Flashback, trip

TRIP: Berlibur ke Maluku Utara (a.k.a. Kersos) 2010 :D

Event ini sebenernya mau aku masukkin ke blogspot,cuma karena blog itu  terlanjur memalukan, jd urung deh. Sayang kalau acara ini hilang di ingatan begitu saja (untuk buat post ini aja udah lumayan bekerja keras ni otak utk ingat2), akhirnya ku putuskan utk nge-post di sini. 😀

Aku di Maluku Utara pd tanggal 24-30 Juli 2010 (berangkat ikut kloter yang pertama & pulang ikut kloter yang pertengahan). Dapet daerahnya di Tidore (deket banget dari Ternate). Jadi secara ringkas pas disana aku berada di Ternate (nginep di UMMU) – Tidore (selama kegiatan pengobatan) – kembali lagi ke Ternate.

Kenapa berjudul berlibur, karena memang niatku untuk berlibur 😛

Jadi yang dibahas ya yang tentang liburannya aja ya. Liburannya ada 2 macem, selama di Tidore dan pas di Ternate (bersama seluruh rombongan Kersos lainnya)

 Liburan selama di Tidore

Pengobatan berlangsung paling Cuma dari jam 9 sampe jam 12 (agak sepi ya, katanya karena lagi panen cengkeh) dan sorenya daripada geje yang mendingan jalan2, ya toh??

 Hari #1 Kami pergi ke suatu benteng, lupa nama bentengnya apa dan setelah itu ke pantai (sayang foto pantainya gak ada yang ciamik utk dipajang disini)

Hari #2 Sore sehat yang diisi dengan main voli (buat yang cowok + Dina), main bekel (buat yang cewek, karena mati gaya nonton voli), makan bakso (enak bo’, sambelnya super pedes, dan penjualnya medok), dan main di pantai.. Yeay!

Hari #3 Paginya aku kabur sm Bayu & Akrom ke Pantai di depan Puskesmas, lumayan juga 😀

Sorenya.. Berhubung tetanggaan sm Pulau Maetara, ya lebih baik kita menyebrang ke sana ya toh? Sayangnya pas ke sana hujan deras, tapi tetap semangat main di pantai dan snorkeling. Sayangnya karena pernah terjadi bentrok antar suku, yang mengakibatkan tidak ada pemimpin yang tegas, banyak orang yang nangkep ikan pake bom deh, hasilnya terumbu karangnya banyak yang rusak & baru mulai nanem lagi. Oh iya, perjalanan ini menumpahkan korban Arum & Bani yang kena bulu babi -__-

Liburan yang di Ternate

Pagi2 tanggal 29 Juli 2010, kami menyebrang kembali ke Ternate. Kumpul lagi di basecamp UMMU, ketemu teman-teman dari daerah lainnya dengan terkaget-kaget karena mayoritas sudah berwajah gosong, hehehe… Inilah tempat-tempat yang kami kunjungi

Benteng Kalamata

Terletak di sebelah selatan kota Ternate, dekat Bastiong. Dibangun pada pertengahan abad ke-16 oleh Portugis dan selanjutnya dibuangun oleh Belanda sampai 70 tahun kemudian. Dari benteng Kalamata kita bisa melihat Tidore & Pulau Maetara

Istana Kesultanan Ternate

Awalnya sempet gak boleh masuk karena ini & itu (lupa deng alasannya karena apa :P), tapi akhirnya boleh masuk! Alhamdulillah. Dan disambut oleh Sultannya (yang kalo gak salah alumni UI juga) salaman deh satu-satu, keke.

# Outside

#Inside.. Baru nyadar –> kursinya gede banget ya!! Berasa di rumahnya raksasa (lebay)

Benteng Tolukko (favorite!)

Dulu dikenal dengan nama Benteng Kayu Merah (red wood fort), dibangun pada tahun 1540 oleh Portugis, dan dibangun ulang oleh Belanda pada tahun 1610. dari pinggir benteng dapat terlihat ombak yang menabrak dinding benteng yang merupakan pemandangan yang dicari dari benteng ini dan kita juga bisa melihat pulau Tidore. Letaknya yang berada di tepi pantai membuat arsitektural bangunannya berubah menyerupai bentuk kelamin laki-laki (cinca?).

Danau Tolire

Berada di bawah kaki gunung gamalama, gunung api tertinggi di Malut dan terbagi menjadi 2, danau tolire besar dan danau Tolire kecil. Jarak antara keduanya 200 meter. Danau Tolire Besar menyerupai loyang raksasa dengan las sekitar 5 hektar dan kedalaman 50 meter. Menurut masyarakat setempat, danau Tolire banyak menyimpan harta karun milik kesultanan ternate yang disembunyikan ketika portugis menjajah ternate pada abad ke-15.

Konon Danau Tolire terbentuk ketika dua warga kampung yang memiliki hubungan darah terlibat perbuatan mesum, sehingga keduanya terkena kutukan dan masing-masing tenggelam di kedua danau tersebut. Sementara menurut sejarah geologi, lubang itu terbentuk pada tahun 1775 akibat gempa tektonik yang diikuti oleh letusan freatik Gunung gamalama.

Sebenernya setelah rangkaian jalan-jalan ini, juga ke tempat beli suvenir.. Karena ternyata menurutku suvenirnya gak ada yang seru, jadi gak semangat belanja atau pun foto-foto. Untuk masalah suvenir, jalan-jalan ke Kalimantan lebih puas belanjanya 😀

  •  Yang tidak jadi dikunjungi: Pantai Sulamadaha & Benteng Kastela. Ini gara-gara berangkat jalan-jalannya ngaret!!
  • Yang tidak jadi dimakan: Papeda → anak2 yang pulang tgl 31 pada makan papeda 😦
  • Yang membuat aku exited selama perjalanan ini adalah: ngeliat fajar & kagum akan pemandangan disini yang fotogenic walau Cuma difoto pake kamerah HP 2MP tanpa flash!!

Dan janganlah lupa penelantaran pas perjalanan pulang oleh Lion air yang membuat kami telantar kelaparan hingga makan bakso semangkuk untuk ber-banyak orang  -__-

Semoga aku bisa dtg ke tempat-tempat bagus lainnya 😀

Advertisements

8 Comments

  1. Pingback: Kabur Dari Pengobatan | JNYnita

  2. Pingback: Gado-Gado di Luar Kampus | JNYnita's Treasures

Comments are closed.