Belajar SEO – Telat Gak Sih Buat Blog di Tahun 2020 dan Algoritma Google

Gara-gara pandemi, blog yang sudah terbengkalai jadi aku tengok dan berusaha aku update lagi. Waktu udah jauh lebih leluasa nih, mari kita bangkitkan nyawa jnynita.com lagi! Begitu pikirku..

Ternyata tidak aktif ngeblog selama 2 tahun bikin blog ini ‘nyaris’ seperti mulai dari awal lagi. Pas aku nulis tentang Budikdamber di tahun 2018, post-ku itu masih dengan mudahnya masuk ke halaman pertama Google. Tahun ini aku cek post-postku udah nyaris susah ditemukan di Google. Ranking blog? Terjun bebaaaassss…

Terakhir aku belajar dan ngobrolin tentang SEO itu di tahun 2016. Aku lumayan kebayang cara kerjanya di masa itu, tapi gak semuanya bisa aku aplikasikan karena aku pakainya wordpress.com. Tapi mau diaplikasikan pun, ngikutin trik-trik SEO bikin aku pusing. Merangkai kata-kata aja susah apalagi keywords-nya harus sesuai kriteria setelah analisis keywords. Jadi aku lebih memilih gak ambil pusing, yang penting orang paham aja dan bisa bikin yang baca fokus sampai akhir. Dengan strategi ini di masa itu ternyata cukup manjur.

Di tahun ini? Hhhm.. Sepertinya berat.

Setiap aku mencari suatu keywords di Google (yang bahasa Indonesia), hasil yang muncul rata-rata bukan yang tepat aku inginkan. Saat aku mencari produk, yang muncul adalah website e-commerce bukan blog tentang review lagi. Saat aku mencari informasi yang muncul adalah website dari aplikasi atau bisnis (mereka punya modal jadi mudah untuk membayar freelance writer dan jasa SEO*) dengan isi artikel yang standar saja. Karena hal itu untuk mencari informasi aku malah jadi sering lewat Youtube.

*Harga untuk jasa SEO masih bersaing lumayan mahal, namun untuk freelance writing menurutku sudah anjlok. Banyak yang menawarkan harga kurang dari 10 ribu per post. Apa yang dituliskan oleh freelance writer biasanya dengan syarat harus sesuai dengan standar SEO, jadi mereka banyak yang menulis untuk Googlebot dan Bingbot, bukan menulis untuk manusia.

Poin di atas adalah salah satu yang membuat blog jadi lebih sepi khususnya di tahun ini, karena blogger kalah saing. Web yang besar bisa lebih mudah membayar beberapa orang untuk menulis di sana (apalagi dengan harga jasa yang murah), sedangkan blogger paling hanya 1-2 post per-hari jika dimaksimalin.

Poin ke-dua karena banyak blogger yang pindah haluan berekspresi di Instagram, Youtube, dan Tiktok. Saat aku cerita kalau blog sekarang sepi, banyak yang menyarankan untuk pindah haluan saja. But no buat aku karena aku kurang begitu suka media sosial dan media sosial itu tidak bisa dicapai oleh search engine (misalnya pun bisa dicari, mereka mengandalkan hashtag). Saat seseorang mencari informasi penting, mereka akan lebih memilih lewat Google dan yang muncul adalah website atau blog.

Blog Masih Oke Kok di 2020

Dari hasil berpikir-pikirku untuk nulis di atas, kesimpulanku malah: blog masih oke untuk tahun 2020. Untuk dapat popularitas atau monetizing memang lagi turun karena lapak sebelah lagi naik daun (sponsorship dan iklan lagi fokus di sana). Namun untuk menyebarkan informasi, blog masih menang.

Blog menang dalam poin: bersahabat dengan search engine, fleksibel untuk disebarkan (lebih lumrah untuk menyebarkan link blog lewat whatsapp, facebook, twitter, dsb), late bloomer dalam dunia digital masih semangat pakai Google search engine (contohnya orang tuaku), yang terpenting adalah ini platform kita sendiri dan mudah dipasarkan sendiri.

Jika memutuskan untuk memulai blog, jangan hanya fokus di konten tapi juga harus bisa memasarkannya. Memasarkan secara aktif dengan sharing lewat media sosial yang kita punya dan secara pasif dengan menggunakan SEO. Untuk tau SEO kita harus kenalan juga dengan algoritma.

Baca juga: Kamus SEO – Definisi Istilah dalam SEO.

Algoritma…

Ngomong-ngomong tentang algoritma, semua sistem (sampai e-commerce pun) ada algoritmanya supaya user dapat hasil yang relevan sesuai keywords (query) yang dia cari. Algoritma Google (search engine) menuruku lebih masuk akal daripada media sosial, mana yang baru dan relevan dialah yang akan muncul (karena ide awal algoritma search engine adalah untuk memfasilitasi bidang pendidikan dan bisnis).

Sedangkan kalau media sosial (karena sekarang sudah lebih komersil), yang muncul adalah yang lebih populer, kalau tidak populer post kita hanya akan terlihat oleh teman-teman dekat kita saja.

