Menulis sudah menjadi kebutuhan bagiku. Medianya bisa di mana aja. Diary, planner, blog, Evernote, Simplenote, Onenote (haha ini jadul banget), Epistle, Draft, apa pun yang menurutku nyaman pada masanya.
Menulis sudah menjadi kebutuhan bagiku. Medianya bisa di mana aja. Diary, planner, blog, Evernote, Simplenote, Onenote (haha ini jadul banget), Epistle, Draft, apa pun yang menurutku nyaman pada masanya.
Walau masih baru dlm dunia blog per-blog-an & belum ada yang meng-co-pas tulisan saya plek-plek, saya paling sebal sama yang namanya asal co-pas, yaitu meng-copy dan paste artikel dari blog atau website lainnya sama persis dan tanpa memberikan sumber aslinya!!
View original post 264 more words
Dulu, saat masa-masa SMA merupakan masa-masa dimana aku sangat banyak menulis. Bukan menulis artikel, buku, novel, cerpen, dan sejenisnya namun ‘hanya’ menulis diary. Hal ini bermula dari kelas 1 SMA, entah kenapa tiba2 pengen nulis diary lalu aku pun membeli buku diary tinker bell. Dan seperti kebanyakan orang yang setiap memulai hal baru pasti akan mengalami fase-fase norak, aku pun merasa seperti itu (kalau baca diary pertama ku itu aku jadi malu dan tersipu-sipu :P). Dari norak & tidak terbiasa, akhirnya pun menjadi terbiasa (walau noraknya gak bener-bener hilang). Entah karena efek menulis yang luar biasa atau memang karena aku gak punya temen curhat, menulis menjadi sebuah kebutuhan pada akhirnya.
View original post 878 more words
Semalam rumahku heboh gara-gara Ayum. Mama tiba-tiba histeris karena Ayum ijin mau ke luar kota bersama 8 orang temannya. Mama tanya secara detil, tapi Ayum gak bisa jawab, cuma bilang mau melihat matahari terbit di luar kota dan gak ke tempat bermain air (haha, alasan yang terakhir ini begitu lucu).
Hal yang menurut saya agak berat bagi seorang blogger adalah konsisten menulis. Banyak sekali blog-blog yang saya temukan cuma berisi beberapa post lalu gak di-update-update lagi, sayang sekali. Tapi ada juga yang bisa publish banyak post dalam sehari, saat ini saya termasuk dalam kategori ini. Kenapa saat ini? Karena ada kalanya saya gak mood nulis atau keadaan tidak memungkinkan untuk banyak nulis. Di post ini, saya mau share alasan kenapa bisa banyak posting saat ini.
View original post 433 more words
Semua pasti sepakat kalau otak itu AMAZING!!! Sayangnya gak semua orang bisa mengoptimalkannya, termasuk saya, buktinya saat ini otak saya lagi kusut, huhuhu. Harus dirapikan, tapi how to??
View original post 374 more words
Bagi saya menulis itu entah di jurnal pribadi atau di blog, merupakan proses untuk merapikan isi otak. Apabila apa yang saya pikirkan sudah tertuang dalam sebuah kertas atau post, saya pun lega, menandakan ‘pencernaan’ di otak saya lancar.
View original post 382 more words
Kusuuuuut..
Penuh dengan beban, pikiran, dan ide…
Saya ingin merapikannya hingga bisa menjadi seperti ini:
Atau seperti ini:
Asal jangan jadi seperti ini:

Semalam aku sendirian di rumah Cikarang. Mau ke Bekasi tapi sakit perut dan badan pegel-pegel. Pas udah malam aku ke ruang tamu dan dengar suara dan aroma yang aneh. Buka pintu dan syok karena di garasi udah penuh hewan-entah-apa-namanya ini. Hewan ini berkerumun di atas mobil dan lantai mengerubungi lampu di atasnya, oleh karena itu aku segera mematikan lampu teras dan ruang tamu. Saat foto ini diambil, kerumunan hewan sudah sebagian pergi gak sehoror yang sebelumnya. Foto juga dibuat hitam putih supaya.. Ah, kamu pasti tau kenapa.