Wardah UV Shield Essential Gel Sunscreen Serum SPF 35 PA +++

Berhubung sudah jadi emak-emak rempong, skincare pun banyak yang di-skip. Salah satu merek skincare pagi andalan (yang menggabungkan antara serum, moisturizer dan sunscreen) aku sudah harus dihentikan penggunaannya, karena termasuk merek skincare yang harus di-skip. Kemarin kulihat di Alfamart ada diskon untuk sunscreen Wardah ini, sehingga menjadi 27.500, okelah aku coba siapa tau bisa cucok.

Continue reading Wardah UV Shield Essential Gel Sunscreen Serum SPF 35 PA +++

You Can Do Anything!

But not everything…

Hari ini lumayan santai di BPG, sekarang penjadwalan pasien aku kosongkan di hari Kamis. Lumayan banget bisa ngasih sedikit waktu untuk bernapas dan memikirkan lainnya. Jadi dokter gigi di Puskesmas kan kerjaannya gak cuma di poli gigi, tapi ada tugas lainnya sehingga aku butuh waktu untuk memikirkan tugas di lain BPG.

Aku juga harus mengubah mindset-ku. Kalau dulu praktek swasta yang harus dioptimalkan adalah kemampuan untuk menangani pasien seefektif dan secepat mungkin. Kalau di Puskesmas aku harus memprioritaskan promotif dan preventif.

Continue reading You Can Do Anything!

Planner Set-Up 2023

Karena aku suka stationery, tentu saja aku juga suka notebook atau planner. Dulu itu hobi banget beli-beli planner walau akhirnya jarang terpakai karena kehidupanku dulu tidak begitu rumit, hanya praktek beberapa jam dalam seminggu dan semuanya udah ada yang bantu urus. Setelah nikah baru deh akhirnya merasa bener-bener butuh pakai Planner. Untungnya sekarang sudah tinggal pilih, karena koleksi dari jaman dulu masih tetap ada.

Continue reading Planner Set-Up 2023

Oktober 2023

Hola..

Salam dari BPG Puskesmas Temon II. Aku masih menunggu pasien. Mari kita rekap dulu apa saja yang terjadi akhir-akhir ini….

Juli

Mulai siap-siap untuk re-akreditasi. Aku baru pertama kali kerja di Puskesmas dan menjalani akreditasi lumayan bingung buanget. Alhamdulillah ada kaji banding ke Puskesmas lain, ada pembinaan dari Dinkes Kulon Progo oleh tim TPCB, jadi lumayan ada pencerahan khususnya untuk UKP.

Continue reading Oktober 2023

Back to Analog!

Setelah mengalami euphoria bisa nyaris Paperless di tahun 2019, pada tahun 2021 akhirnya aku kembali ber-analog ria alias menulis menggunakan kertas dan pulpen. Kenapa??

Alasan pertama: Awalnya karena Apple pencil-ku rusak, yang akhirnya beli lagi namun sekarang malah jadi tidak pernah terpakai karena alasan kedua.

Alasan kedua: Ada anak yang membuatku tidak bisa berinteraksi dengan gadget lama-lama. Yah, walaupun sebenarnya pakai Ipad itu untuk belajar, mencatat, dan sebagainya, anak melihatnya kan kita mainan gadget. Si anak dibatasi mainan gadget-nya, tapi kok orang tuanya megang gadget mulu, ya nggak sinkron.

Continue reading Back to Analog!