Film Story of Kale: When Someone’s in Love.. Fakboigenesis Seorang Kale

Definisi Fakboigenesis

Fakboigenesis berasal dari kata fakboi dan genesis. Fakboi berarti cowok yang suka mempermainkan wanita, tidak suka komitmen, mau enaknya aja, habis manis sepah dibuang. Dan genesis berari asal mula terjadinya atau terbentuknya sesuatu. Jadi fakboigenesis adalah proses terbentuknya fakboi.

Jangan diambil pusing, yang di atas ini cuma karanganku saja. Haha…

Kale


Bagi yang sudah nonton Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, pasti kenal sama yang namanya Kale tapi bukan sayuran. Banyak yang sebel sama Kale, tapi aku tidak, aku sebelnya sama Awan. Karena fakboi itu udah dimana-mana dan pilihan hidup mereka mau jadi fakboi. Kita sebagai perempuan, harus pinter jaga diri dan harus pinter manajemen ekspekstasi. Kalau value gak cocok sama si cowok, ya sudah, bye.

Saat nulis ini aku jadi mikir sendiri. Gak begitu tertarik sama Kale tapi rela-relain beli tiket di bioskoponline.com dan nonton filmnya. Aku kepo sama filmnya, bukan sama Kalenya. Bisakah filmnya memberikan alasan yang realistis atas terbentuknya karakter Kale?

Tentang Film…

Yang kulihat pertama kali adalah durasi, hanya 1 jam 17 menit. Film yang singkat. Inti cerita adalah tentang hubungan Kale dan Dinda yang bersama selama 1,5 tahun, namun tiba-tiba Dinda memutuskan putus.

Setting film-nya di dalam sebuah rumah tempat Dinda dan Kale tinggal bersama. Saat Dinda harus mengutarakan alasan kenapa ingin putus hal ini dijawab dengan menampilkan fragmen-fragmen kejadian di masa lampau yang membuat kita harus menerka apa yang dirasakan oleh Dinda dan apa yang buat Dinda gak betah dalam hubungan itu.

Tentang Fakboigenesis Kale

Jadi penyebab Fakboi-nya Kale adalah keluarga yang tidak harmonis di mana Ibunya meninggalkan Ayahnya dan akhirnya hidup Ayahnya hancur. Berdasarkan pengalaman itu, Kale punya premis bahwa: Jika seseorang yang dicintainya pergi, hidupnya akan hancur seperti Ayahnya. Jadi saat Kale akhirnya memiliki Dinda yang ia cintai, Kale mau melakukan apa saja agar Dinda tetap di sisinya. Tapi Dinda tetap aja meninggalkan Kale, jadi Kale memutuskan tidak percaya cinta lagi, oleh karena itu dia maunya friend with benefit aja sama Awan.

Melihat apa yang ditampakkan oleh Kale, aku rasanya pengen edit judul filmnya. Kale itu gak in love sama Dinda. Tapi obsessed.

Tentang Pasrahnya Dinda Dalam Toxic Relationship

Nonton film ini kamu akan gemes kenapa Dinda pasrah amat berada dalam toxic relationship, nyaris dua kali pula. Untungnya dijelaskan juga tentang background keluarganya Dinda yang menyebabkan dia jadi begitu..

Sepatah Dua Patah Kata…

Di film ini kita melihat dua insan yang memiliki worldview yang terbentuk karena pengalaman orang tuanya. Sayangnya dua-duanya toxic dan mendestruksi diri sendiri. Sayangnya juga dua-duanya menggunakan excuse kalau dirinya yang sekarang terbentuk atas pengalaman orang tuanya dulu.

Memang benar, apa yang terjadi di masa lampau akan membentuk kepribadian dan pola pikir kita di masa sekarang.

Ada kalanya kita tidak sadar kalau ada yang salah dengan pola pikir kita. Tapi pas kita sadar kalau pola pikir kita terbentuk atas pengalaman yang dulu, bukankah harusnya kita pakai akal untuk memilah mana yang bisa dipertahankan dan mana yang perlu diubah?

Bagaimana orang lain menjalani hidup mereka dan bagaimana mereka memperlakukan kita adalah hal yang bukan kuasa kita. Tapi kita punya kuasa supaya hal-hal itu tidak mendestruksi diri kita dan juga kita punya kuasa untuk memperlakukan orang lain lebih baik.

Jadi Kale dan Dinda, please, jangan pakai excuse itu ya… 🙂

Kesimpulan Film..

Film ini menurutku layak untuk ditonton, dengan modal 10 ribu rupiah dan bisa ditonton berulang-ulang selama masa penyewaan yang 48 jam. Untukku film ini ngasih sisi nostalgia sedikit karena pas SMA aku pernah ikut ekskul Sinematografi, di pertemuan pertama dimunculkan Angga Dwimas Sasongko (karena kakak kelas) yang waktu itu bahas tentang buat film secara sederhana dan salah satunya dengan hanya mengangkat satu setting cerita.

Menurutku film ini menunjukkan kalau Angga bisa walk the talk, membuktikan apa yang diucapkannya. Dengan satu setting cerita (atau entah apa istilahnya) bisa dibuat menarik dengan alur yang maju mundur. Kalau sekarang mungkin tidak ada kendala secara tim dan teknologi, tapi adanya pandemi pasti memberikan tantangan tersendiri.

6 thoughts on “Film Story of Kale: When Someone’s in Love.. Fakboigenesis Seorang Kale”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.