Emily In Paris, Nikmati Visualnya dan Jangan Diambil Pusing

Post ini harusnya tayang 2 minggu yang lalu.. Hehe..

Apa sih drama yang lagi oke saat ini? Akhirnya seorang teman baik merekomendasikan drama Emily in Paris, suatu jejak kehidupan Emily gadis Amerika yang secara mendadak harus bekerja di Paris, tanpa tau seluk beluk Paris dan tanpa ada modal bahasa Prancis. Kerjaannya sebagai seorang marketing yang logikanya kalau kita mau memasarkan sesuatu harus tau pasar yang dituju. Ketauan kan konfliknya akan dalam hal apa??

Lalu apakah dramanya beneran asik?

First impression saat menonton episode pertama adalah: FASHION-NYA BAKAL OKE!! Usut punya usut, fashion stylish-nya adalah orang yang sama dengan perancang fashion di film Devils Wears Prada.

Gambar dari express.co.uk

Konflik pertama yang muncul adalah “lost in translation” miskomunikasi dengan orang-orang di Prancis, sepertinya mereka anti gitu kalau pakai bahasa Inggris. Konflik kedua adalah tentang kultur. Di drama ini orang Prancis distigmakan sebagai orang yang gak ramah (kalau nyinyir langsung frontal di depan muka), malas bekerja (slow-paced), gampang banget ganti-ganti pasangan (one night stand, FWB, dan punya selingkuhan adalah hal yang lumrah).

Stigma yang digambarkan tentang orang Prancis ini bikin aku mikir: Orang Prancis-nya bakal protes gak ya orang-orang di sana distigmakan seperti ini? Jawabannya: ternyata hal ini memang sempat menjadi kontroversi.. Tapi kupikir hal yang lumrah sih. Sebenarnya sifat-sifat seperti itu di mana-mana juga ada, drama Amerika banyak seperti ini, di Jakarta juga bisa ada gaya hidup seperti itu, tergantung sample lingkungan apa yang diambil aja.

Tentang karakter di drama ini….

Emily. Tipikal cewek yang charming, atraktif, optimis, ingin bisa bergaul dan diterima oleh banyak orang walau seringkali dia clueless kalau orang lain belum tentu berkeinginan yang sama. Poin positif dari Emily yang bisa ditiru adalah optimisnya dalam memecahkan masalah, yakin dulu masalahnya akan tuntas, mau dituntaskan dengan cara apa dipikirkan kemudian. Untungnya dia termasuk kreatif dan banyak ide sehingga bisa cepat memikirkan solusi. Kemampuan komunikasinya juga oke, bisa bikin orang lain setuju dengan jalan pikirannya walau mungkin awalnya terasa gak familiar.

Gabriel. Wew, dia hot sih. Dari seluruh pemeran yang aku rasa acting-nya paling oke dan natural ya pemeran Gabriel. Dia bisa pas kapan kasih ekspresi poker face, jealous, centil, perhatian. Cuma ada satu hal yang nyebelin yaitu dia ikut ngeledekin Emily saat melakukan kebodohan sama bocah 17 tahun.

Camille. Tokoh ini naive banget. Baik sih, cuma dia hanya mau melihat dunia dari perspektifnya aja. Karakter begini yang suka bikin orang gak enakan.

Mindy Lin. Pemeran pendukung yang ngasih gambaran tentang kehidupan di Paris. Bagaimana Paris yang dialami oleh Emily sesuai dengan perspektif si Mindy Lin. Lumayan asik dengan adanya dia, partner gila-gilaannya Emily juga.

Sooo… gimana kesimpulan drama ini apakah recommended??

Hhhhhmmm… tergantung sih.. Episode awal-awal itu asik banget, secara visual dimanjakan dan secara jalan cerita juga menyenangkan (walau gampang ditebak ceritanya). Saat mulai masuk ke kehidupan percintaan Emily di Paris, baru deh mulai malas.

Drama ini hanya ada 10 episode dengan rata-rata durasi per-episodenya hanya sekitar 30 menit. Jika kamu punya waktu luang sekitar 5 jam, bolehlah ditonton supaya update tentang drama kekinian. Untuk bisa enjoy, nikmati aja visualnya, jangan diambil pusing kenapa begini dan begitu. Yaaa.. Kalau mau tau gimana Paris, datang langsung aja ke Paris yang ada di drama ini hanyalah salah satu sudut pandang tentang Paris. 🙂

Kamu nonton Emily In Paris juga?? Gimana pendapatnya??

16 thoughts on “Emily In Paris, Nikmati Visualnya dan Jangan Diambil Pusing”

    1. Hehehe.. ternyata udah tipikal ya.. Aku jarang ikutin serial Amrik Mbak, satu2nya yang pernah aku ikutin cuma Gilmore Girls, itu menurutku bagus, skrg udah ada di Netflix jadi ingin kutonton ulang, apakah beneran bagus..

  1. Dari awal denger judulnya dah ga minat nontonnya haha semacam drama percintaan shallow ala Hollywood pasti dan pasti penuh dengan prejudice orang Amerika tentang orang Perancis (dari deskripsi kamu betul kan?)

    Aku kadang gemes liat orang Amerika di luar negeri seolah2 standar punya mereka haha yg lain2 dianggap “ga bener”. Soal kebiasaan rude/frontal ini emang Eropa banget, ngga basa basi macem orang Ameriki sih.

    Soal bahasa? Apalagi. Keknya cm orang Amerika yg berharap semua orang (kudu) bisa bahasa Inggris.

    Serian favorit di Netflix yg aku baru selesai adalah The Haunting of Bly Manor, walo yg Hill House jauh lebih bagus. Eh malah ngelantur

    1. Waw… Makasih rekomendasinyaa Mbaak… Emily ini kutonton karena trending dan temen2ku pada nonton… Nonton ini kalau dipikirin malah jadi gak enjoy (dan jadi geli karena si Emily ini gampang banget dicelup, tapi gak tega nulis di post), ya udah jadi kuniatkan untuk menikmati visualnya aja..

  2. Kaak, aku merasa ini recomended bangeeet haha Fun banget hawanya dan nggak tau aku sangat kagum sama sosok Emily yang periang dan selalu positiv vibes haha

    1. Eh.. Aku baru post comment di blogmuu.. Pas banget.. Hahaha.. Karakter scr personal si Emily emg asik, tp sebel aja krn gampang banget dicelup.. :[

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.