What is the legacy you want to leave behind?
Suatu hari muncul prompt WordPress di atas? Aku masukkan ke draft dan baru hari ini aku buka…
Blog sudah semakin ditinggalkan, teman-temanku yang dulunya aktif dan bahkan beli domain pun banyak yang akhirnya merelakan blognya. Mayoritas temanku lebih suka menggunakan media sosial sebagai tempat katarsis mereka, sedangkan aku punya love and hate relationship dengan media sosial. Misalnya aku rajin update di Instagram, nantinya data-data yang aku punya di sana akan menjadi milik siapa? Bisakah aku menjadikannya arsip yang nantinya bisa dijadikan harta karun dan peninggalanku? Apalagi sekarang Instagram rajin menghapuskan file-file yang diarsipkan. Oleh karena itu feed Instagram dan Instagram Story sangat jarang aku perbarui.
Aku masih tetap setia memperpanjang langganan domain blog ini karena sayang banget dan WordPress masih punya utang sama aku beberapa dolar karena majang iklan di sini, hehehe. Walau begitu, sering sekali aku berpikir apakah worth it untuk memelihara blog yang semakin jarang aku sentuh ini?
Kebutuhan Untuk Sharing…
Manusia adalah makhluk sosial, di jaman dulu untuk bersosialisasi cukup dengan interaksi langsung, namun sekarang juga perlu interaksi di dunia maya. Selain itu manusia juga perlu sharing, mengeluarkan uneg-uneg sehingga pikirannya lebih plong. Mengeluarkan uneg-uneg ini bisa secara private hanya ke Yang Maha Esa saja atau perlu ke suatu wadah seperti diary, bisa juga butuh sama orang terdekat atau profesional seperti Psikolog atau Psikiater. Sharing dan berbagi uneg-uneg yang lumayan mudah dan trendi tentu saja melalui media sosial.
Media sosial juga nambah satu lagi nih yang lumayan banyak peminatnya yaitu Threads, isinya mirip X atau Twitter, tapi tidak dibatasi oleh karakter. Isi dari Threads mirip sama blog jaman dulu, banyak berisi curhat-curhat yang lebih rinci bahkan privacy. Algoritmanya juga agak aneh, yang muncul di feeds kebanyakan justru orang-orang asing, bahkan saat menemukan akun yang kita kenal malah terasa aneh. Jadi nampaknya, kebutuhan untuk cerita panjang tetap ada, namun untuk sekarang difasilitasi oleh Threads gak seperti dulu harus susah payah menggunakan blog.
Membaca Threads malah bikin aku pengen banyak curhat atau sharing di blog lagi, karena kalau di Threads, lagi-lagi, nantinya cerita kita itu akan jadi punya siapa? Soo.. blog ini aku anggap sebagai media sosialku..
Tulisanku adalah Harta Karunku, Warisanku…
Tulisan di blog ini adalah hasil pikiranku, my resources, yang nantinya akan menjadi harta karunku. 37 tahun hidup di dunia, ada segelintir pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran untuk anak-anakku, atau bahkan hanya sebagai kenang-kenangan untuk anak cucu kelak. Ini sih motivasiku sekarang untuk sesekali mengintip dan mengisi blog ini.
Punya optimisme, tapi barusan aku dibuat down karena blog ini dan WordPress.com sempat tidak dapat diakses.

One thought on “Blog as My Social Media and My Legacy??”
Comments are closed.