengan bersama-sama banyak orang, banyak temennya, haha. Apa yang terjadi terjadilah. 🙂

Kapan dan di mana vaksinnya?

Aku dapat jatah vaksinnya di RS Primaya di ruangan MCU. Saat masuk ke Rumah Sakit seperti biasa dicek dulu suhunya dan dikasih sticker di baju. Sampai ke ruangan MCU kita registrasi dulu dan isi formulir, setelahnya cek tensimeter dan cek suhu lagi, jika semuanya oke lalu menunggu untuk dipanggil vaksin.

Dokter yang nyuntikin vaksin kece banget, bener-bener gak terasa pas nyuntikinnya sampai-sampai aku curiga, ini dokternya beneran nyuntikin vaksinnya apa nggak sih? Hahaha.. Selama di Rumah Sakit beneran gak ada rasanya, baru pas sampai di rumah lengan berasa pegel-pegel (semacam ada luka tapi di dalam lengan), baru deh aku percaya kalau beneran disuntikin vaksinnya. 😛

Setelah dilakukan penyuntikan, disuruh menunggu dulu 30 menit untuk observasi ada atau tidaknya keluhan. Alhamdulillah, setelah vaksin gak berasa apa-apa, yang ada malah rasanya jadi lebih enteng dari sebelum vaksin.

Yang dirasa setelah vaksin?

Kalau dari review temen-temen di IG story mereka, banyak yang bilang lengannya jadi pegel-pegel (aku juga merasa ini tentu saja), ngantuk banget (poin yang ini sempet bikin khawatir karena aku nyetir sendiri, tapi ternyata di aku gak bikin ngantuk), nafsu makan meningkat (hhhm, malamnya memang porsi makanku jadi lebih banyak dari biasanya). Keesokan harinya? Gak ada keluhan apa-apa.

Setelah vaksin tahap pertama, 2 minggu kemudian butuh disuntik ulang untuk vaksin tahap ke-dua. Semoga sehat selalu, bisa vaksin sesuai rencana dan dapat hasil yang diinginkan. Insyaa Allah cerita-cerita di sini lagiii…

Teman-teman pada tertarik divaksin atau tidak??

4 thoughts on “Rasanya Vaksin Covid-19”

  1. Aku ga sabar pengen vaksin 😭✨ Insya Allah kondisi sehat dan sesuai untuk vaksin. Serta supaya temen-temen yang ga bisa/ga boleh vaksin ga khawatir akan terpapar virus karena herd immunity kebentuk. Semoga semua lekas pulih seperti sedia kala. Amin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.