Kesehatan Gigi dan Mulut

DRGNITA: Dear Pasien, Selalu Jujur sama Dokter Please..

Ada pasien datang ke klinik ingin cabut gigi. Saya tanya kapan terakhir sakit? Jawabnya minggu lalu.Lalu saya periksa gigi yang akan dicabut. Diketuk, katanya tidak sakit. Ditekan gigi dan gusinya, pasien juga tidak mengeluhkan sakit. Gusi normal, tidak kemerahan dan tidak ada bengkak. Akhirnya prosedur pencabutan pun dilakukan menggunakan anastesi blok mandibula.

Saat dibuka perlekatan antara gigi ke gusi dan gigi ke tulang, pasien tidak merasakan sakit. Tapi setiap gigi mau dicabut dengan menggunakan tang, pasien langsung kesakitan, sehingga butuh ditambah anastesi intraligamen (suntikan di antara gusi dan gigi). Tetapi tidak terlalu signifikan pengaruhnya, akhirnya saya tegain untuk cabut walau pasiennya meringis. Setelah pencabutan selesai pasien baru ngaku kalau siangnya sempat sakit, tapi tidak jujur karena tau kalau jujur pencabutan pasti ditunda dan harus minum obat dulu.

Pasien saya yang tadi pagi mengeluhkan kalau giginya nyut-nyutan dari dua hari yang lalu. Sehari sebelumnya pasien melakukan perawatan syaraf di Rumah Sakit dan dilakukan penambalan tetap. Katanya saat itu sebenarnya gigi yang dikeluhkan masih terasa sakit tapi saat ditanya oleh dokter gigi yang merawat, pasien mengaku tidak ada keluhan dan walau saat ditambal terasa sakit pasien tidak ngaku ke dokternya. Alasannya karena pasien sudah capek bolak-balik untuk melakukan perawatan syaraf dan lebih memilih berbohong supaya bisa langsung ditambal tetap.

Giginya memang bisa ditambal tetap namun apa akibatnya? Kemungkinan besar tambalannya harus dibongkar hingga ke saluran akarnya, lalu dilakukan perawatan syaraf ulang dengan prediksi keberhasilan perawatan tidak sebaik sebelumnya. Hasilnya jumlah kunjungan dan biaya yang dikeluarkan jadi lebih banyak.

Gigi kalau rusaknya sudah parah dan menimbulkan sakit, perawatannya memang tidak sederhana, terkadang butuh beberapa kali kunjungan. Dan itu bukan akal-akalannya dokter gigi supaya biaya perawatan makin banyak, hehehe, tapi ya memang prosedur perawatannya seperti itu.

Sooo, kalau jadi pasien dokter gigi yang jujur yaaa..
Ayo kerjasama supaya bisa dilakukan perawatan dengan lebih nyaman dan giginya pun cepet sembuh.. 😀

Advertisements

27 Comments

  1. gigi saia bolong meski blm sakit, dan saia msh takut ke dokter gigi.. fufufu

    😀

    tapi bulan depan harus ke dokter! smangaat. hehe

  2. yah sama. lagi bolak2 sebulan ini sudah 5x karena gigi paling belakang tambelannya retak. walhasil sudah kali ketiga pake tambelan sementara, tapi masih sakit. 2pekan lagi disuruh dateng lagi. hiks 😦

    • 2 minggu lagi disuruh datengnya.. kemungkinan dikasih obatnya yang bentuknya pasta ya? hheehe…

    • Ngaku aja, gpp.. harga biasanya menyesuaikan yang penting pasien sembuh.. atau pakai bpjs.. hehehe…

  3. tapi emang iya sih mbak, sebagai “pasientetaptambalgigimenahunterusmenerusntahkarenagasatotambelancopotorwhatever” rasanya emang pingin bohongin dokter dan diri sendiri klo masih ada rasa sakit, ya persis alesannya itu PLEK!! males balik ke dokternya lagi, peer bingiittss!!!
    tapi akhirnya ngomongnya gini ama dokternya, “sakit dikit kok dok, yaah mungkin cuman perasaan doang kali ya :p” selanjutnya terserah dokternya mau lanjut tetap apa sementara lagi pas dioprek lagi giginya.

    • Alasan gitu yang suka bikin dokter giginya galau… trus akhirnya dokter gigi yang memutuskan tindakan selanjutnya apa.. kalau tiba2 ada keluhan beneran kepikiran lho,, hahaha…

  4. iya bu dokteeeer…
    mungkin memang banyak yang belum paham kenapa pasien disuruh bolak balik makanya mereka memilih untuk cari jalan pintas 😦
    selain itu, kunjungan ke dokter gigi biasanya emang serem. hehehe…

  5. saya pernah dicabut udh lama banget sih. Saat itu sang dokter ga nanya saya tidur jam berapa. Pas lagi dicabut tiba2 dia nanya tadi malam tidur jam berapa? setelah saya jawab…dia malah tidak melanjutkan cabut gigi…dan menyuruh saya kembali keesokan harinya dgn pesan jangan tidur kemalaman…..hehehehe…emang ngaruh yah bu ?

  6. dulu pernah sakit gigi dan memang harus bolak-balik terus karena nunggu obatnya habis. cabut giginya dua buah pula. yang pertama nggak terlalu sakit karena ktnya emang sudah mati. yang kedua sakitnya minta ampun soalnya efek obat biusnya keburu habis giginya nggak kecabut jg. sejak saat itu mikir lagi deh kalau mau cabut gigi

  7. kayaknya ke semua dokter emang harus jujur deh Nit. Kalo gak jujur ya itu tadi kan ya akibatnya, keluar biaya lebih banyak.

  8. Mila Wulandari says

    iya bu dokter..hehhe..alhamdulillah terakhir k dokter gigi waktu SMA tambal gigi hhehehe

  9. adejhr says

    Aku jujur kok dok gigi ku gak sakit tapi udah berlubang gede. Kalau d tambal brapa ya kira2 bayarnya. 😀

  10. Saya mah..masih ngeri ngeri sedap kalau mau kedokter gigi… Takut disuntik di gusi…

  11. Ihh aku pernah tuh gitu waktu geraham aku mau di crown, itu lama bener perawatannya, seminggu sekali pasti ke dokter gigi, dari yang takutnya setengah mati sama dokter gigi smp udah biasa aja, huwee. Emang deh ya jalan keluarnya ya harus dirawat yg rajin deh tuh gigi. Sakit mahal hahahahaa.

Comments are closed.