Demam

Beberapa hari lalu postnya bolong, hahaha… Hari Rabu karena ke Dufan, hari kamis karena tepar dari Dufan, hari Jumat karena siap-siap untuk ujian, hari Sabtu karena ujian, hari ini demam..

Semangat aja lah.. 🙂

THE UNIT – All Day

Aku lagi keracunan ngikutin The Unit.. I know I know itu gak boleh.. Tapi di The Unit ini ada Rain yang ternyata kok lucuuuuu, apalagi setelah punya anak dan ada aura kebapakan. Huhuhu.. Jadinya malah kecebur deh ngikuti intrik dan tragedi di dalamnya.

Persaingan jadi Idol di Korea sangat ketat, udah punya skill yang oke tapi kalau waktu debutnya gak pas atau ada yang salah pas debut, ya gak sukses juga. Nah, variety show The Unit ini fungsinya untuk ngasih mereka kesempatan lagi untuk bisa debut dan sukses lagi dengan Rain sebagai mentor utama.

Setiap episodenya pasti ada tantangan-tantangan khusus. Tantangan terakhir adalah 5 peserta yang rankingnya paling tinggi bisa milih anggota timnya lalu melakukan pertunjukan, yang hasilnya paling bagus akan dibuatkan Music Video khusus (dan keuntungan lainnya, aku belum tau karena belum tayang yang ada english subtitle-nya, hehehe).

Dari tantangan itu yang menang adalah grupnya Jun U-Kiss dan itu juga jadi favoritku! Nama grupnya Hoonnam’s yang berarti handsome boys (narsis banget, tapi emang bener!). Awalnya aku suka Hoonnam’s karena ada sosok ganteng bernama Dd Hangyul IM, lalu suka karena koreografinya, lalu suka karena personelnya oke-oke, lalu bikin merasa bersalah karena puter ulang terus videonya.

Hari ini aku nemu performance All Day yang ada english subtitle-nya dan ternyata liriknya keren!! All Day ini tentang kita bisa ngatasin semua kesulitan hidup dan menikmati apa yang akan dihadapi, tsaaah, kece kan? Aku ketikin lirik-lirik yang menurutku kece di bawah, hehehe..

We can overcome any hardship that is blocking our way and, in fact, enjoy overcoming it.

When you’re out of breath
You’ll feel your limit
Push it, so that you can scale the bigger wall

Don’t close your eyes, go forward
Don’t hide anymore, show yourself, wow!

I feel all of you, I feel ya
The amount I feel
Empty your mind
We got rocking all day
Enjoy this moment uh
This day won’t come
Forget everything, baby
Throw both hands in the air, oh yeah oh yeah..

All Day.. All Day..

Run like you have no reins
Make the obstacle fall, go up
Ay what you gonna do?
No one could look down on you

In this short moment we are seeing a lot
Even if everything rumbles, and you look down
It doesn’t matter, do what your heart tells you

Do everything you want
Don’t mind other people, just go forward
I go high, the sky is not the limit
Who would look down upon you?

I’m a captain all day, do this all day
Strike on the track I’m ballin’ how is it?
What about you? You’ll always be at the back
Be yourself, don’t follow others, ok

When you’re out of breath
You’ll feel your limit
Push it, so that you can scale the bigger wall

Heheheheehehehehehehe…

Manusia Panutan

Setiap individu pasti terpengaruh satu sama lain dan ada beberapa orang yang jadi panutan. Sayangnya saat ini posisi orang yang menjadi panutan ditempati oleh para influencer. Masalahnya sang influencer kebanyakan hanya memikirkan berapa materi yang dia dapat dari kemampuannya menggiring orang lain, semakin banyak followers rate card mereka akan semakin mahal.

Influencer merupakan pekerjaan yang menarik kan?

Bagiku gak begitu. Influencer merupakan pekerjaan yang menyeramkan. Hahaha.

Dulu sebelum ada influencer aku kenalnya sama role model. Sama-sama menjadi manusia panutan, tapi adakah yang berniat untuk menjadi role model? Menjaring masa namun bukan demi materi tapi untuk membentuk cara berpikir dan gaya hidup yang lebih baik.

Ini yang kupikirkan hari ini.

Saat wawancara-wawancara masih suka ditanyain gak sih tentang role model? Aku penasaran dengan jawabannya. Apakah akan muncul nama para influencer jaman now atau orang yang beneran layak jadi role model? Dunno.

 

Kubangan Hitam

Saat lagi di titik terendah, jangan putus asa, karena saat lagi gelap-gelapnya justru mata kita akan jadi lebih peka dengan cahaya. Saat situasi mulai stabil, jangan terlena. Saat mulai menuju puncak, hati-hati jangan sampai jatuh ke kubangan hitam: sombong, tamak, dan iri dengki.

Ah, aku gak mungkin bisa jatuh pada hal itu.

Tanpa sadar sudah masuk ke salah satu kubangan hitam: sombong.

