Year: 2020

Drakor Chicago Typewriter (2017), Recommended Bagi Penyuka Buku

Korea dan Indonesia ternyata punya kesamaan. Sama-sama pernah dijajah oleh Jepang. Jepang menjajah Korea terjadi pada tahun 1910 hingga 1945, sekitar 35 tahun. Indonesia berarti lebih kece dong karena hanya dijajah oleh Jepang selama 3,5 tahun. Waktu merdekanya sama-sama di tahun 1945. Masa penjajahan Jepang di Korea itu dinamakan sebagai Zaman Kekaisaran Jepang (일제시대, Ilje sidae). Kenapa post ini dimulai dengan sejarah? Karena drama yang akan aku bahas ini mengambil latar belakang di dua masa yaitu tahun 2017 dan tahun 1932. Di latar belakang tahun 1932, ketiga tokoh utama merupakan bagian dari pemuda pemudi yang memperjuangkan kemerdekaan. Merdeka!

Pelajar Hingga Akhir Hayat

Sama seperti yang lain, saat ini aku juga jadi banyak nonton youtube. Kalau aku list apa aja yang suka aku tonton, yang pertama tentu saja yang mengungkit gosip-gosip yang terbaru, tentang gadget, kokoreaan, kajian, dan yang berhubungan dengan stationery dan belajar.

Baca Buku Tanpa Buku?

Di post tentang Digital vs Pen and Paper lalu, ada satu poin yang aku skip dan Alhamdulillah-nya diingetin sama Messa yaitu tentang baca buku. Aku jadi mikirin kan.. Mendingan baca buku cetak atau versi digital-nya aja??

Digital vs Pen and Paper pt. 2

Sejak tahun 2011 aku udah tertarik sekali dengan konsep paperless. Oooh, betapa indahnya bisa ngurangin sampah kertas dan jadi hemat juga produksi kertas. Tapi di tahun itu untuk bisa paperless masih merupakan hal yang butuh usaha banget karena teknologi di masa itu belum mumpuni.

Earl Grey Tea

Januari ini dia muncul menjadi salah satu menu di Janji Jiwa. Yang baru, yang diskonan, tentu saja kucoba. Pertama kali icip rasanya agak aneh, terlalu aromatik. Beberapa kali icip, ternyata menimbulkan efek menenangkan. Kopi? Hhmmm, ini minuman yang berhasil bikin aku gak kangen kopi.

0

Sudah berapa hari kamu di rumah aja? Masih ingat hari ini hari apa dan tanggal berapa? Semua hari jadi berasa sama, mungkin pas masa karantina ini berakhir, kita gak sadar kalau waktunya sudah berakhir. Hehehe. Dari pada masa karantina ini menjadi waktu yang hilang dalam sejarah. Bagaimana kalau kita menorehkan sejarah? Mari kita tuliskan.

Social Distancing

Selama social distancing, ada beberapa perubahan dalam rutinitas, tapi juga gak banyak berubah. Belajar Al-Qur’an yang aslinya dua kali dalam seminggu bertatap muka, sekarang jadi lewat whatsapp, membacanya lewat voice message lalu dikoreksi oleh Ustadzahnya. Ternyata dengan cara begini ada keuntungannya, jadi lebih kebayang kesalahan baca kita di mana, tapi jadi gak banyak ayat yang dibaca dan dikoreksi (dan gak tau apa koreksian untuk teman yang lain). Untuk praktek dokter gigi, aku masih tetap praktek. Untuk keamanan banyak prosedur baru yang harus dilakukan dan dibatasi. Awalnya kupikir dengan pembatasan ini, aku hanya periksa dan meresepkan obat saja. Ternyata kasus yang datang kebanyakan pasien dengan radang di pulpa (syaraf) giginya, akhirnya gak tega dan tetap bersihkan gigi secara manual, kasih obat, dan tutup tambalan sementara. Kerempongan lainnya, sekarang kalau praktek selain pas praktek harus pakai APD (Alat Pelindung Diri) lengkap, juga harus bawa baju ganti yang diganti sebelum perjalanan pulang ke rumah. Sampai rumah pun harus segera mandi dan ganti baju lagi. Untuk salah satu klinik, Alhamdulillah kemarin bisa ijin dan bisa ngerasain WFH (Work From …