Skip to content
Advertisements

DRGNITA: Ayo ke Dokter Gigi Sebelum Sakit!!!

Kebanyakan pasien itu baru datang ke klinik apabila ada keluhan seperti sakit gigi, gusi bengkak, pipi bengkak, dan sebagainya. Jarang banget pasien dateng untuk kontrol rutin ke dokter gigi atau sekedar untuk general check-up, padahal kita pasti sudah hapal di luar kepala kalau harus kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Iya kan? 😀

image

Padahal ya teman-teman, dalam dunia kedokteran gigi itu pencegahan jauuuh lebih baik daripada mengobati. Apabila datang ke dokter gigi saat sudah sakit, mau tidak mau perawatannya akan lebih radikal, hampir pasti dibutuhkan pengeburan, suntikan, atau pencabutan. Inilah yang membuat ke dokter gigi jadi terlihat menyeramkan. ~(+﹏+)~

Prinsip di bidang kesehatan sekarang ini fokus ke tindakan pencegahan a.k.a. preventif dan mengurangi tindakan kuratif. Tindakan pencegahan ada 3 macam:
• Primary prevention: mencegah terjadinya penyakit.
• Secondary prevention: mengobati kondisi sakit misalnya tambal gigi, cabut gigi, perawatan syaraf.
• Tertiary prevention: mencegah kerusakan lebih lanjut misalnya pemasangan gigi palsu dan kawat gigi.

Dengan rutin ke dokter gigi penyakit dapat dideteksi dan dicegah secara dini. Misalnya gigi akan berlubang, ada loh tanda-tandanya yaitu ada bercak putih seperti kapur di permukaan gigi (white spot), jika sudah seperti ini dokter gigi bisa memberikan aplikasi bahan yang mengandung fluoride yang dapat mengembalikan ikatan mineral pada gigi. Atau ada gigi yang berlubang namun belum ada keluhan dan pasien belum sadar, bisa langsung dilakukan penambalan (sebelumnya pasien harus disadarkan dulu tentunya), hehe, jadi gak keburu lubangnya makin besar dan bikin sakit. Lubang gigi yang sudah besar teknik penambalannya makin kompleks dan resiko tambalan lepas atau terkena syaraf lebih besar.

Keuntungan yang didapat pasien dari terdeteksinya penyakit secara dini adalah:
• Perawatan lebih ringan dan tidak menakutkan.
• Kunjungan ke dokter gigi lebih sedikit, jika tidak ada masalah hanya 2x dalam setahun, tapi jika terlanjur ada keluhan bisa bolak-balik dateng ke dokter gigi, apalagi dalam keadaan sakit, iiihh nyiksa banget!
• Biaya lebih ringan.
• Jika butuh perawatan kuratif, penyembuhannya lebih cepat.
• Mengurangi peluang dibutuhkannya perawatan yang radikal seperti kuretase, perawatan syaraf, dan cabut gigi.

Supaya tercapai tujuan yang di atas, butuh kerjasama antara pasien dan dokter gigi. Dokter gigi hanya bisa membantu mengedukasi serta melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan. Namun pemeliharaan tetap di tangan pasien.

Oleh karena itu, pasien harus bisa:
• Melakukan perawatan gigi di rumah: menggunakan dental gloss dan menyikat gigi dengan baik.
• Nurut dengan instruksi dokter giginya termasuk dalam hal pola makan, menghilangkan kebiasaan buruk, banyak minum air putih, dan sebagainya.
• Rutin kontrol ke dokter gigi untuk periodic check-up dan pembersihan gigi secara optimal.

Hohoho.. sudah cukup jelas kan?
Ayo ke dokter gigi sebelum sakit!!
Ingat…
Prevention is better than cure.. ♥♥♥

Sumber gambar: www.brainlesstales.com

Advertisements

40 Comments »

  1. Wah, ternyata yang komen di blogku dentist! jadi malu :””
    Aku upayakan deh suatu saat bisa rutin periksa gigi setaun 2 kali..

      • Hahaha, jangan di doakan lagi dech mbak. Soalnya banyak temen2 juga yang doakan juga kalau ak skit beneran gmna? Sapa yang mw tnggung jawab…hehehehe
        Ntar mereka buat polling juga tu, lbih sakit mana antara sakit hati atau skit gigi kan bisa berabe tu…

  2. Terakhir ke dokter gigi pas SD. Cm dsuruh gosok gigi aj yg rajun. Kebanyakan pasien takut kalo dpt info ttg pnyakitnya, pdhal klo gk cpat mlh lbh parah

  3. Iya nih saya juga harusnya kontrol gigi karena gigi depan dijaket gitu. Tapi efek males jadi aja gagal terus.. males ngantri juga sih hehehe.

  4. Seumur hidup baru saya sekali ke dokter gigi. *malu
    Itu juga karena kepaksa gak bisa kabur karena pintunya di kunci 😀
    Padahal ada niat ngajarin si kecil untuk rutin cek giginya yang pada keropos. btw… cikarangnya sebelah mana nih bu dokter, siapa tau bisa si kecil jadi gak takut

  5. huuhuhuuu… aku baru nyabut gigi yg sudah sangat keropos 1 bln lalu, gegara gk ngelanjutin perawatan karena merasa udah gk sakit dan akhirnya berujung makin keropos dan mau gk mau dicabut dan biayanya bikin kantong yg sakit haahaahahaa

    • Itulaaah… 😥
      Pasien suka bandel…
      Klo sakit gigi dan giginya mau dipertahanin ya butuh perawatan syaraf, tp sakit hilang pasien suka gak dtg lagi, makanya klo pasien perawatan syaraf aku suka minta no.hpnya utk mastiin dy lanjut perawatannya, soalnya klo gak dilanjutin, giginya makin keropos dan bs butuh dicabut 😦

  6. Niiit, gw udah bikin janji ama dokter gigi dari 3 bulan yang lalu tapitapitapitapi gw gagal mulu ke sana. Sereeeem. huhuhuhu…. Padahalan emang kudunya dirawat rutin sih ya..

    • Mungkin drg-nya hrs aku Mas.. :p haha,, emang ke drg itu kesannya menakutkan, aku sempet ada pasien yg saking takutnya ke drg, giginya pd jelek semua ditambah trauma sm drg sebelumnya sih.. tp Alhamdulillah aku berhasil buat dy gak takut.. skrg dy lumayan semangat ke drg utk nuntasin masalah di mulutnya.. 😀

%d bloggers like this: