Journal, life

LIFE: Aku Menulis (Lagi)

Agendaku 😀

Dulu, saat masa-masa SMA merupakan masa-masa dimana aku sangat banyak menulis. Bukan menulis artikel, buku, novel, cerpen, dan sejenisnya namun ‘hanya’ menulis diary. Hal ini bermula dari kelas 1 SMA, entah kenapa tiba2 pengen nulis diary lalu aku pun membeli buku diary tinker bell. Dan seperti kebanyakan orang yang setiap memulai hal baru pasti akan mengalami fase-fase norak, aku pun merasa seperti itu (kalau baca diary pertama ku itu aku jadi malu dan tersipu-sipu :P). Dari norak & tidak terbiasa, akhirnya pun menjadi terbiasa (walau noraknya gak bener-bener hilang). Entah karena efek menulis yang luar biasa atau memang karena aku gak punya temen curhat, menulis menjadi sebuah kebutuhan pada akhirnya.

Setiap aku galau, marah, sedih aku menulis, lalu aku merasa enak.

Saat aku senang, aku juga menulis untuk mengabadikan kesenanganku itu yang bisa membuat aku senyum-senyum lagi saat membacanya kembali.

Setiap aku kehilangan barang aku juga menulis, selain untuk menghilangkan sebal, entah kenapa setiap barang hilang yang kutulis  hampir selalu berakhir dengan menemukan barang yang kucari tersebut.

Sayangnya, kegiatan menulis ini intensitasnya berkurang pas masuk kuliah. Gara-gara mabim nih, bikin aku gak ada waktu untuk menulis. Lalu sedikit demi sedikit bisa membiasakan menulis lagi. Tapi saat sibuk atau ada masalah yang sangat mengganggu pikiran, aku malah absen menulis, bikin makin ilang arah aja -__-

Diary & beberapa kenorakannya 😛

Yang jadi pertanyaan: Kenapa aku kembali menulis setelah sekian lama absen?

Awalnya karena aku kembali lihat diary-diary-ku di masa lampau, ooh, dulu aku ceria dan begitu positif dalam memandang hidup. Namun sayang saat aku ditimpa ujian, aku malah tenggelam dalam ke-negatif-an dan melupakan nilai-nilai positif yang dulu aku punya. Setelah lama tenggelam dalam dunia yang kelam, aku kembali melihat cahaya dari buku diary -ku yang dulu itu (lebay). Tidak ingin mengucap seandainya seandainya, lebih baik kembali ke jalur yang benar pada saat sadar kan?

Yang kedua karena aku merasakan saat ini kesulitan dalam merangkai kata, baik dalam lapsus (mangkanye kalau buat lapsus lama amat kelarnya) dan dalam membuat sms (untuk dosen atau pun pasien). Lalu aku berpikiran, kalau aku rajin menulis, aku akan terbiasa merangkai kata dan mudah-mudahan membantu dalam penulisan lapsus dan sms (hehehe).

Oke, aku sudah memutuskan untuk kembali menulis dan secara empiris aku sudah merasakan manfaat menulis. Tapi apakah manfaat yang kurasakan itu benar-benar ada atau ada di kepalaku saja? Oleh karena itu, aku mengadakan ‘penelitian’ untuk menjawab pertanyaanku itu dan setelah disederhanakan hasilnya adalah sebagai berikut:

Manfaat menulis

Membantu kerja otak untuk meningkatkan input informasi.

Bagaimana cara kerja otak kita?

Otak kita bekerja dengan memproses suatu input dari eksternal  (melalui pancaindera kita), lalu di proses diotak, dicatat dalam sel2 otak → membentuk suatu pemikiran, emosi dan tingkah laku.

Dengan menulis = membantu otak kita untuk menulis di sel2 otak = lebih banyak memory yang tercatat.Membantu otak untuk mengorganisir informasi

Membantu otak untuk mengorganisir informasi.

Menulis membantu kita untuk mengorganisir pikiran, fakta dan perasaan sehingga kita dapat melihat gambaran besar dari suatu situasi → menemukan hubungan masalah→ mampu memecahkan suatu masalah.

