Journal, life

Olanatics.com 1st Giveaway: Steal The Look

Karena post ini niatnya untuk ikutan olanatics.com 1st Giveaway: Steal The Look, untuk memenuhi syarat judulnya harus seperti di atas. Kalau dibebaskan untuk memilih judul, aku pilih judul yang sama dengan tema tulisannya:

ISLAM: Esensi Pakaian Muslimah

Hihihi.. Gak kreatif. 😂😂

Muslimah dan Islam.

Karena bahas tentang esensi, kita back to basic dulu, mulai dari definisi. Muslimah itu seseorang (perempuan) yang menganut agama Islam. Definisi Islam sendiri bisa dibagi menjadi dua, secara bahasa dan syara’. Secara bahasa, Islam berarti masuk dalam kedamaian. Secara syara’, Islam berarti pasrah kepada Allah, bertauhid dan tunduk kepada-Nya, taat dan membebaskan diri dari syirik.

Melihat definisi di atas, seseorang yang mengaku muslimah harus melakukan konsekuensi dari pengakuannya itu. Muslimah harus tunduk dan taat atas perintah Allah, salah satunya dalam hal berpakaian.

Pakaian.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pakaian (kata benda) berarti barang apa yg dipakai bisa baju, celana, dan sebagainya. Pakaian memiliki beberapa fungsi yaitu menutup aurat, melindungi tubuh dari cuaca panas dan dingin, dan estetis.

Pakaian Muslimah.

Pakaian apabila dihubungkan dengan Muslimah memiliki fungsi lain yaitu IBADAH, bentuk ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala. Berbicara tentang ibadah, ibadah itu harus memiliki dua syarat: ikhlas dan ittiba’.

Ikhlas: Memurnikan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala. Di sini yang berperan adalah niat. Niat kita menggunakan pakaian muslimah itu apa? Ingin terlihat makin cantik (karena banyak yang berhijab lalu kecantikannya memancar), ingin menutupi aib (mungkin rambutnya kurang kece, tangan dan kaki gak mulus, hehe), terpaksa karena tuntutan suami atau pekerjaan, atau murni niat berhijab karena Allah?

Ittiba’: Sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Karena Rasulullah itu laki-laki, dalam hal ini yang jadi panutan kita adalah para Ummahatul Mukminin dan Shahabiyah (Sahabat Rasulullah yang perempuan).

image


Aku selalu takjub kalau ingat kisah para Shahabiyah saat surat An-Nur ayat 31 turun:

“….. Mereka langsung menghampiri mirth-nya (pakaian yang biasa dipakai wanita). Dengan kain itu, ia berkerudung, menutup kepala dengannya. Sebagian dari mereka menghampiri sarung mereka, lalu membelahnya dan berkerudung dengannya. Mereka adalah wanita fakir yang tidak memiliki kain lain.” (Kemuliaan Muslimah Penggenggam Bara Api, halaman 38)

Di jaman Rasulullah, wanita fakir tanpa pikir panjang langsung menaati Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kita yang insya Allah berkecukupan banyak pertimbangan ini-itu sebelum melakukan ketaatan. :'(:'(

Pakaian Muslimah Yang Ideal.

Seorang muslimah bisa berada dalam 3 kondisi; di rumah dan hanya dilihat oleh Mahram, di luar rumah dan yang terlihat oleh non-mahram (ajnabi), dan pada saat shalat. Semuanya ada aturannya.

Di rumah dan hanya dilihat oleh mahram. Di depan mahram, muslimah diperbolehkan menampakkan kepala (rambutnya) dan tetap tidak boleh menggunakan pakaian yang seksi. Dada dan paha merupakan aurat, walau hanya dilihat oleh perempuan lainnya. Yang boleh melihat semuanya hanya suami.

Di luar rumah atau di depan ajnabi, muslimah hanya boleh menampakkan (maksimal) wajah & telapak tangan (menutup wajah = sunnah) dan telapak kaki tidak boleh terlihat dalam keadaan apa pun. Selain itu ada syarat-syarat yang lain seperti: tidak boleh membentuk tubuh, harus longgar, tidak transparan, kerudung menutupi dada, dan tidak untuk berhias.

Saat shalat aturannya sama seperti kalau keluar rumah bedanya saat shalat sendirian telapak kaki wanita masih boleh terlihat pada saat sujud. Di Indonesia kita mengenal mukena, kalau shalat ya pakai mukena. Seharusnya kita gak butuh mukena karena pakaian sehari-hari seorang muslimah harus bisa digunakan shalat (kecuali pakaian untuk di rumah yaa, mau shalat ya harus dandan dulu doong).

Dari penjelasan di atas aku menarik kesimpulan:

Esensi pakaian muslimah adalah pakaian yang layak untuk dipakai Shalat, sesuai dengan apa yang disukai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’Ala.

Bukan untuk berhias, bukan untuk ngikutin fashion, bukan untuk nutupin aib, bukan karena terpaksa, tapi murni karena Allah. 🙂

P.s. Hijab dan Pakaian Wanita dalam Shalat

Advertisements

29 Comments

  1. Pingback: Winners of Olanatics.com 1st Giveaway | A Blog by Ola Aswandi

  2. eiiitsss… baru sempet komen sayanya.. thank you yaa Nit udah meramaikan giveaway pertama eike.. poinnya full nih taat aturan banget hahahha. 😀

  3. nianastiti says

    fotonya syar’i sekali dan bikin ketawa Mba 😀

    • Justru ini kurang syar’i krn kerudung masuk ke jas dokter.. Makanya aku crop sedemikian rupa.. 😂😂

  4. Gara says

    Good luck buat give awaynya, Mbak! Semoga bisa panen lagi :amin.
    Eh itu fotonya hits banget Mbak, cadas :wkwk.

  5. Thanks for sharing, Nita. Betul sekali, berpakaian karena Allah maka akan lebih simpel dan ga ribet 🙂

  6. Ada dokter bertopeng. Siap membasmi kerusakan gigi Anda. Hahaha.
    Very insightful post Nit for me. Jadi lbh paham walau skip tulisan Arabnya. Gak bisa baca

  7. Waah ke sini gegara potonya yg ga nahan di instagram xD. Makasii nitaa pengingat buat aku juga niih 😦

  8. Masya Allah, jadi pengingat buat aku juga, nih, Kak. Fotonya cakep, btw 🙂

  9. Lengkap banget Nit. Gaya fotonya keren deh. Meni kreatif. Hahaha.

    • Haha.. Doakan menang Mas,, lumayan hadiahnya, buat baju lebaran Alhamdulillah 😀

Comments are closed.