Punya cerita mengenai meng-ASI-hi, gak lengkap tanpa cerita tentang menyapih. Awalnya aku terobsesi agar bisa memenuhi kebutuhan ASI baik secara langsung maupun tak langsung sampai 2 tahun, tapi ternyata gagal karena aku malah menyerah pumping lebih cepat daripada Kakaknya karena mager banget untuk cuci alat dan sterilisasi. Tapi untuk menyusui langsung, aku berhasil sampai 2 tahun kurang beberapa hari.
Laluuu.. beginilah cara menyapihnya…
Saat si Kakak dulu, berhubung sudah dekat waktu lahiran aku menyapih dengan terburu-buru. Tidak ada woro-woro, tidak ada persiapan, tiba-tiba terinspirasi untuk menyapih dengan pakai strategi pahit-pahit (pakai sambiloto). Hasilnya si Kakak langsung gak mau nenen, tapi efek sampingnya jadi tantrum pol!! Dari pengalaman itu aku belajar kalau jangan pakai strategi ini lagi.
Lalu saat menyapih sang Adik, aku sounding dari jauh-jauh hari kalau Adik sudah besar, jadi sudah gak nenen lagi. Sempat tergiur dikasih rasa-rasa karena disuruh suami, tapi bener habis itu tantrum jadi fix deh gak pakai strategi itu. Situasinya pas banget beberapa hari menjelang Adik ulang tahun, Suami ngajak liburan di Solo dan selama di Solo aku beda kamar sama si Adik dan Adik bisa berhasil lupa nenen.
Aku pikir saat itu sudah berhasil total, tapi ternyata kembali ke Jogja Adik ngidam nenen lagi. Strategi yang kupakai adalah menggunakan baju tanpa bukaan depan, sehingga walau si Adik berusaha banget, tetap bisa aman. Dan akhirnya Adik bisa disapih gak sampai seminggu dan minim tantrum.
Yeay!
