Kondisi Kulit Tahun 2020 (33 Tahun Bok!)

Tahun ini umurku udah 33 tahun. Tua atau masih muda sih? Untuk badan, kayaknya udah makin gampang remuk. Dulu kalau kurang tidur masih bisa tetep fit, sekarang udah kayak rontok aja badannya. Lalu bagaimana dengan kondisi kulit? Beda gak sih sama kondisi kulit di tahun 2015 (27 tahun) dan 2017 (30 tahun)?

Pas masuk usia 30 tahun, aku udah menanamkan ke diri, terima aja kalau sudah waktunya menua. Kekenyalan kulit berkurang karena lemak udah makin menipis, tekstur kulit jadi lebih terlihat, kerutan mulai muncul, kulit jadi kendur, dan sebagainya. Dan hal itu beberapa hal mulai terasa, hahaha, walau ada juga sisi peningkatannya.

Salah satu peningkatannya adalah kondisi kulitku jauh lebih tentram daripada tahun sebelumnya. Pas tahun 2018-2019 salah aplikasi produk, perubahan iklim, perjalanan jauh selalu berujung pada jerawat atau minimalnya muncul folikulitis. Di tahun ini, kulitku gak gampang tersensitisasi, entah memang karena sudah waktunya atau karena skincare yang aku lakukan tepat. Sekarang waktunya fokus untuk membereskan kekacauan yang telah lalu…

Jika sekarang kulitku lebih gak gampang bereaksi, mungkin karena perubahan-perubahan yang kulakukan berikut ini…

Less is more.

Tahun ini itungannya lagi males skincare-an karena nyaris gak ke mana-mana, jadi sehari-hari hanya pakai perawatan kulit dasar aja. Cuci muka, semprot toner, sesekali pakai serum, moisturizer, dan sunscreen. Bahkan supaya makin ringkes, moisturizer suka aku skip karena sunscreen yang aku pakai sudah cukup melembapkan.

Skincare yang kupakai pagi ini…

Hindari produk-produk yang rentan bikin folikulitis dan sensitif.

Folikulitisku (bintik-bintik putih (radang) yang muncul di folikel kulit) itu suka muncul dalam kondisi berikut: saat kondisi lembap dan berminyak, saat terkena sinar matahari lama. Oleh karena itu aku hindari pakai cleansing oil atau balm dulu, gak pakai skincare yang terlalu lembap, dan tentu saja hindari matahari atau pakai sunscreen yang mumpuni. Aku juga tetap menghindari produk yang mengandung alcohol denat karena sampai sekarang pun kalau iseng coba yang ada alkohol denat, langsung deh kulitku berulah.

Karena menghindari cleansing oil dan balm, jadinya aku pakai micellar water dulu. Yaa jadi pakai kapas plus ada gesekan sih. Tapi kulitku jadi jauh lebih membaik. Sekarang aku mulai pakai cleansing balm lagi, Alhamdulillah aman aja. Tapi untuk facial oil masih tetap tidak bersahabat di muka. Mungkin karena pakai cleansing balm itu hanya sebentar menyentuh muka lalu langsung diemulsi dengan air ya?

Pakai skincare yang fungsinya memperbaiki skin barrier.

Berhubung memang lagi malas skincare-an, skincare-ku kembali ke basic juga. Aku juga pakainya produk-produk yang simple dan katanya bisa memperbaiki skin barrier seperti produk yang mengandung ceramides (Cerave PM, Cezzane, Bless Face and Neck Cream), niacinamide (Somethinc Niacinamide), dan vitamin B5 (moisturizer Etude House yang Soon Jung).

Setelah konsisten dengan skincare tersebut dan kulitku makin menguat (rasanya), aku jadi mulai berani pakai skincare yang kandungannya lebih berani seperti retinol, AHA, BHA, dan TCA (yang ini harus hati-hati banget pakainya). Alhamdulillahnya masih aman aja di kulit.

Make up makin minimalis.

Gara-gara pandemi juga nih bikin makin minimalis makeupnya. Males banget ribet-ribet pakai makeup, kelar praktek kan cuci muka dulu, sehari-hari juga pakai masker. Keluar rumah sekarang aku cuma pakai tinted moisturizer (halo Joylab, I love you!), bedak ringan (Rose All Day atau Maybelline Fit Me), sedikit eyeshadow, dan tinted lip balm (apa aja sedapatnya). Alis hanya disikat karena makin malas gambar alis dan hari ini aku baru sadar kalau pensil alisku entah di mana?!!

