BlogZone, Journal

BLOGZONE: My Idea Box

Hari ini saya baca post-nya Shari Lopatin yang di-publish oleh dailypost yang berjudul “10 reasons every writer should keep an idea box”. Alasan-alasan yang dia kemukakan dgn punya idea box akan mendorong kita untuk mengobservasi, membantu melihat dunia dengan perspektif yang lain, mencegah kehilangan ide karena lupa, mencegah kebosanan, membunuh writer’s block, dan sebagainya.

Saya adalah pembosan yang kronis, saat bosannya sedang eksaserbasi akut, butuh pengobatan berupa inspirasi ^^. Sumber inspirasi bisa dari mana saja buku, novel, internet (twitter, FB, blog, dll) dan sebagian besar dari majalah (makanya tumpukan majalah di kamar sangat banyak). Setiap ada yang menarik pasti saya dokumentasikan.

Media pencatatanku:
HP: bisa lewat aplikasi notepad, save page di opera mini, atau didokumentasikan via screencapture.
Laptop: ide-ide dikumpulkan di onenote. Dalam tab wordpress, saya sudah buat banyak page dengan judul berupa ide topik-topik yang akan saya publish di wordpress. Enaknya pake onenote, kalo co-pas dr internet, secara otomatis link sumbernya akan ketempel juga di onenote-nya πŸ˜€
Notebook: Kalau ada topik yang menarik & males buka laptop/hp saya akan mencatatnya di buku. Buat outline juga di buku. Ya, otak saya memang lebih lancar dengan cara konvensional, menulis dengan buku & pulpen. Dan gak jarang, kalau ada quotes atau artikel yang menarik di majalah aku robek & kutempel di notebook itu.

That’s my idea box. Tempat mencatat inspirasi dari berbagai sumber. Begitu banyak input, saya butuh output dan blog ini adalah tempat penyalurannya. πŸ˜€

Cheers πŸ™‚

Advertisements