Mengingat kejadian & pandangan dalam hidup

Hidup kadang-kadang penuh suka kadang duka (sesuatu yang membuat kita terkadang merasa kaya), setiap saat ini apabila tidak diabadikan, emosi yang dirasakan akan hilang pada suatu tempat di otak.

Menulis = berbicara dengan orang lain = emotional release→ relax & pikiran menjadi ringan 😀

Membawa ‘pikiran’ menjadi sebuah kenyataan

Di kepala seringkali muncul berbagai pemikiran (ide, rencana, khayalan, dll) → cara pertama untuk merealisasikannya adalah dengan menuliskannya → setelah itu otak akan menjadi fokus → menggerakkan kita untuk merealisasikannya

Menyadarkan kita akan kenyataan

Otak tidak bisa menerima banyak informasi sekaligus. Dalam keadaan sadar, kita haya mampu meng-handle 7 ± 2 informasi dalam satu waktu (kalau kita aware akan semua informasi yang masuk, dipastikan kita akan gila). Oleh karena itu setiap informasi akan di-filter dengan cara dihapus, diubah, atau digeneralisasikan sehingga rangsangan yang sama dapat menghasilkan persepsi yang berbeda pada 2 orang yang berbeda dan apa yang ada dipikiran belum tentu sama dengan kenyataan (the map is not the teritory).

Apa yang kita tulis bisa menjadi suatu alat untuk instropeksi.

Bisa saja saat ini kita merasa sudah menjadi pribadi yang positif, namun pada saat flashback pada hari2 sebelumnya bisa saja kita dapati kalau dalam diri masih ada iri, dengki, banyak marah. Atau juga kebalikannya, kita bisa saja merasa surprise atas keadaan baik yang telah kita rasakan.

Sumber : http://positivityblog.com, prior knowledge ttg otak, NLP & ke-sotoy-an pribadi -__-

Lalu kenapa sekarang nge-blog?

Bermain-main dengan blog sudah kulakukan dari jaman masih ngekos. Seperti diary pertama-ku, blog pertama-ku itu juga norak!!! Content-nya geje (maklum dibuat dan diisi pada masa-masa kelam), banyak hal-hal yang waktu itu aku anggap biasa tapi sekarang aku insya Allah sudah bertobat darinya (dandan, narsis, pacaran, dll).

Dan ini adalah alasan kenapa nge-blog:

  • Berfungsi sebagai diary (dengan ke-labil-an yang lebih terkontrol tentunya krn aware klo orang lain bs liat juga)
  • Untuk mencapai manfaat2 menulis
  • Untuk menuangkan ide → Kadang2 ada ‘sesuatu’ di kepala yang ingin bisa di-share ke orang lain yang kalau via lisan bisa menguap begitu saja, kalau via sms & twitter kurang bisa terdokumentasikan dengan baik (karena keterbatasan karakter dan ‘cepet ilang’)
  • Bookmark-ing → Sebelumnya fungsi bookmark menggunakan twitter (sampai sekarang masih!), arus lalu lintas di twitter sangat padat dan lwt twitter sangat sulit dalam men-track bookmark2 sebelumnya. Keuntungan lewat blog, bookmark bisa ditandai dengan mencantumkan kategori, bisa di-search dan traffic-nya gak padat 😀
  • Mengorganisir pengalaman & dengan mudah divisualisasikan 😀 → ini alasan kenapa blog lebih unggul dari pada diary. Aku punya banyak diary, saat ingin flash back agak rempong krn harus bener2 niat baca dan jumlahnya pun banyak dengan rentang waktu yang terbatas. Kalau via blog: kalo pengen baca tinggal buka wordpress, bisa berdasarkan kategori, visualisasi lebih bagus (gambar memuat banyak kata :D), dan dari rentang waktu yang lama (semoga bs konsisten) bisa terkumpul dalam satu tempat.
  • Sebagai ‘tabungan’ untuk masa depan → untuk ditunjukan ke anak cucu (harus berdoa supaya wordpress gak pernah ada masalah dalam penyimpanan data sebelum aku bisa bayar hosting sendiri)

Semangat nge-blog!! 😀

Advertisements

1 Comment

Comments are closed.