Jadi, skin concern di tahun 2020 apa??

Karena sudah lebih menerima kondisi kulit apa adanya, yang tadinya aku anggap kekurangan jadi hal yang bisa diterima dengan lapang dada. Tapi tetap harus perhatian dan punya target dong.

  1. Pori-pori dan tekstur kulit. Selalu saja ada problem ini tapi rasanya sudah tidak seproblematik dulu, rasanya pakai skincare plus bedak aja udah langsung bikin blur (ini karena kulitnya makin bagus atau teknologi skincare dan make-upnya yang makin oke ya?)
  2. Bopeng bekas jerawat. Karena sempat rutin pakai Tretinoin (Retin A), Adapalene, dan sempat iseng pakai TCA (inget ya teman-teman, ini tricky banget!) bekas jerawat yang bopeng jadi gak senampak sebelumnya. Teman dan saudara pun juga melihat perubahannya.
  3. Kerutan dan kulit kendur di daerah mata. Ini nih yang kadang bikin sedih, hahaha. Bagian bawah mata sih masih aman, tapi bagian atas mata udah sagging atau kendur. Analisisku adalah karena bagian atas mata (atau kelopak mata) gak pernah kena serum, pelembap, dan sunscreen. Ya sudah terima saja.
  4. Warna kulit tidak merata. Untuk hal ini gampang diberesin dengan foundation atau bedak kalau pergi-pergi, tapi kalau bisa merata dan pede tanpa bala bantuan itu akan lebih baik. 🙂
  5. Kantung mata hasil malas tidur.

Biar lebih afdhol aku cantumkan foto bareface abis praktek dan sudah cuci muka. Hahaha. Kucel sekucel-kucelnya dan pucat, namanya juga abis praktek yang pakai masker ganda (dan N95), gown, dan faceshield. Y a sudahlah biar ada dokumentasi paling real pas bahas topik ini.. Huhu..

Fokus perawatan kulitku tahun 2020 (hingga 2021)…

Tahun-tahun sebelumnya aku banyak bermain dengan keluarga Retin A atau tretinoin yang gak boleh dipakai oleh perempuan yang lagi hamil dan menyusui. Tahun ini udah saatnya say goodbye dulu untuk sementara sama bahan ini.

Sebagai penggantinya aku pakai toner atau serum yang mengandung AHA, BHA, PHA, niacinamide, vitamin C, dan Centella asiatica aja (dan bahan lainnya yang terbukti aman untuk perempuan yang mau TTC). Fokusnya ke brightening (meratakan warna kulit) dan jaga skin barrier. Dan tidak lupa sama mata, mungkin sudah saatnya investasi nambah eye cream yang mengandung peptide mungkin?

Ada saran atau rekomendasi?? 🙂

4 thoughts on “Kondisi Kulit Tahun 2020 (33 Tahun Bok!)”

  1. 33 masih mudaaaa….aku ngerasa mulai 42 kulit muka mulai turun dan keriput di mata udah mulai. Tapi itu juga karena masa muda bandel ngga ngerawat sepenuhnya. Bagus lah kamu udah mulai ngerawat dari sekarang 🙂

  2. 33 masih muda dong Nita 😁😁 Luar biasa Nit perawatan kulit kamu. aku kayak baca jurnal kesehatan wajah gitu lho. 😊 Kamu khatam banget soal perawatan kulit & wajah ya. 😊 Btw, Nita kulitnya sensitif ya? Aku tuh termasuk yg kulit normal kayaknya. jadi perawatan muka cuman pake sabun muka doang sama air penghapus riasan/make-up yg mengandung alkohol (apa sih istilahnya ini?) Dua itu doang yg kupake. Selama korona ini malah jarang pake air penghapus riasan karna jarang pake make-up.

    1. Kulitku dulu pas SMA sampai kuliah sempet jerawatan paraaaaah… Jadi coba2 macem2 akhirnya bikin gampang sensi.. Sampai skrg pun masih perjuangan.. Jadi belajar2 ttg skincare karena niatnya utk memecahkan masalah.. Tp aslinya aku malas.. Haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.