
Sore ini aku lagi me time di suatu Kafe di Jogja. Rencananya mau kejar tayang isi ETPP yang selama beberapa hari error, Alhamdulillah sore ini bisa dibuka dan lumayan bisa kejar tayang. Sayangnya aku tak bawa charger, jadi belum tuntas sudah harus terhenti kerjanya. Jadi mari kita isi waktu ini dengan melakukan refleksi tahun 2025.
Aku me-review tahun 2025 berdasarkan 3 kategori utama yang menjadi fokusku yaitu Career atau pekerjaan, Family, dan Legacy. Tahun ini adalah tahun yang lebih relaks dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setelah hidup nomaden dari tahun 2021 akhirnya tahun ini bisa merasakan satu tahun tanpa pindahan rumah. Alhamdulillah..
Yuk mulai review-nya….
Career
Setelah melewati masa hamil-menyusui-hamil lagi dan menyusui lagi, tahun ini baru berani punya tanggung jawab. Sampai tahun 2021 aku hanya kerja part time, berinteraksi cukup dengan internal Poli Gigi. Kerja di Puskesmas memaksaku untuk bekerja tim, yang tadinya dikerjakan sendiri harus bisa dibagi ke orang lain.
Kerja full-time itu awalnya kubayangkan horor dan melelahkan, saat dijalani ternyata diri sendiri lumayan bisa beradaptasi. Alih-alih merasa lelah karena harus berada di suatu tempat dan melakukan pekerjaan dalam waktu yang lama, kerja full time itu ngasih bentuk zona nyaman baru, yaitu rutinitas.
Family
Punya anak 3 itu ruweeeet tapi happy juga karena anak-anak pada lucu-lucu buanget. Alhamdulillah ada bu Niyah yang bisa diandalkan untuk jaga anak-anak sehingga aku bisa punya me-time dan mental health-ku lumayan terjaga. Sayangnya aku terlena dalam zona nyaman. Anak-anak bertumbuh dan kembang dalam keadaan autopilot, mengikuti air mengalir, semoga masih dalam koridor yang aman.
Legacy
Sempat ada prompt di WordPress yang menanyakan apa yang akan kamu wariskan di dunia ini? Aku pun berpikir, apa yaaa?
Di saat aku mencari alasan mengapa aku harus tetap mempertahankan blog ini, salah satu alasannya adalah tulisanku bisa menjadi *legacy-ku* kelak. Dan hal ini yang akhirnya memotivasiku untuk mencoba rutin menulis lagi. Di tahun 2025 aku punya target sederhana yaitu menulis sebulan sekali di website Infodrg.com dan seminggu sekali di blog ini. Targetku ternyata kandas karena terlupakan dan terbawa sibuk oleh pekerjaan.
Side Effect
Dari review yang di atas nampaknya banyak hal-hal yang aku anggap baik. Urusan legacy memang terbengkalai, tapi itu karena aku lagi mencoba fokus pada pekerjaan, jadi tak apa. Namun di balik hal-hal baik di atas, ada pula hal-hal yang mengecewakan di tahun ini.
Tahun 2024 yang ‘menakjubkan’ itu mulai terasa efek sampingnya sekarang. Tahun ini ada hal-hal penting yang terselip, namun karena tahun 2024 itu begitu hectic dan aku dalam keadaan fisik dan mental yang terkuras, aku tidak bisa ‘recall’ dengan baik. Catatan baik yang analog dan digital pun banyak yang tidak lengkap, rasanya begitu frustasi.
Tahun 2025 yang mulai nyaman ini juga membuat aku sempat hilang kontrol, di pertengahan tahun sempat overspending, beli-beli hal yang tidak urgen, jadinya target finansial tahun ini tidak tercapai. 😦
One Word for 2025: DISCOVERY
Di tahun ini aku banyak belajar mengenai kekuatan dan kelemahan diri ini. Ada banyak hal-hal bagus yang terjadi dan peningkatan di beberapa aspek, hidup yang sudah bisa dianggap memasuki zona nyaman. Namun dibalik itu, aku menemukan kesalahan atau masalah yang merupakan konsekuensi dari kebodohan yang kulakukan. Jadi one word di tahun 2025 yang tepat menurutku adalah discovery.
One Word for 2026: RESOLVE
Harapanku di tahun 2026 adalah waktu untuk ‘beres-beres’. Menyelesaikan masalah yang merupakan residu di tahun 2025 serta punya tekat yang lebih baik untuk berkembang.
Setelah refleksi tahun 2025, yang perlu dilakukan dalam November Annual Optimization 2025 adalah planning!
Mungkin akan ada di post berikutnya…. Mungkiiiin…

Thank you nita udah share refleksi tahun 2025. Kita memang perlu ambil waktu untuk berefleksi & introspeksi untuk semakin mengenal diri & lingkungan supaya semakin baik ke depannya ya. ❤️ keep growing nita!