featured, Parenting, review

REVIEW: Finding Dory

Pada tahun 2003, Finding Nemo tayang di Layar Lebar dan merebut perhatian para penonton, mendapat banyak pujian, masuk Box Office, dan menghasilkan 936,7 juta dolar USD. Filmnya lucu, karakternya lucu, dan menurutku juga punya nilai-nilai yang baik, khususnya dalam hal parenting.

Walaupun film ini menceritakan tentang Marlin (Clown fish, ayahnya Nemo) yang sedang mencari Nemo, yang membuat film ini menarik dan penuh dengan keseruan adalah Dory (Regal Blue Tang Fish) yang mempunyai short-term memory lost. Akhirnya di 2016 ini muncullah sequel dari Finding Nemo, Finding Dory, yang spesial menceritakan tentang Dory. Senang!

Dory kecil begitu lucu..

Film diawali dengan munculnya Dory bersama orang tuanya dan tampakah Dory kecil yang lucu banget! Clumsy, clueless, bikin gemesss. Saat kembali ke masa kini, setahun setelah hilangnya Dory, aku jadi agak-agak kecewa karena pengenya lihat Dory pas masih kecil terus, hehehe.

Akhirnya Dory ingat Orang Tuanya..

Hidup Dory setelah bertemu Nemo dan Ayahnya menjadi lebih bermakna karena Dory jadi punya keluarga dan teman dan tidak luntang-lantung sendirian. Akhirnya Dory ingat ia punya orang tua, dan you know, Dory is Dory. Kalau kepikiran mau melakukan sesuatu ya akan dilakukan saat itu juga. And then, petualangan dimulai!

Kenapa judulnya Finding Dory padahal inti ceritanya Dory mencari orang tuanya? Karena Marlin dan Nemo kehilangan Dory. Hehe. Dan ini bikin makin seru, karena petualangannya combo. Mencari dalam pencarian. 😀

A great story for PARENTS..

Walaupun belum jadi orang tua, menurutku film ini cocok banget ditonton oleh para orang tua dan calon orang tua. Setiap orang tua pasti ingin anaknya melakukan dan dapat yang terbaik. Namun kondisi, sifat, dan kemampuan anak berbeda-beda. Ada orang tua yang memaksakan anaknya harus bisa ini dan itu, dengan mengharuskan anaknya ngambil les macam-macam, harus ranking 1, dan sebagainya. Tanpa memikirkan anaknya beneran mampu atau tidak.

Dory dan Nemo sama-sama memiliki kekurangan, namun perlakuan orang tuanya berbeda. Kekurangan Nemo membuat Marlin overprotective terhadap Nemo, namun Jenny dan Charlie melihat kekurangan Dory dan mencari solusi untuk mengatasinya supaya Dory bisa mandiri.

Hatiku juga akan patah seperti Jenny kalau punya anak dengan short-term memory lost seperti Dory. Apakah Dory bisa mandiri? Mencari jalan pulang ke rumah saja belum tentu bisa. Untungnya Jenny dan Charlie cerdas. Masalah Dory hanya short-term memory lost, kalau dia bisa menanamkan satu hal secara terus-menerus tentunya akan masuk ke dalam memory jangka panjangnya. 🙂

Aku senang lihat Jenny dan Charlie dengan sabar membuat anchorage supaya jika suatu benda atau kata muncul, Dory bisa ingat kembali hal yang penting. Tidak hanya itu, nilai-nilai penting juga ditanamkan seperti semua hal pasti ada jalan, jangan menyerah, dan “Just keep swimming.. Just keep swimming.”

And great story for KIDS (or US) too..

Film ini mengandung nilai perjuangan, dimana kita diajarkan untuk tidak menyerah hingga apa yang kita inginkan terwujud. Rintangan, kesulitan dan petualangan akan menjadi hal yang wajib dilalui untuk mencapai hal yang kita inginkan.

Pelajaran lain yang bisa dipetik dari film ini, bahwa setiap orang punya caranya masing-masing, seperti Dory yang dianggap punya ingatan jangka pendek tapi ternyata akhirnya bisa mengingat dimana orang tuanya berada dan menemukan rumahnya dengan caranya sendiri. Dalam menghadapi masalah tiap orang punya caranya sendiri, ada yang bertipe spontan, atau yang penuh pertimbangan. Jangan takut untuk mencoba cara pandang baru, seperti yg Marlin dan Nemo lakukan ketika terjebak di akuarium toko suvenir, mereka mencoba untuk meniru apa yang biasanya dilakukan Dory (melakukan hal secara spontan sesuai apa yang ada di hadapannya).

Overall..

Durasi film ini cukup lama, hampir dua jam, tapi kita akan terhibur dengan pemandangan bawah laut yang indah, petualangan dan perjuangan dari para tokohnya, serta dialog-dialog lucu antar tokoh dalam film animasi ini. Buat saya, film ini masuk kategori wajib tonton, penuh dengan pelajaran, juga dapat meredakan stress akibat pekerjaan.

SELAMAT MENONTON!

Advertisements

26 Comments

    • hhhm,, jadi inget ada yang belum tertulis di post.. Pas Marlin ketemu gurita besar, dy takut banget & bilang “aku akan menyembahmu & membuat monumen”, ini aja sih yang kurang oke yang tertangkap olehku.

  1. kmrn mau nanti waktunya ga cukup, nanti keburu buka di jalan, ga jadi deh hiks

  2. Rencana nonton ini weekdays seminggu ke depan. Milih hari sepi dan harga bioskop murah. Hehehehw

  3. Setuju, yang paling saya pelajari dari Dory ya filosofi “keep swimming”-nya itu. Susah sih, dan berkali-kali gagal, tapi kalau dicoba terus kita jadi bebal dan malah betulan bisa keep swimming keep swimming itu lho Mbak :haha. Pada akhirnya, asal yang kita lakukan dengan idealisme buta ala Dory itu hal baik, menurut saya pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik juga. Tuhan kan tidak tidur :hehe.

  4. Udah nonton aja kamu mbak hehe 😀
    Mau nanya, kalo sama finding nemo bagusan ini atau gimana menurut kamu mbak?

Comments are closed.