Skip to content
Advertisements

LIFE: Vitalitas Hidup

Suatu kata yang paling sering untuk menggambarkan depresi adalah sedih dengan lawan katanya adalah bahagia, sehingga logikanya adalah untuk menghilangkan depresi caranya adalah dengan cara bersenang-senang untuk menghilangkan sedih. Tapi menurutku kata yang paling pas untuk menggambarkan depresi adalah kehilangan vitalitas hidup.  Oleh karena itu bersenang-senang bukan solusi untuk menghilangkan depresi, karena percuma dong bersenang-senang kalau kita tidak bisa merasakannya?

Depresi itu rumit, kamu gak akan terbayang sampai kamu merasakannya. Jangan sampai merasakannya tapinya. Saat depresi kamu akan merasakan kehilangan vitalitas hidup. Bangun tidur, melakukan aktivitas yang harus dilakukan atau bersenang senang, hingga untuk bernapas pun rasanya berat. Kadang di dada rasanya sesak dan butuh dipukpuk supaya lebih kuat.

Solusinya serumit depresi itu sendiri. Obat hanya bisa menaikkan kadar kimia hormon-hormon rileks dan bahagia, tapi solusi paling intinya tetap dari diri sendiri dan faktor X.

Saat mengalami fase depresi aku melakukan hal-hal yang perlu dilakukan, lalu apakah itu otomatis mengatasi depresi? Tidak. Lalu aku banyak belajar agama dan kembali belajar Al-Quran si pengobat hati. Mayoritas depresinya hilang, tapi masih ada sedikit yang bersisa, seperti rasa sedih tapi samar.  Melelahkan. Pas udah bener-bener lelah dan gelap, baru muncul titik terang, dan itu akhirnya mengembalikan vitalitas. Ini adalah faktor X.

Ketika vitalitas hidup kembali dunia kembali berwarna, makanan kembali enak, saat senang benar-benar terasa senang, dan saat sakit bisa merasakan sakitnya dengan wajar. Ah ternyata saat vitalitas itu kembali, hal yang menyedihkan gak jadi pedih-pedih amat, jauh lebih menyedihkan saat keadaan senang tapi gak bisa merasakan kesenangan itu, ramai tapi merasa sepi, tsaaah.

Akhir-akhir ini aku banyak ngobrol dengan teman-teman yang sedang merasa stuck, capek, gak berkembang, merasa salah pilih jalan, dan sebagainya. Akhirnya terungkitlah tentang iman. Percaya kalau rencana Allah itu baik dan semua akan ada solusinya.

Tapi hey, kamu gak bisa ngaku beriman kalau belum diuji! Saat ini mungkin fase ujiannya, kamu dibuat gak yakin, dibuat bimbang, dibuat stuck. Sabar aja. Nanti akan ada titik terang, asal kita tetep punya iman dan gak putus asa.

Saat titik terang itu muncul dan kembali punya vitalitas hidup, kamu pasti akan jadi orang yang keren banget. Haha!

Ps. Rasanya sih begitu. Keren.

Pps. I love you too.

Advertisements

6 Comments »

  1. “Percaya kalau rencana Allah itu baik dan semua akan ada solusinya”
    ini banget Mbak Nita!!! have faith to Allah SWT for whatever happen in our life ini bener-bener bisa bikin hidup lebih tenang dan damai

  2. aku juga kadang ngerasa kayak gitu sih belakangan ini, entah karena efek jenuh di kantor apa gimana. Tapi aku akuin akunya juga jauh dr Nya sih, sholat berantakan, baca Quran jarang-jarang 😦 Sekarang lagi coba bikin gratitude list tiap hari biar selalu merasa bersyukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: