review
Comments 12

FILM: Keluarga Cemara

Kemarin sepulang ngaji pengennya langsung balik ke rumah tapi urung karena kemarin siang rumahku di-fogging yang berarti akan bau dan terasa lengket minyak tanah. Iyyyyuuuh. Lalu aku memilih untuk ke Mall dan nonton Keluarga Cemara saja.

Jam 10 sampai di Mal tentu saja bioskopnya masih tutup, aku memilih beli tiket lewat m-tix yang bikin tiketnya berasa lebih mahal. Walau harga tiketnya 65 ribu, minimal top-up nya 100 ribu. Pembelian pakai m-tix juga kena beban biaya 1500. Tapi worth it siih, karena gak perlu ngantri dan bersinggungan dengan manusia lainnya (lagi alergi manusia ceritanya).

So filmnya ini KEREN banget!!

Gak usah nunggu sampai ke pertengahan atau akhir film, dari awal pun aku sudah mewek padahal baru di bagian yang keliatannya masih happy-happy. Ngeliat adegan awal bikin aku paham kenapa Zara JKT48 yang dipilih sebagai Euis, karena Euis-nya versi modern. Mohon hempaskan karakter Euis yang kalem di serial TV-nya ya..

Selain Zara, banyak juga yang memuji akting Widuri. Ternyata memang keren banget!! Seringnya pemeran anak di dalam film itu kaku sendirian dan gak nge-blend, Widuri sebagai Ara melebur banget di dalam film. Bisa sukses membawa film jadi lucu dengan celetukan-celetukan ajaibnya. Beneran gak berasa lagi nonton film, kayak situasi sehari-hari aja.

Lalu tentang Ringgo dan Nirina, hhhm, katanya di awal penggodokan, filmnya mau lucu-lucu gitu eh lalu malah berubah jadi serius begini. Mereka tetap kelihatan jenaka kok, tapi lebih soft dan penuh kasih sayang. Yang agak ganggu cuma gaya rambut dan make-up-nya Nirina, mungkin sengaja dibuat begitu supaya lebih mature keliatannya (Nirina baby face mulu sih!).

Filmnya masih ada di Bioskop dan masih banyak yang muterin, yang bisa nyempetin nonton usahakan laah.. Menurutku film ini layak ditonton bagi semua usia! Anak yang masih kecil, anak yang mau puber, calon ayah, calon ibu, ayah dan ibu, kakek dan nenek. Haha semuanyaaa..

Film ini banyak berisi pelajaran khususnya tentang menerima takdir, saat hidup tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Jangan marah, jangan menyalahkan diri sendiri, jangan menyalahkan orang lain, apalagi jangan salahkan Tuhan. Setiap kondisi pasti ada hikmahnya.

Saat keadaan memburuk, bertanggung jawablah dan tetap maju ke depan. Keluarga seharusnya untuk saling dukung bukan untuk saling menjatuhkan. Dan apa pun keadaannya seharusnya rumah adalah tempat untuk pulang, bukan malah jadi alasan untuk lari.

Filmnya memang sekeren itu buktinya udah memborong banyak penghargaan nih.. 🙂

12 Comments

  1. ahhh nasippp kalau lg di luar planet indonesia…kepengen bgt nonton film ini, krn dulu paling suka nonton keluarga cemara versi sinetronnya. jadi penasaran versi film modernnya

  2. Sementara saya masih mengenang kerennya Keluarga Cemara lewat serialnya yg di putar di tv.
    Apa daya Mbak, kalau mau menonton film di bioskop saya harus ke Bogor, karena kini gak ada 1 bioskop pun di Sukabumi gak seperti zamam saya remaja ada sampai 7 bioskop disini.

    Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.