Dari akhir tahun 2022 sudah pengen banget ganti kacamata. Di bulan Nopember dan Desember sudah cek ke dokter mata, namun sayangnya belum nemu frame yang bikin sreg. Syulitnya punya muka lonjong itu begini, mayoritas kaca mata itu ukurannya besar-besar, jadi pas aku pakai longgar dan sering turun. Bikin aku gak nyaman!
Di tahun 2015 aku 2 kali menulis tentang merapikan isi otak, di tahun 2023 ini aku baru tau kalau proses yang aku lakukan itu termasuk dalam Personal Knowledge Management (PKM). Hehehe telat amat ya?
Inget gak saat awal-awalnya muncul fitur kamera di HP? Hohoho, waktu itu rasanya udah keren banget padahal ya kualitas kameranya paling baru VGA, upgrade dikit jadi 1 MP, lalu berkembang jadi 1,3 MP, 2 MP, 3,2 MP, dan seterusnya. Kalau sekarang, wuih makin canggih lagi kameranya. Saat kita memilih HP, fitur kamera menjadi spesifikasi utama setelah besarnya prosesor, memory, dan RAM. HP gak hanya jadi alat komunikasi tapi kita udah bisa ngapain aja dengan menggunakan HP, bahkan saat Latsar CPNS kemarin, banyak pekerjaan yang mau gak mau cuma bisa pakai HP karena syuuuliiit buka laptop saat masih ada bayi baru lahir.
Adek dirawatnya di PKU Muhammadiyah.. Ada yang menarik di sini, setiap siang ada bapak-bapak yang datang lalu mendoakan adek. Hari ini doanya begitu berkesan sehingga ingin aku catat di post ini.. Redaksinya aku lupa, tapi kesannya semoga masih kuingat. 🙂
Adek sudah mulai MPASI, rencananya macam-macam mulai dari bikin kaldu, bikin stok bahan makanan, beli alat masak baru, dan sebagainya. Realisasinya: NOL besar!
Alibinya karena keterbatasan waktu dan energi. Untuk lebih rincinya gak usah kuceritakan di sini lah ya. Aku merasa bersalah karena gak bisa kasih MPASI yang ideal. Berharap ada keleluasaan untuk bisa fokus aksi mempersiapkan MPASI, tapi secara realistisnya juga gak mungkin.
Walau yaaa.. sekarang cuma bisa minum kopi ‘cemen’ karena kalau minum kopi beneran bisa bikin adek uring-uringan. Kopi cemen itu kopi instan, kalau minum kopi beneran paling cuma bisa satu atau dua teguk saja.
Semalam alih-alih melakukan sesuatu yang produktif atau istirahat untuk mengembalikan energi, aku malah menghabiskan banyak waktu untuk melihat koleksi foto-foto. Aplikasi jaman sekarang rata-rata ngasih ‘mesin waktu’ untuk kita bisa melihat apa yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
Foto jadul saat masih single, walau lagi di perjalanan tetap bisa mindful menikmati langit senja.
Seperti yang sedikit kuceritakan di post lalu, menikah dan akhirnya punya anak membuatku jadi super hectic, puncaknya adalah melahirkan dan punya newborn di saat yang sama dengan Latsar CPNS (pengen cerita tentang ini biar ada kenang-kenangannya, tapi kapan yah). Sekarang sudah agak mendingan, namun tetap saja keteteran.
Tadi pagi pas berangkat berpikiran seperti ini: Rasanya ingin banget bisa membeli sesuatu, tapi yang ingin kubeli itu gak bisa kubeli dengan uang, yaitu waktu untuk diriku sendiri. Beli waktu itu hal yang gak mungkin, jadi solusinya adalah manajemen pikiran untuk bisa mindfulness atau hidup berkesadaran.