Nah, di bawah ini aku mau bahas tentang algoritma search engine tipis-tipis yang bisa diterapkan di blog kita.

Pertimbangan Google dari Segi User

  • Kontennya baru?
  • Kecepatan situs webnya?
  • Situsnya mudah digunakan?
  • Situs web aman?
  • Lokasi sesuai dengan pencari?
  • Bahasa sesuai dengan bahasa pencari?

Hati-hati adanya…

  • Duplicate content (ada post atau page yang sama persis di website lain atau website kita sendiri).
  • Keyword stuffing (maksa-maksain ada banyak keywords di post – ini strategi jaman dulu banget).
  • Thin content (post yang singkat-singkat).
  • User-generated spam (yang suka komen-komen promo tapi gak cocok sama konten yang dibahas).
  • Irrelevant content (keyword yang ada di post dan isi konten gak cocok).
  • Links from spammy sites and topically irrelevant sites.
  • Paid links (link dalam postingan berbayar).

Algoritma Google = Common Sense!

Bisa dilihat kalau algoritma Google itu berdasarkan cara pandang manusia, istilahnya dalam dunia AI (artificial intelligence) adalah machine learning. Hal yang membuat Google menang dari search engine yang lain (Yahoo dan Bing) dan menjadi pilihan di masa lampau adalah karena algoritma pencarian Google tidak dipengaruhi oleh ‘siapa yang bisa bayar’ (paid inclusion). Sekarang memang Google menerima iklan dalam search engine, namun hasil yang muncul harus tetap relevan dan diberikan tanda Ad atau Iklan. Jadi sampai titik ini menurutku algoritmanya masih cakep.

Karena Google berusaha berpikir layaknya manusia, belajar SEO untuk panduan saja. Jangan terobsesi dengan SEO sampai maksain dan mengekang kreatifitas. Lebih baik fokus untuk buat blog yang kece: Tetap update, cepet loadingnya, beneran relevan untuk para pembaca blog.

Blog sampai kapan saja akan jadi titik balik bagi pengguna internet. Media sosial akan datang dan pergi sesuai dengan trend.

Mulai blog di tahun 2020 bukan hal yang telat, kuncinya adalah konsisten dan relevan. Kalau gak konsisten, blog yang sudah ada dari lama pun akan balik seperti blog baru lagi (seperti blogku ini). Hasil dari blog juga bukan hal yang instan, sabar-sabar saja, kalau konten kita memang beneran oke hasilnya akan nampak kok beberapa tahun kemudian.


Ps. Hasil itu gak selalu populer dan menghasilkan banyak uang murni dari blog ya. Yang paling mudah dicapai dengan memiliki blog adalah personal branding dan bisa mendatangkan rejeki dari lini lainnya (di kasusku dapat pasien dari blog misalnya :)).

4 thoughts on “Belajar SEO – Telat Gak Sih Buat Blog di Tahun 2020 dan Algoritma Google”

  1. setuju mbak.. meskipun sudah jamannya youtube, banyak temen blogger jadi fokus ngevlog walau kadang tetep nulis, saya tetep lebih sreg dengan tulisan.. bagaimanapun tulisan itu lebih hemat bandwidth serta melatih imajinasi, meskipun untuk tutorial kadang butuh gambar ataupun video..

    beberapa kali liat hasil pencarian memang ke e-commerce dan tulisan yang dibaca pun tetep susah diterjemahkan karena mungkin memang ditulis untuk SEO.. saya lebih sreg tulisan untuk manusia yang masih bisa dipahami meskipun belepotan..

    saya juga agak kaget kemaren tiba-tiba viewer harian anjlok, padahal saat itu belum terlalu berubah kebiasaan menulisnya, ditambah kemaren sempet vakum bulanan, tambah nyungsep.. setelah diskusi dengan beberapa temen, memang ada yang berubah di algoritma google..

    semoga ke depannya bisa konsisten nulis untuk semua blogger indonesia.. kangen jaman sering blogwalking dan komen di berbagai blog.. :mrgreen:

  2. Berhubung saya masih lebih senang membaca tulisan daripada menonton video, saya masih suka mampir dari satu blog ke blog lainnya. Apalagi kalo banyak bercerita soal cerita personal. Rasanya lebih apik aja membacanya dalam bentuk tertulis daripada mendengar orang ngomong.

    Cuma emang sayang, kebanyakan sekarang udah pada pindah platform. Misal mau nyari review suatu produk tertentu juga kalo ga kepentok di e-commerce, ya di Youtube. Padahal review di e-commerce biasanya ga mendetail kayak tulisan, atau saya ga bisa make CTRL+F buat mencari cepat info yang saya butuhin kalo nonton video hahaha

  3. Hihi sama balik lagi ngeblog gara2 pandemi, sebelum2nya blog cuma diisi sama tulisan2 buangan yg ditolak redaktur aja. Dan mulai ngelirik SEO juga di tahun 2020 ini, padahal selama sepuluh tahun ngeblog paling anti sama yg beginian.

    Kalau diperhatiin portal web berita besar sekarang juga dari segi konten udah macam blog rasanya, jadi saingannya sengit euy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.