#Kimin

Baru kemarin post tentang blog, hari ini udah post receh aja.. Menjelang jam 12 malam, udah agak tepar karena baru kelar ngerjain pasien jam setengah 11.

Cerita dikit tentang Kimin aja. Kimin ini nama panjangnya adalah Tukimin aka Tuki Mini. Ada Tuki Mini tentunya ada Tuki Jumbo atau Tukijo, kapan-kapan aku cerita tentang Tuki.

Kimin bergabung di rumah tahun 2016, aslinya ini kucing temen yang baru kenalan pas sterilin Tuki. Berhubung temenku itu mau kerja di Qatar, dia nyari yang bisa merawat kucing-kucingnya. Aku mau menampung karena mirip banget sama Tuki.

Ya udah ceritanya itu aja, aku ngantuk. Besok harus aktivitas dari pagi. Semangat!

#EMPTIES Hada Labo, Laneige, Ovale, dan Klairs

20180117090651_IMG_0378~01.jpg

Ada produk skincare wajah yang akhirnya bisa habis adalah suatu PRESTASI! Karena seringnya produk-produk yang kucoba berakhir dengan kadaluarsa atau dihibahkan ke teman karena langsung bikin iritasi atau awalnya cocok tapi makin lama malah bikin kesel. Mumpung ada 4 produk yang berhasil kuhabiskan, kubuat post empties-nya saja.. Hoho..

Hada Labo Perfect 3D Gel

Produk ini nyenengin karena teksturnya yang gel bening dan seperti slime, gampang kembali ke bentuk semula. Kandungannya lumayan menjanjikan ada hyaluronic acid, arbutin, dan bahan pencerah lain tapi sayangnya gak berhasil bikin kulitku cerah setelah pakai ini, haha. Efek yang lumayan signifikan cuma sukses ngasih hidrasi aja, tapi tricky juga. Kadang setelah pemakaian kulit jadi terasa plump tapi kadang juga bikin jerawatan karena saking lembapnya. Karena tricky, aku gak akan beli lagi. Hehehe.

Klairs Supple Preparation Facial Toner

Toner paling oke yang pernah kucoba! Seger, melembapkan, menenangkan kulit, dan aromanya enak. Sekarang udah botol ke-dua, mungkin akan beli lagi-beli lagi. Suka!

Ovale Micellar Cleansing Water

Daya bersihnya lumayan oke, murah meriah banget, tapi kadang bikin perih. Aku lebih milih Garnier atau The Saem.

Laneige Fresh Brightening Cleansing Oil

Tekstur cleansing oil-nya lumayan cair dan aromanya enak banget. Sayangnya kalau pakai cleansing oil yang cair gini bawaannya pengen usrek-usrek muka lebih lama sambil ngeluarin whitehead, lalu kulitnya berakhir dengan merah-merah iritasi deh. Untuk menghindari hal itu, aku jadi lebih suka cleansing oil yang kental, Hada Labo misalnya.

Tahun 2017 lalu aku boros banget untuk belanja skincare, pengennya tahun ini bisa hemat-hemat. Makanya jadi banyak review skincare (yang kebanyakan malah gak cocoknya, haha) supaya pengalaman coba skincare-nya terabadikan. Review skincare itu juga lumayan lho untuk ngedatengin pembaca (lalu banyak yang liat iklan, wordads-nya lumayan dan siapa tau bisa balik modal). Haha!

Ps. Udah agak lumayan keder untuk post a day nih. Hehehe. Tapi tetep semangat lah!

 

Kaca Muka 2018

Mukaku ini lonjong banget, jadi butuh kaca mata untuk ‘motong’ muka jadi lebih ideal, hehehe. Alasan lain kenapa butuh banget kaca mata adalah supaya gak repot nutupin kantung mata, soalnya aku nocturnal bok! Fungsi lain kaca mata adalah mata jadi lebih terlindungi. Saat pakai komputer atau lihat handphone ada filter untuk menyaring sinar biru, pas lagi nyetir bisa pakai kaca mata yang berubah warna saat terkena matahari sehingga gak perlu lagi deh micing-micing kesilauan. Continue reading Kaca Muka 2018

Lucy dan John

A Cup of Jo adalah salah satu blog yang sudah ku-subscribe sejak lama, topik yang paling kusuka adalah My Beauty Uniform, cerita tentang keluarganya juga menarik. Joanna sang pemilik blog punya kembaran namanya Lucy yang ditinggal oleh suaminya sejak 2 tahun yang lalu karena kanker paru-paru. Hari ini aku baca blog post di A Cup of Jo yang tayang sejak tanggal 3 Januari 2018 tentang Lucy yang kembali bisa merasakan percik-percik lagi. Yang menarik dari kisah Lucy dan John adalah tentang awal mereka berinteraksi hingga akhirnya bertemu.

Aku malas menceritakan secara rincinya, baca aja di post An Update of My Twin Sister dan Two dying memoirists wrote bestsellers about their final days. Then their spouses fell in love. (judul post Washington Post ini sudah cukup eksplisit ya?)

bw-krug-breath_093

Ah, love is in the air..